1 sehingga menimbulkan resiko cidera tulang belakang. Pennasalahan ini menyebabkan rendahnya persen produktif operator bagian tenun sebingga menyebabkan menurunnya jumlab output yang di produksi. Rata-rata persen produktif operator bagian tenun selama 5 hari pengamatan adalah 57,78 %.Usulan perbaikan yang dilak;ukan adalah dengan perancangan alat bantu (kereta dorong). Proses perancangan alat bantu dilakukan melalui tahapan pemyataan misi, mengumpulkan data mentab pengguna, mengorganisasikan kebutuban menjadi bierarki, menetapkan derajat kepentingan relatif setiap kebutuhan, penetapan target spesifikasi, penyusunan konsep, penyaringan konsep, dan penilaian konsep. Adapun spesifikasi akhir dari konsep yang digunakan untuk alat bantu pemindahan Roll kemesin tenun adalab desain rangka roda tidak diberi pengbubung dan bahan yang digunakan adalah besi . Dari basil penelitian selama 5 hari setelah usulan perbaikan terlibat meningkatnya rata-rata persen produktif operator bagian tenun sebesar 64,46 % dan peningkatan rata-rata jumlah output sebesar 10 sarung/bari atau 10 %. Persentase keluban bagian tubuh operator menurun serta lifting index < 1 sehingga tidak menimbulkan resiko cidera tulang belakang." /> 1 sehingga menimbulkan resiko cidera tulang belakang. Pennasalahan ini menyebabkan rendahnya persen produktif operator bagian tenun sebingga menyebabkan menurunnya jumlab output yang di produksi. Rata-rata persen produktif operator bagian tenun selama 5 hari pengamatan adalah 57,78 %.Usulan perbaikan yang dilak;ukan adalah dengan perancangan alat bantu (kereta dorong). Proses perancangan alat bantu dilakukan melalui tahapan pemyataan misi, mengumpulkan data mentab pengguna, mengorganisasikan kebutuban menjadi bierarki, menetapkan derajat kepentingan relatif setiap kebutuhan, penetapan target spesifikasi, penyusunan konsep, penyaringan konsep, dan penilaian konsep. Adapun spesifikasi akhir dari konsep yang digunakan untuk alat bantu pemindahan Roll kemesin tenun adalab desain rangka roda tidak diberi pengbubung dan bahan yang digunakan adalah besi . Dari basil penelitian selama 5 hari setelah usulan perbaikan terlibat meningkatnya rata-rata persen produktif operator bagian tenun sebesar 64,46 % dan peningkatan rata-rata jumlah output sebesar 10 sarung/bari atau 10 %. Persentase keluban bagian tubuh operator menurun serta lifting index < 1 sehingga tidak menimbulkan resiko cidera tulang belakang." /> 1 sehingga menimbulkan resiko cidera tulang belakang. Pennasalahan ini menyebabkan rendahnya persen produktif operator bagian tenun sebingga menyebabkan menurunnya jumlab output yang di produksi. Rata-rata persen produktif operator bagian tenun selama 5 hari pengamatan adalah 57,78 %.Usulan perbaikan yang dilak;ukan adalah dengan perancangan alat bantu (kereta dorong). Proses perancangan alat bantu dilakukan melalui tahapan pemyataan misi, mengumpulkan data mentab pengguna, mengorganisasikan kebutuban menjadi bierarki, menetapkan derajat kepentingan relatif setiap kebutuhan, penetapan target spesifikasi, penyusunan konsep, penyaringan konsep, dan penilaian konsep. Adapun spesifikasi akhir dari konsep yang digunakan untuk alat bantu pemindahan Roll kemesin tenun adalab desain rangka roda tidak diberi pengbubung dan bahan yang digunakan adalah besi . Dari basil penelitian selama 5 hari setelah usulan perbaikan terlibat meningkatnya rata-rata persen produktif operator bagian tenun sebesar 64,46 % dan peningkatan rata-rata jumlah output sebesar 10 sarung/bari atau 10 %. Persentase keluban bagian tubuh operator menurun serta lifting index < 1 sehingga tidak menimbulkan resiko cidera tulang belakang." /> 1 sehingga menimbulkan resiko cidera tulang belakang. Pennasalahan ini menyebabkan rendahnya persen produktif operator bagian tenun sebingga menyebabkan menurunnya jumlab output yang di produksi. Rata-rata persen produktif operator bagian tenun selama 5 hari pengamatan adalah 57,78 %.Usulan perbaikan yang dilak;ukan adalah dengan perancangan alat bantu (kereta dorong). Proses perancangan alat bantu dilakukan melalui tahapan pemyataan misi, mengumpulkan data mentab pengguna, mengorganisasikan kebutuban menjadi bierarki, menetapkan derajat kepentingan relatif setiap kebutuhan, penetapan target spesifikasi, penyusunan konsep, penyaringan konsep, dan penilaian konsep. Adapun spesifikasi akhir dari konsep yang digunakan untuk alat bantu pemindahan Roll kemesin tenun adalab desain rangka roda tidak diberi pengbubung dan bahan yang digunakan adalah besi . Dari basil penelitian selama 5 hari setelah usulan perbaikan terlibat meningkatnya rata-rata persen produktif operator bagian tenun sebesar 64,46 % dan peningkatan rata-rata jumlah output sebesar 10 sarung/bari atau 10 %. Persentase keluban bagian tubuh operator menurun serta lifting index < 1 sehingga tidak menimbulkan resiko cidera tulang belakang." />

DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan beban kerja fisik untuk meningkatkan produktivitas pada lantai produksi PT. Sofatex


Oleh : Nugroho Widyo Trianto

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2008

Pembimbing 1 : Winnie Septiannie

Pembimbing 2 : Nataya Charoonsri

Subyek : Human engineering;Occupational health and safety

Kata Kunci : physical workload, productivity, production floor, PT. Sofatex


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2008_TA_TI_06304174_Halaman-Judul.pdf 7175.19
2. 2008_TA_TI_06304174_Bab-1.pdf 3035.96
3. 2008_TA_TI_06304174_Bab-2.pdf 12405.06
4. 2008_TA_TI_06304174_Bab-3.pdf 4720.31
5. 2008_TA_TI_06304174_Bab-4.pdf 19429.66
6. 2008_TA_TI_06304174_Bab-5.pdf 21221.93
7. 2008_TA_TI_06304174_Bab-6.pdf 3034.92
8. 2008_TA_TI_06304174_Bab-7.pdf 1081.94
9. 2008_TA_TI_06304174_Daftar-Pustaka.pdf 759.98
10. 2008_TA_TI_06304174_Lampiran.pdf 39733.52

P PT Sofatex merupakan perusahaan yang bergerak di bidang tekstil yang menghasilkan sarong tenun. Pada penelitian ini stasiun kerja yang diamati adalah stasiun kerja tenun yang merupakan stasiun kerja inti dalam pembuatan sarung tenun. Selain proses permesinan, proses perpindahan material dari satu stasiun ke stasiun kerja yang lainnya juga sangat diperlukan demi kelancaran proses produksi. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah menurunnya jumlah outpu"t yang diproduksi yang terjadi pada perusahaan khususnya pada bagian tenun. Hasil Checklist ILO menunjukkan babwa beban kerja fisik yang paling mempengaruhi operator tenun adalah mengenai penanganan material. Proses perpindaban material yang dilakukan oleh perusahaan ini masih menggunakan tenaga manusia dengan bantuan alat bantu kereta dorong, akan tetapi kondisi kereta dorong yang dimiliki oleh perusahaan masib sangat tidak memadai. Penelitian ini dilakukan untuk meminimasi beban kerja fisik yang dialami oleh operator tenun.Wawancara yang dilakukan terhadap operator tenun menunjukkan bahwa merekasering mengalami sakit pegal linu, pusing, meriang dan sakit pada bagian pinggang. Oleb karena itu maka dilakukan analisis dengan penyebaran Checklist for Upper Extremity Cumulative Trauma Disorder dan dilanjutkan dengan survey RULA (Rapid Upper Limb Assesment Survey). Setelah itu dilakukan penyebaran kuesioner Nordic Body Map, perhitungan konsumsi energi dan perhitungan RWL (Recommended Weight Limit) serta LI (Lifting Index).Hasil RULA di dapat babwa operator bagian tenun memiliki action level 2 dan 3 yang berarti butub penyelidikan lebih lanjut dan perubaban yang cepat dilakukan. Dari basil penyebaran Nordic body Map keluban bagian tubuh yang dialami operator bagian tenun adalab bagian leber bawah, punggung, pinggang, betis kanan dan kiri. Konsumsi energi operator termasuk beban kerja sedang dan lifting index > 1 sehingga menimbulkan resiko cidera tulang belakang. Pennasalahan ini menyebabkan rendahnya persen produktif operator bagian tenun sebingga menyebabkan menurunnya jumlab output yang di produksi. Rata-rata persen produktif operator bagian tenun selama 5 hari pengamatan adalah 57,78 %.Usulan perbaikan yang dilak;ukan adalah dengan perancangan alat bantu (kereta dorong). Proses perancangan alat bantu dilakukan melalui tahapan pemyataan misi, mengumpulkan data mentab pengguna, mengorganisasikan kebutuban menjadi bierarki, menetapkan derajat kepentingan relatif setiap kebutuhan, penetapan target spesifikasi, penyusunan konsep, penyaringan konsep, dan penilaian konsep. Adapun spesifikasi akhir dari konsep yang digunakan untuk alat bantu pemindahan Roll kemesin tenun adalab desain rangka roda tidak diberi pengbubung dan bahan yang digunakan adalah besi . Dari basil penelitian selama 5 hari setelah usulan perbaikan terlibat meningkatnya rata-rata persen produktif operator bagian tenun sebesar 64,46 % dan peningkatan rata-rata jumlah output sebesar 10 sarung/bari atau 10 %. Persentase keluban bagian tubuh operator menurun serta lifting index < 1 sehingga tidak menimbulkan resiko cidera tulang belakang.

P PT. Sofatex is a textile company which manufacturing and trading textile products, especially weaved sarong. This research will observe the weaving section which is the main productivity station in the company. In addition, the process of material transfer from one to another working station will also be observed. The company is having the problem on output declining of the production company especially on the weaving section which impacts on the whole company performance. The Physical work-load of weaving oper.ators in the company is rated high. This could be identified by the result of ILO 's checklist. The transfer material process in the company is using traditional systems, by make use of minimal technology and still focusing on human power to run the production.This research aims to minimize the work load of weaving operators.The interview has been conducted with the weaving operators. The interview indicated that they often experienced rheumatic, headache, feel dizzy, and backache. Therefore, the author analyzed the case with Checklist for Upper Extremity Cumulative Trauma Disorder distribution, as well as RULA survey. Moreover, the author also distributes Nordic Body Map questionnaire, energy consumption calculation, as well as RWL (Recommended Weight Limit) and LI(Lifting Index) calculation.RULA result shows that weaving operators have action level 2 and 3 that need moreresearches and some intense changes. From the distribution of Nordic Body Map, the result indicates there are complains from the weaving operators about pain on the lower neck, waist, on the both of calf and also suffering a backache . The accumulation of energy consuming, medium work load and lifting index >1 causes the risk of back spine injury. Moreover , this problem causes the low productivity in the weaving operators that also impact to output declining of the production company. The five days observation data shows there is 57.78% on average, in the productivity of weaving operators.Proposes the improvement of the productivity by programming equipment such as trolley. The process of this assistance projects are through some steps; mission statement, collectiv ity of data of the user, organize the need into hierarchy, determining the degree of relative need of each individual, determining the target of the specification, arranging, filtering and evaluating the concept.The last specification of proposal concept to create the assistance tool in moving the roll to the weaving machine is by designing the new concept of the wheels framework. The new design is made of metal material. After five days of using the new design from the author's proposal, the data indicates the productivity increase 64.46% and on average, the amount of output is increasing 10 sarong/day or about 10%. The percentage of complainin g of pain from the weaving operators is decreasing and the lifting index < 1. So the lifting activity will not cause the risk of back spine injury.Key word : The Physical work load, Checklist for Upper Extremity Cumulative Trauma Disorder, Rula, energy consumption, RWL dan LI, productivity , desi8f! of Trolley .

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?