DETAIL KOLEKSI

Kajian motif batik pada fasade bangunan modern : Studi kasus beberapa bangunan dengan fasade motif batik di Jakarta


Oleh : Dewi Susilastuti

Info Katalog

Nomor Panggil : 0003/T/2015

Subyek : Facades;Batik - Design;Architecture - Details

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Yusuf Affendi

Pembimbing 2 : Azis Trirtaadmadja

Kata Kunci : batik motif, building facade, modern building


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_191130011_Halaman-Judul.pdf 443.35
2. 2015_TA_191130011_Bab-1.pdf 367.63
3. 2015_TA_191130011_Bab-2.pdf 2551.54
4. 2015_TA_191130011_Bab-3.pdf 161.73
5. 2015_TA_191130011_Bab-4.pdf 4133.04
6. 2015_TA_191130011_Bab-5.pdf 350.03
7. 2015_TA_191130011_Daftar-Pustaka.pdf 110.84

M Munculnya beberapa bangunan yang menggunakan fasade motif batik,menunjukkan adanya kebutuhan dan usaha memberi ciri atau kekhasan dalam mencitrakan identitas sebuah tempat atau negara melalui sebuah bangunan.Batik yang secara internasional sudah diakui sebagai karya bangsa Indonesia,dianggap dapat melambangkan obyek budaya dan sanggup merepresentasikanberagamnya arsitektur tradisional sebagai manifestasi dari banyaknya perbedaansuku dan etnik budaya nusantara. Penelitian terhadap pesan visual padaaplikasi motif batik pada beberapa bangunan komersial di Jakarta dilakukanmelalui pendekatan fenomenologi, berdasarkan interview diketahui bagaimananara sumber menginterpretasikan batik dalam hubungannya dengan emosi,histori dan simbol. Pendekatan arsitektur tercakup ke dalam beberapa fungsidiantaranya adalah fungsi estetika. Fungsinya sebagai pelindung iklim, ada 3aspek yang ditinjau yaitu motif batik yang dipilih, dimana komposisi bidang masifdan voidnya mempengaruhi penyebaran sinar ke dalam bangunan secaramerata. Jenis dan karakter material yg digunakan, modul bahan dalam kaitannyadengan produksi dan struktur konstruksi bangunan. Fungsi sebagai capitalinvesment, bahwa bangunan yang memiliki ekspresi budaya dapat memberi nilailebih pada tapak dan lingkungannya, berpotensi memberi nilai asetkepariwisataan. Fungsi sebagai pembentuk perilaku /behavior modifier,dimana pada akhirnya pendidikan berkarakter dapat melalui media ruang kota,membantu pembentukan watak dan perilaku masyarakat untuk lebih mencintaibudaya melalui arsitekturnya. Pada fungsi ekspresif, motif batik dapat dijadikanalternatif artifisial dalam arsitektur untuk mengejewantahkan identitas melaluipenanda / landmark dan menjadi titik referensi untuk membantu orangmengorientasikan diri di dalam kota, memberi informasi tentang situasi lokasi,jalan, jarak dalam lingkungan kota untuk mudah diingat. Fungsinya sebagaisimbol, dibangun melalui proses panjang untuk membentuk persepsi akansebuah tanda atau ciri khusus. Motif batik memiliki makna, harapan dan latarbelakang cerita yang bernilai tinggi, tentu pemilihan motif jadi pertimbanganpenting dalam usaha mengaitkan dengan fungsi dan filosofi bangunannya. Motifmotifklasik seperti kawung dan parang yang sudah dikenal dalam skala lokaldan mancanegara, prosesnya relatif lebih cepat dan mudah untukmempersepsikannya sebagai simbol. Motif nitik randu seling yang maknakemakmurannya yang sesuai dengan fungsi bangunan komersial sepertiperkantoran pada studi kasus, memerlukan waktu yang jauh lebih panjang danberulang, untuk dikenali dan mempersepsikannya sebagai simbol dari motif batik.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?