DETAIL KOLEKSI

Persepsi visual penghuni dan pengunjung terhadap Landmark di Kawasan Banten Lama


Oleh : Sangiru

Info Katalog

Subyek : Design and planning - landmark city

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : M. I. Ririk Winandari

Pembimbing 2 : Etty R. Kridarso

Kata Kunci : visual perception, landmark, public perceptions and old Banten


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TS_AR_152151007_Halaman-judul.pdf 1737.17
2. 2018_TS_AR_152151007_Bab-1.pdf 1251.85
3. 2018_TS_AR_152151007_Bab-2.pdf 1300.7
4. 2018_TS_AR_152151007_Bab-3.pdf 1374.83
5. 2018_TS_AR_152151007_Bab-4.pdf 4220.4
6. 2018_TS_AR_152151007_Bab-5.pdf 622.6
7. 2018_TS_AR_152151007_Daftar-pustaka.pdf 1047.02
8. 2018_TS_AR_152151007_lampiran.pdf 1315.63

P Persepsi visual sangat penting karena indera penglihatan dirasa mampumewakilli sistem persepsi indera lain dalam menginterpretasikan makna dari sebuahobjek. Proses pengenalan obyek -obyek fisik yang paling awal adalah melalui inderapenglihatan atau visual. Dari hasil tangkapan indra penglihatan tersebut akanmembentuk persepsi penglihatan terhadap obyek – obyek fisik atau elemen lainnya.Persepsi masyarakat yang kuat terhadap landmark juga akan memberikan pengaruhyang sangat besar terhadap eksistensi dan label pada sebuah kawasan. Semakin kuatpersepsi visual dari masyarakat terhadap landmark tertentu akan memberikan korelasipositif terhadap daya tarik kota tersebut. Kawasan Banten Lama merupakan Kota Islammodern pada zamannya hal ini terlihat pada tata ruang kota serta bentuk designbangunannya. , Banyaknya peninggalan bangunan kuno dimasa lalu memberikanpeluang atau potensi untuk dijadikan landmark atau tetenger yang menjadi ciri khasProvinsi Banten. Menilik sangat pentingnya sebuah daerah atau kota untuk mempunyailandmark yang menjadi ciri khas sehingga bisa membentuk image atau citra kota,penelitian ini bertujuan untuk Menemukan Landmark Banten Lama berdasar persepsimasyarakat (Pengunjung dan Penghuni), Menemukan kriteria Landmark di BantenLama Menurut masyarakat (penghuni dan penghuni) serta menemukan faktor faktoryang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap landmark atau tetenger diBanten.citra kota Banten Lama berdasarkan persepsi visual pengunjung. Metodepenelitian menggunakan metode persepsi visual dengan skala rating terhadap 14Landmark (tetenger) yang terpilih berdasar seleksi kasus. Pengolahan data dilakukandengan cara kuantitatif, sementara dalam menganalisis nya secara kualitatif. Respondenterdiri dari 40 pengunjung dan 41 penghuni. Hasil menunjukkan bahwa Landmarkkawasan Banten Lama berdasarkan persepsi visual pengunjung dan Penghuniditampilkan melalui bangunan Masjid Agung Banten, Vihara Avalokitesvara, danKeraton Surosowan serta Makam Sultan Hasanudin.Sementara Untuk Faktor yangmempengaruhi persepsi pengunjung dan Penghuni diantara nya Usia, Pendidikan sertaPekerjaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Diharapkan hasil penelitian ini dapatmemberikan kontribusi kedepannya secara khusus untuk Pemda Provinsi Banten dalammemberikan skala prioritas dalam melakukan revitalisasi dan rekonstruksi terhadapbangunan heritage di Kawasan Banten Lama supaya tercipta Landmark atau tetengeryang menceriminkan kekhasan Banten

V Visual perception is very important because the sense of sight is able to represent theother sense perception systems in interpreting the meaning of an object Furthermore, thefirst physical object recognition process is through visual or visual senses. From thecapture of the sense of sight, it will form a visual perception of physical objects or otherelements. A strong public perception of landmarks will also have a huge influence on theexistence and label of an area. The stronger visual perception of the community towardscertain landmarks will give a positive correlation to the attractiveness of the city. BantenLama area is a modern Islamic city in its day this is seen in the urban spatial structureand the shape of the building design. , The number of relics of ancient buildings in thepast provided an opportunity or potential to be a landmark or tetenger that became thehallmark of Banten Province. Judging by the importance of an area or city to have alandmark that is characteristic so that it can shape the image or image of the city, thisstudy aims to find Old Banten Landmarks based on public perceptions (Visitors andResidents), Find the criteria of Old Banten Landmarks residents) and found factors thatinfluence public perception of landmarks or tetengers in Banten. Banten Lama city imageis based on visitors' visual perception. The research method uses visual perceptionmethod with a rating rating of 14 Landmarks (tetenger) selected based on case selection.Data processing is done in a quantitative way, while in analyzing it qualitatively.Respondents consisted of 40 visitors and 41 residents. The results showed that BantenLama's landmark was based on visual perception of visitors and occupants displayedthrough the Banten Grand Mosque building, Avalokitesvara Vihara, and SurosowanPalace and the Tomb of Sultan Hasanudin. The results of this study indicate that it isexpected that the results of this study can contribute in particular to the Banten ProvincialGovernment in providing priority scales in revitalizing and reconstructing heritagebuildings in the Old Banten Region to create a landmark or tetenger that reflects theuniqueness of Banten

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?