DETAIL KOLEKSI

Kajian Desain Pintu Dan Ornamenya Pada Istana Maimun Medan

3.0


Oleh : Irwansyah

Info Katalog

Nomor Panggil : 0002/T/2017

Subyek : Design and studies;Ornament

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Ahadiat Joedawinata

Pembimbing 2 : Yusuf Affendi

Kata Kunci : aesthetics, architecture, design, history, and maimun palace


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TS_MDP_191150022_Bab-1.pdf 842.14

I Istana Maimun merupakan salah satu bangunan bersejarah dan juga ikon serta kebanggaan kota dan warga Medan. Dibangun pada 26 agustus 1888 yang merupakan peletakan batu pertama. Istana Maimun merupakan salah satu dari sekian istana yang paling indah di Indonesia. Bangunan yang didominasi dengan warna kuning keemasan yang identik dengan warna khas Melayu, didirikan diatas tanah seluas 2.772 m2 dan mempunyai 30 ruangan, terdiri dari 2 lantai dan memiliki 3 bagian yaitu bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan.Istana ini memiliki arsitektur yang unik dengan perpaduan beberapa unsur kebudayaan Melayu bergaya Islam, Spanyol, India dan Italia. Perpaduan ini menyuguhkan keunikan inilah yang memberikan karakter khas bangunannya. Dimana suatu bangunan pasti memiliki pintu yang mempunyai fungsi dan makna tersendiri. Tidak terlepas dari itu Istana maimun juga memiliki beberapa pintu yang terdapat pada bagian tersebut ada beberapa ornamen dan elemen yang mempunyai tersendiri, seperti pintu yang terdapat pada sisi samping yang menghubungkan antara ruang induk istana dan ruang sayap kiri dan kanan istana. Pintu tersebut bukan hanya memiliki 2 buah daun pintu seperti khalayaknya pintu-pintu rumah biasanya, tetapi pintu istana maimun itu memiliki 4 buah daun pintu yang dimana sepasang dibagian luar dan sepasang dibagian dalam yang didesain berbeda. Selain itu juga terdapat pintu utama yang juga mempunyai fungsi dan makna tersendiri, hal ini yang menarik untuk diteliti. Berdasarkan hal diatas, ada beberapa masalah yang harus dirumuskan dalam rangka penelitian ini, yaitu; Bagaimana estetika bentuk arsitektur dan interior istana Maimun, dan apa makna simbol pada elemen pintu utama istana Maimun.Penelitian ini menggunakan pendekatan histori danpendekatan estetika. Pendekatan histori akan menyangkut pembahasan tentang asal-usul bentuk istana dan perkembangan fungsionalnya sejak didirikan hingga sekarang. Pendekatan estetika akan menyangkut pembahasan tentang bentuk pada arsitektur dan interior istana, bagaimana bentuk tersebut ditampilkan sehingga bisa menarik perhatian dan memiliki ciri khas yang unik ?. Dan tentang ilmu pendekatan-pendekatan desain yang berkaitan tentang penelitian yang akan menyangkut pembahasan tentang percampuran bentuk pintu utama pada Istana Maimun, serta yang menyangkut pembahasan tentang makna simbol yang terdapat pada pintu Istana Maimun.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Istana Maimun dan interiornya serta elemen pengisi ruang di dalamnya tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh estetika bentuk yang berasal dari budaya Melayu Deli dan budaya tradisional tertentu yang ada di indonesia tetapi juga dipengaruhi oleh estetika bentuk dari kebudayaan Spanyol, India dan Italia. Pengaruh budaya asing pada aspek arsitektur terdapat pada beberapa perabotan dan juga bahan bangunan yang diimpor dari eropa seperti, ubin lantai dan marmer.Sebagai warisan Kesultanan Melayu-Deli, Istana Maimun didominasi dengan warna kuning, khas Melayu. Pola arsitektur Belanda dengan pintu dan jendela lebar dan tinggi, serta pintu bergaya Spanyol menjadi bagian dari Istana Maimun. Pengaruh Islam terlihat dalam bentuk kurva atau arcade di beberapa bagian atap istana. Kurva yang berbentuk kapal terbalik yang dikenal dengan Persia Curve sering dijumpai pada bangunan di kawasan Timur Tengah, Turki, dan India

M Maimun Palace is one of the historic buildings and also the icon and pride of the city and citizens of Medan. Built on 26 August 1888 which was the first stone laying and was then inaugurated on May 18, 1891. Maimun Palace is one of the most beautiful palaces in Indonesia. The building is dominated by a golden yellow color that is identical to the typical Malay color, erected on a land of 2.772 m2 and has 30 rooms, consists of 2 floors and has 3 parts: the main building, the left wing and the right wing building.This palace has a unique architecture with a blend of several elements of Malay culture style of Islam, Spain, India and Italy. This blend presents this uniqueness that gives the typical character of the building. Where a building must have a door that has its own function and meaning. Not to be apart from that Maimun Palace also has several doors contained in the section there are some ornaments and elements that have its own, such as the door on the side that connects between the palace master room and the left and right wing palace. The door not only has 2 doors as the audience normally houses, but the door of the maimun palace has 4 door pieces which are where the outer and paired inside pair are designed differently. There is also a main door that also has its own function and meaning. This is interesting to investigate. Based on the above, there are several problems that must be formulated in the framework of this research, namely; How is the aesthetics of the architectural and interior forms of Maimun's palace, and what is the meaning of symbols on the main door elements of the Maimun palace.This research uses histori approach and aesthetic approach. The historical approach will involve a discussion of the origins of the palace form and its functional development since its establishment until now. The aesthetic approach will concern the discussion of the shape on thearchitecture and interior of the palace, how the shape is displayed so that it can attract attention and have unique characteristics ?. And about the science of design approaches related to the research that will concern the discussion of the main form ofthe door of Maimun Palace, and the discussion about the meaning of the symbol contained on the door of the Maimun Palace.The result of the research shows that Maimun Palace and its interior as well as elements of space filler are not fully influenced by the aesthetics of form derived from Malay Deli culture and certain traditional culture in Indonesia but also influenced by aesthetic form from Spanish, Indian and Italian culture. The influence of foreign culture on architectural aspects is found in some furniture and also building materials imported from europe such as floor tiles, marble and terrazzo. As the legacy of the Malay-Deli Sultanate, Maimun Palace is dominated by yellow, typical of Malay. The Dutch architectural pattern with wide and tall doors and windows, as well as Spanish-style doors being part of the Maimun Palace. The Dutch were also influenced on the marble inscription in front of the marble staircase written in Latin letters in Dutch. The influence of Islam is seen in the form of curves or arcades in some parts of the palace roof. The curve in the form of an inverted vessel known as the Persian Curve is often found in buildings in the Middle East, Turkey, and India.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?