DETAIL KOLEKSI

Pengaruh Tehnik Visualisasi,ritual Dan Lokasi Terhadap Makna Makna Yang Di Pancarkan Oleh Objek Batara Kala Dan Makara Pada Gerbang Candi Borobudur


Oleh : Andreanus Kurniawan

Info Katalog

Nomor Panggil : 0002/T/2017

Subyek : Visualization - Borobudur temple

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Ahadiat Joedawinata

Pembimbing 2 : Yusuf Affendi

Kata Kunci : visualization, Borobudur, ritual


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TS_MDP_191150002_Bab-1.pdf 286.73

C Candi Borobudur merupakan salah satu candi Buddhaterbesaryang terletak di Magelang, Jawa tengah. Selain itu juga, Candi Borobudur ini merupakan candi Buddha yang menganut ajaran Buddha Mahayana yang berasal dari India yang dibawa masuk kedalam Indonesia. Dan Candi Borobudur ini juga tidak terlepas dari unsur gerbang yang memisahkan antara setiap tingkatannya. Dan pada gerbang tersebut memiliki banyak objek khususnya yang menjadi fokuskajianpenelitian ini yaitu objek Batara Kala dan Makara. Dan oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam lagi tentang objek Batara Kala dan Makara dari sudut pandang makna dan teknik pembuatannya dengan tujuan yaitu mengembangkan wawasan mengenai makna dan teknik serta alat pembuatan objek Batara Kala dan Makara pada gerbang Candi Borobudur. Dan untuk mengkaji objek Batara Kala dan Makara pada gerbang Candi Borobudur maka metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan metode Kualitatif dengan pendekatan sejarah, estetika dan teknik. Dan denganinstrumen pengumpulan datayang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka untuk mengungkapkan sejarah dan makna pada objek penelitian. Dan selain itu juga, menggunakan instrumen observasi dan wawancara, hal ini dilakukan dengan tujuan mengkonfirmasi antara data lapangan dengan data pustaka. Dengan menggunakan metode ini menunjukan hasil dari penelitian ini yaitu bahwa makna Batara Kala dan Makara yang terdapat pada gerbang Candi Borobudur yaitu bertujuan untuk pembersih hati untuk peziarah atau pengunjung Candi Borobudur. Selain itu juga, teknik dan alat yang digunakan untuk pembentukan objek Batara Kala dan Makara pada Candi Borobudur dipastikan sama dengan alat yang digunakan pada jaman dahulu dan sekarang yaitu cuplik, tatah, dan penyecel. Hal ini dikarenakan pada saat pembangunan Candi Borobudur pada abad ke 8 dan sedangkan teknologi dan zaman besi masuk ke Indonesia pada abad ke 4.

T The Influenceof Visualization Techniques, Rituals and Location on The Meanings Emitted by The Object of Batara Kala and Makara at The Gates of Borobudur TempleBorobudur Temple is one of the largest Buddhist temples located in Magelang, Central Java. In addition, this Borobudur Temple is a Buddhist temple that embraces the teachings of Mahayana Buddhism originating from India brought into Indonesia. And this Borobudur Temple is also inseparable from the gate element that separates between each level. And at the gate has many objects, especially the focus of this research study is the object Batara Kala and Makara. And therefore, this study aims to examine more deeply about the object Batara Kala and Makara from the point of view of meaning and manufacturing techniques with the aim of developing insight into the meaning and techniques and tool making object Batara Kala and Makara at the gates of Borobudur Temple. And to study object Batara Kala and Makara at Borobudur Temple gate then method used in this research thatis with method of qualitative with approach of history, aesthetics and technique. And with the data collection instrument used in this study is literature study to reveal the history and meaning in the object of research. And besides that, using the observation and interview instruments, this is done with the aim of confirming between field data and library data. By using this method shows the results of this research that the meaning of Batara Kala and Makara contained at the gate of Borobudur temple thatis intended for cleaning liver for pilgrims or visitors of Borobudur Temple. In addition, the techniques and tools used for the formation of objects Batara Kala and Makara on Borobudur Temple is certainly the same as the tools used in antiquity and now the cuplik, tatah, and penyecel. This is because at the time of the construction of Borobudur Temple in the 8th century and while the technology and iron age entered into Indonesia in the 4th century.K

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?