DETAIL KOLEKSI

Kajian interface speedometer sepeda motor metik di indonesia, tentang pengaruh cara orang berkendara


Oleh : Hamdan Bahalwan

Info Katalog

Nomor Panggil : 0003/T/2017

Subyek : Motorcycle

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Pantas L.Tobing

Pembimbing 2 : Yan Yan Sunarya

Kata Kunci : design, automatic motorcycle.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TS_MDP_191150008_Halaman-Judul.pdf 654.39
2. 2017_TS_MDP_191150008_Bab-1.pdf 853.63
3. 2017_TS_MDP_191150008_Bab-2.pdf 1241.18
4. 2017_TS_MDP_191150008_Bab-3.pdf 525.11
5. 2017_TS_MDP_191150008_Bab-4.pdf 1339.92
6. 2017_TS_MDP_191150008_Bab-5.pdf 190.26
7. 2017_TS_MDP_191150008_Daftar-Pustaka.pdf 190.31

S Seiring bertumbuhnya perekonomian Indonesia, maka tumbuh pula kemampuan daya beli masyarakat. Masyarakat perkotaan, menggunakan kendaraan pribadi untuk menunjang aktifitas mereka. Sepeda motor metik, merupakan salah satu dari beberapa pilihan kendaraan pribadi di perkotaan di Indonesia. Juga mudahnya dalam mendapatkan kendaraan baru, membuat masyarakat berbondong-bondong membeli sepeda motor metik. Dalam setahun, pabrikan sepeda motor dapat menjual dua juta unit kendaraan lebih pada konsumen.Semakin banyaknya kendaraan di Indonesia, akan tetapi tidak diiringi dengan faktor-faktor keselamatan dalam berkendara. Seperti desain speedometer sepeda motor yang tidak memberikan peringatan pada pengendara ketika kendaraan sudah melalui kecepatan batas kota. Desain sepeda motor yang banyak terdapat pertemuan garis lurus yang menciptakan sudut lancip, sehingga membuat psikologi persepsi pengguna, akan memacu kendaraan dengan kecepatan yang tinggi. Sehingga ketika terjadi kecelakaan banyak diakibatkan karena pengguna sepeda motor, memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.Sepeda motor metik di Indonesia, dikuasai oleh tiga pabrikan motor, dan tiga model sepeda motor yang berbeda. Ada Honda BeAT, Honda Vario, dan Yamaha Mio M3. Permasalahan yang muncul dengan makin maraknya sepeda motor metik tersebut adalah tidak adanya peringatan kepada pengguna ketika memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Warna desain speedometer yang kurang mencolok, sehingga tidak dapat menjadi sebuah pengingat pengguna. Dengan adanya metodologi penelitian menggunakan estetik dan sosiologi desain, maka akan mendapatkan sebuah hasil baru tentang permasalahan yang ada. Dengan adanya permasalahan yang dihadapi tersebut maka, akan ditelaah lebih lanjut korelasi antara speedometer dengan cara orang berkendara. Sehingga dengan didapatkannya hasil tersebut pengguna dapat lebih mengontrol kecepatan ketika berkendara, dan juga dapat menekan jumlah kecelakaan lalu lintas akibat kecepatan sepeda motor yang melebihi batas wajar kecepatan normal. Selain itu pula, diharapkan agar pengguna lebih aware terhadap keselamatan dalam berkendara (safety riding).

A As the growth of the Indonesian economy grows, so is the ability of people's purchasing power. Urban people, using private vehicles to support their activities. Automatic motorcycles, is one of the few choices of private vehicles in urban areas in Indonesia. Also easy in getting a new vehicle, making people in droves to buy automatic motorcycles. Within a year, motorcycle manufacturers can sell two million more vehicles to consumers. The more vehicles in Indonesia, but not accompanied by the safety factors in driving. Like a motorcycle's speedometer design that does not provide a warning to the rider when the vehicle is over the city limits. Many motorcycle designs have straight-line encounters that create tapered corners, thereby making the psychology of the user's perception, will spur the vehicle at high speed. So when a lot of accidents caused due to motorcycle users, spur the vehicle with high speed. Automatic motorcycles in Indonesia, controlled by three manufactures of motorcycles, and three different models of motorcycles. There are Honda BeAT, Honda Vario, and Yamaha Mio M3. The problem that arises with the increasingly rampant motorcycle is the absence of warning to the user when driving the vehicle at high speed. The color of the speedometer design is less conspicuous, so it can not be a user reminder. With the research methodology using aesthetic and design sociology, it will get a new result on the existing problems.With the problems faced then, will be reviewed further correlation between speedometer with the way people drive. So with the obtained results users can better control the speed when driving, and also can suppress the number of traffic accidents due to motorcycle speeds that exceed the normal reasonable speed limit. In addition, it is expected that users are more aware of safety in driving (safety riding)

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?