DETAIL KOLEKSI

Optimasi Injeksi Surfaktan Nals Ampas Tebu Variasi Konsentrasi Pada Salinitas Tinggi


Oleh : Arinda Ristawati

Info Katalog

Subyek : Secondary recovery of oil

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Sugiatmo Kasmungin

Pembimbing 2 : Rini Setiati

Kata Kunci : NaLS bagasse surfactant, sandstone, surfactant injection, high salinity, variations of concentration


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TS_TM_Optimasi-Injeksi-Surfaktan_Halaman-Judul.pdf 2261.2
2. 2018_TS_TM_Optimasi-Injeksi-Surfaktan_Bab-1.pdf 923.56
3. 2018_TS_TM_Optimasi-Injeksi-Surfaktan_Bab-2.pdf 1707.35
4. 2018_TS_TM_Optimasi-Injeksi-Surfaktan_Bab-3.pdf 1286.25
5. 2018_TS_TM_Optimasi-Injeksi-Surfaktan_Bab-4.pdf 1811.44
6. 2018_TS_TM_Optimasi-Injeksi-Surfaktan_Bab-5.pdf 825.07
7. 2018_TS_TM_Optimasi-Injeksi-Surfaktan_Daftar-Pustaka.pdf 1000.18
8. 2018_TS_TM_Optimasi-Injeksi-Surfaktan_Lampiran.pdf 709.17

T Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh salinitas dan konsentrasi surfaktan tertentu terhadap hasil peningkatan perolehan minyak. Tahapan yang dilakukan sebelum proses injeksi surfaktan yaitu pengukuran sifat fisik batuan, pengukuran sifat fisik fluida dan pengujian screening surfaktan. Tahapan Pengujian screening surfaktan yaitu uji aqueous stability, uji kelakuan fasa, uji IFT, dan uji thermal. Pengujian screen surfaktan dilakukan terhadap komposisi salinitas brine dan konsentrasi surfaktan tertentu untuk melihat kondisi optimal dari surfaktan.Penelitian ini menggunakan Variasi salinitas tinggi dan konsentrasi surfaktan NaLS ampas tebu, yaitu pada salinitas 70.000 ppm,75.000 ppm dan 80.000 ppm dan konsentrasi 0,5%, 0,75%, 1%, 1,25%, dan 1,5%. Masing-masing diukur pada temperatur 60o C dengan menggunakan minyak ringan. Proses Injeksi surfaktan di lakukan pada sampel sandstone cores 2,3,4 dan 6.Hasil uji kelakuan fasa menunjukkan bahwa surfaktan ini menghasilkan emulsi fasa tengah yang cukup baik pada salinitas 70.000 ppm (0,75%;1,5%) dan salinitas 75.000 ppm (1%; 1,5%). Hasil Uji IFT diperoleh IFT terkecil pada salinitas 75.000 ppm (1,5%) dan IFT terbesar pada salinitas 75.000 ppm (1%). Hasil uji thermal diperoleh stabil pada salinitas 70.000ppm (1,5%) dan salinitas 75.000ppm (1,5%). Proses Injeksi surfaktan dilakukan pada Salinitas 70.000 ppm (0,75%;1,5% ) dan 75.000 ppm (1%;1,5%). Hasil Injeksi surfaktan tersebut didapatkan RF surfaktan flooding terbesar 5,1% pada Salinitas 75.000 ppm (1%) dan RF surfaktan flooding terkecil 3,34% pada salinitas 70.000 ppm (1,5).

T The purpose of this study was to determine the content and concentration in increasing oil reserves. Stages carried out before the surfactant injection process are measurements of physical properties of rocks, measurement of fluid physical properties and surfactant screening testing. The stages of surfactant screening testing are aqueous stability test, phase behavior test, IFT test, and thermal test. Screening surfactant testing was carried out on brine salinity composition and certain surfactant concentrations to see optimal conditions of surfactants. This study used high salinity variation and concentration of bagasse NaLS surfactant, ie at 70000 ppm, 75000 ppm and 80000 ppm salinity and the concentration was 0.5%, 0.75% , 1%, 1.25%, and 1.5%, each measured at a temperature of 60oC using light oil. The surfactant injection process was carried out on cores sandstone samples 2,3,4 and 6. Phase behavior test results showed that this surfactant produced a fairly good phase emulsion at 70,000 ppm (0.75%; 1.5%) and 75,000 salinity ppm (1%; 1.5%). The IFT test results obtained the smallest IFT at 75,000 ppm (1.5%) and the highest IFT at 75,000 ppm (1%). The results of the thermal test were obtained stable at 70,000ppm (1.5%) salinity and 75,000ppm salinity (1.5%). The surfactant injection process was carried out at Salinity 70,000 ppm (0,75%; 1,5%) and 75,000 ppm (1%; 1,5%). The results of surfactant injection showed that the largest RF surfactant flooding was 5.1% at 75,000 ppm (1%) and the smallest RF surfactant flooding was 3.34% at 70,000 ppm.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?