DETAIL KOLEKSI

Kajian perkembangan batik dalam perspektif budaya : Studi kasus Batik Parang


Oleh : Rizki Kurniawan

Info Katalog

Nomor Panggil : 0015/T/2010

Subyek : Fashion - Batik - Cultural perspective

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2010

Pembimbing 1 : Yusuf Affendi

Pembimbing 2 : Pantas L. Tobing

Kata Kunci : fashion, batik, heritage.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2010_TS_MDP_191080011_Halaman-judul.pdf 476.55
2. 2010_TS_MDP_191080011_Bab-1.pdf 262.7
3. 2010_TS_MDP_191080011_Bab-2.pdf 281.88
4. 2010_TS_MDP_191080011_Bab-3.pdf 25394.37
5. 2010_TS_MDP_191080011_Bab-4.pdf 27743.88
6. 2010_TS_MDP_191080011_Bab-5.pdf 101.11
7. 2010_TS_MDP_191080011_Daftar-pustaka.pdf 11503.36

B Batik, seperti telah diketahui adalah bentuk konkret dari sebuah kebudayaan yang diwarisi oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Berbagai pendapat dan faham mengenai asal-usul seni batik telah banyak dikemukakan baik oleh para ahli dari bangsa asing maupun dari para ahli dari Indonesia sendiri. Seperti diketahui, mereka kebanyakan berpendapat bahwa kesenian ini bukan berasal dari Indonesia, melainkan berasal dari pengaruh budaya di luar Indonesia khususnya pengaruh budaya Hindu yang berasal dari India bagian selatan. Namun demikian ada juga yang berpendapat bahwa kesenian ini asli berasal dari Indonesia. Pendapat ini tidak hanya untuk menumbuhkan kebanggaan semata, tetapi juga disertakan dengan sejumlah bukti dan kenyataan yang ditemukan dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti kebudayaan yang lain, batik dalam perjalanannya yang panjang juga telah mengalami banyak perkembangan dan perubahan. Batik khususnya motif parang telah mengalami dinamika perkembangan serta perubahan diberbagai masa dengan rentang waktu yang sangat panjang. Dari kurun waktu tersebut,dapat kita lihat bersama bahwa batik motif parang juga telah mengalami masa pasang surut, yang tidak hanya disebabkan oleh adanya pengaruh dari luar, tetapi juga dapat disebabkan oleh berbagai pengaruh dari dalam lingkungankebudayaannya sendiri.

B Batik, as already known is the form of a culture in herited by the ancestors of th Indonesians. Various opinion regarding the origins of batik art has often mentioned both by experts from outside Indonesia as well as from Indonesi aitself. As is known, they are mostly says that this art does not come from Indonesia, but came from outside Indonesia, particularly the influence of Hindu culture that comes from southern India. However there is also an opinion that this art originated from Indonesia. This opinion is not only make us pride, but also came with some evidence and facts that found in the various regions in Indonesia.Like other cultures, batik has under gone many developments and changes. Batik Parang in particular has experienced many developments and changes in different periods with a very long time span. From this period, we can see that batik parang have also experienced some ups and downs conditions, which not only caused by outside influences, but also can be caused by various influences from within his own culture.In a due process of change will produce a wide range of output that inevitably will influence directly a form of culture. These conditions also experienced by batik,especially batik parang in the process of developing and adapting to changes. Asin batik parang, which evolved from an art form that originated from within the palace, so must be degraded into common people batik that can be used by anyone for a sake of its existence . Batik in order to survive as a cultural form originated from Indonesia, should be able to adapt continuous changes tha toccur and on the other hand there must be sacrificed by decreasing the symbolic meanings of batik to continued its existence in the future.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?