DETAIL KOLEKSI

Persepsi kesesuaian fasad bangunan terhadap karakter kawasan di Koridor Jalan Bangunharjo Kauman Semarang


Oleh : Anashia Merliana Satriani

Info Katalog

Subyek : Architecture - Cultural heritage areas - Semarang;Architecture - Method of visual perception

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Maria Immaculata Ririk Winandari

Kata Kunci : building and elements that suitable, visual perception.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TS_AR_15200170006_Halaman-Judul.pdf 1292.13
2. 2019_TS_AR_15200170006_Bab-1.pdf 760.83
3. 2019_TS_AR_15200170006_Bab-2.pdf 2363.62
4. 2019_TS_AR_15200170006_Bab-3.pdf 1769.2
5. 2019_TS_AR_15200170006_Bab-4.pdf 3227.54
6. 2019_TS_AR_15200170006_Bab-5.pdf 697.08
7. 2019_TS_AR_15200170006_Daftar-Pustaka.pdf 803.1
8. 2019_TS_AR_15200170006_Lampiran.pdf 3358.08

K Kampung Kauman kota Semarang merupakan pusat perkembangan Agama Islam dan salah satu kawasan cagar budaya di kota Semarang. Beberapa keunikan yang ditemukan antara lain Masjid Agung Kauman, Pasar Johar, Rumah Tradisional, Pondok Pesantren dan adanya tradisi Dugderan. Jalan Bangunharjo adalah salah satu koridor jalan utama di Kampung Kauman dan juga merupakan akses utama menuju Masjid Agung Kauman (landmark). Tuntutan komersial, efisiensi lahan menimbulkan perubahan pada fasad bangunan yang kemudoan berdampak terhadap penampilan visual. Sebuah pengembangan kawasan sebaiknya harmonis dengan lingkungannya. Melalui penelitian mengenai fasad bangunan yang sesuai untuk koridor Jalan Bangunharjo. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bangunan dan elemen fasad yang sesuai untuk Jalan Bangunharjo ditinjau dari persepsi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan persepsi visual, responden dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan pengetahuan mengenai arsitektur yang pernah berkunjung atau tinggal dan beraktifitas di sekitar Jalan Bangunharjo. Variabel dalam penelitian ini adalah atap dan teritisan, setback, pintu, jendela, reklame, Ornamen, Warna dan material. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesione melalui skala likert. Hasil penetian didapatkan bahwa bangunan ysng sesuai adalah sebagai berikut bentuk atap limasan dan pelana, setback yang sesuai bangunan satu lantai tanpa selasar, tidak terlihat penggunaan reklame, penggunaan warna krem dan putih pada bangunan utama dan warna coklat tua pada ornamen. Untuk faktor yang menentukan kesesuaian adalah anggapan bahwa bangunan dan elemen fasad tersebut non komersil, kecil, harmonis, seragam dengan lingkungannya. Kesan harmonis didapat melalui pengulangan bentuk atap, teritisan serta bukaan pintu dan jendela pada fasad bangunan.

K Kampong Kauman Semarang is the central of islam development in Semarang City. Kampong Kauman include one of cultural heritage area. Some of the uniqueness that found in Kampong Kauman such as Masjid Agung Kauman, Johar Market, Traditonal Houses, Islamic Boarding Schools and Dugderan tradition. Jalan Bangunharjo is one of the main road and also the main access to reach Masjid Agung Kauman. Commercial demand, land efficiency causing chamges the façade of the building in Jalan Bangunharjo which had impact on visual appearance. A development of heritage area should continue the appearance of the façade to make harmonius with their environment. This research aims to find building and façade elements that suitable for Jalan Bangunharjo in terms of public perception. This research use quantitative methods with visual perception approach. The respondent divided into 2 group based on knowledge about architecture. The variables in this research are the roof and eaves, setback, door and windows, billboards, ornaments, colors and also materials. Data collected by questionnaire with Likert scale. The result showed that suitable building was follows: the shape of the roof is limaan or pelana, setback is one story building without a hallway, not seen the use od billboards, main building use of cream and white colour and dark brown for ornaments. For factor that determine suitable is the assumption that building and façade elements are non commercial, small, harmonious with their environment. Harmonious impression is obtained by the repetition of the shape roof, eaves and opening of doors and windows in the building’s façade.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?