DETAIL KOLEKSI

Analisis kinerja pelayanan bongkar muat general cargo di Pelabuhan Sampit

1.0


Oleh : Tiara Puspitasari

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Suwansi Saputro

Subyek : Forecasting;Port;Development

Kata Kunci : Bagemdamh; BOR; Forecasting; Port; Cargo


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TS_05112096_Halaman-Judul.pdf 1368.84
2. 2016_TA_TS_05112096_Bab-1.pdf 991.37
3. 2016_TA_TS_05112096_Bab-2.pdf 2071.68
4. 2016_TA_TS_05112096_Bab-3.pdf 2126.69
5. 2016_TA_TS_05112096_Bab-4.pdf 2081.31
6. 2016_TA_TS_05112096_Bab-5.pdf 3187.96

S Sebagai negara kepulauan, peran pelabuhan sangat vital dalam perekonomian Indonesia tidakterkecuali di Pelabuhan Sampit. Pelabuhan Sampit memiliki 2 terminal, Terminal Sampit danTerminal Bagendang. Namun untuk proses bongkar muat General Cargo, lebih di arahkan keTerminal Bagendang khususnya Dermaga Multipurpose I dan Multipurpose II. Oleh sebab ituperlunya peninjauan terhadap fasilitas pelabuhan dan BOR di Terminal Bagendang agar prosesbongkar muat berjalan secara efektif dan efisien. Berdasarkan data dari PT. Pelabuhan IndonesiaIII cabang Sampit tahun 2006 - 2015, untuk arus kunjungan kapal, barang dan BOR mengalamifluktuasi. Maka perlu ditinjau untuk 5 tahun mendatang khususnya untuk BOR agar diketahuifasilitas apa yang diperlukan. Untuk memprediksikan data 5 tahun mendatang digunakan forecasting di Ms. Excel. Kemudian keakuratannya dilihat menurut model trend eksponensial, linier, logaritma, polinomial orde 2 dan polinomial orde 3 yang didapat grafik tiap tahunnya meningkat. BOR pada tahun 2020 berdasarkan hasil forecasting didapat nilai 73,24%. Menurut buku UNCTAD tentang “Port Development”, agar proses bongkar muat dapat berjalan dengan lancar apabila nilai BOR ≥70% maka pelabuhan tersebut harus membuat tambahan 1 berth. Olehsebab itu, perlunya pengembangan pada Terminal Bagendang Pelabuhan Sampit denganmerencanakan Dermaga Mutipurpose III serta penambahan fasilitas pelabuhan seperti lapangan penumpukan dan gudang.

A As an archipelago, the port is very vital role in the economy of Indonesia, no exception in theSampit Port. Sampit Port has two terminals, Bagendang Terminal and Sampit Terminal. But forthe loading and unloading process General Cargo, more on point to Bagendang Terminal inparticular the Multipurpose Pier I and Multipurpose II. Hence the necessity of review againstport facilities and drill in Bagendang Terminal in order for the loading and unloading processesbecome more effectively and efficiently. Based on data from PT. Pelabuhan Indonesia III Sampitbranch 2006-2015, for visits traffic of the ship, goods and BOR fluctuation. It needs to bereviewed for the next 5 years to especially for BOR to make known what facilities are needed. Inorder to predict the next 5 years of data used in forecasting Ms. Excel. Then the accuracy is seenby exponential trend models, linear, logarithmic, polynomial order 2 and polynomial order 3 were obtained graph annually increased. BOR by 2020 based on the value of the obtained forecasting 73,24%. According to UNCTAD book about "Port Development", so that the loadingand unloading process can proceed smoothly if the value of BOR ≥ 70% then the port must make an additional 1 berth. Therefore, the need for development at the Bagendang Terminal of Sampit Port with plotting the pier as well as the addition of Mutipurpose III port facilities such as field buildup and warehouses.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?