DETAIL KOLEKSI

Analisis pekerjaan squeeze cementing pada sumur "P" lapangan "R"


Oleh : Prada Damara Putra

Info Katalog

Nomor Panggil : 1068/TP/2019

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Lilik Zabidi

Pembimbing 2 : Rizky Akbar

Subyek : Cement

Kata Kunci : casing, cementing, squeeze.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_TM_071001400125_Halaman-judul.pdf 2247.19
2. 2019_TA_TM_071001400125_BAB-1.pdf 770.96
3. 2019_TA_TM_071001400125_BAB-2.pdf 1673.9
4. 2019_TA_TM_071001400125_BAB-3.pdf 844.46
5. 2019_TA_TM_071001400125_BAB-4.pdf 1441.34
6. 2019_TA_TM_071001400125_BAB-5.pdf 602.6
7. 2019_TA_TM_071001400125_Daftar-Pustaka.pdf 812.61

S Squeeze cementing merupakan suatu proses penyemenan sumur dengan melakukan pemompaan bubur semen di titik target di dalam sumur. Pada penelitian ini di lakukan cementing sebanyak dua kali pada sumur P yang bertujuan untuk menutup zona perforasi zona O dan melakukan perbaikan bonding semen yang kurang baik pada sumur P. Pada penilitian ini akan menganilisa perhitungan volume semen, perhitungan volume displacement, perhitungan tekanan yang akan diberikan dan biaya yang akan dikeluarkan pada operasi squeeze cementing yang akan dilakukan serta uji keberhasilan cementing dengan squeeze job test. Proses squeeze cementing pada sumur P keduanya menggunakan pemompaan dengan metode hesitation squeeze pada pengerjaannya. Sumur P merupakan sumur produksi gas dengan kedalaman akhir 1354 meter dan Sumur P adalah sumur yang dibor secara directional (berarah) yang akan dilakukan pindah lapisan karena zona perforasi yang sudah ada mengalami penurunan laju produksi menurun. Untuk melakukan pembukaan lapisan di sumur ini zona perforasi O yang ada pada interval kedalaman 1318 meter sampai 1326 meter harus ditutup. Pada penutupan zona perforasi O ini dilakukan squeeze cementing dengan menggunakan metode bradenhead. Pada penyemenan zona perforasi O menggunakan 51 sak semen kelas G serta additive yang digunakan pada penyemanan antara lain adalah BAD-14L sebagai dispersant sebanyak 2.55 gals, BAR-18L sebagai retarder sebanyak 2.04 gals, BAL-22L sebagai fluid loss control sebanyak 51 gals, BAG-17L sebagai bonding agent sebanyak 30.6, dan BAF-26L sebagai anti foam sebanyak 1.53 gals. Desain semen yang digunakan memiliki TOC pada kedalaman 1251.41 meter, bubur semen yang digunakan sebanyak 10.79 bbl, water ahead sebanyak 30 bll, water behind sebanyak 5.7 bbl, dan vol displacement sebanyak 17.88 bbl setelah penyemenan selesai waktu yang dibutuhkan untuk semen mengeras yaitu selama 22 jam . kemudian setelah operasi penyeman selasai dilanjutkan dengan tes positif dan dilanjutkan dengan pengujian CBl dan didapatkan hasil yang kurang bagus dengan nilai CBL sebesar 40 - 60 mV dan diputuskan akan dilakukan perbaikan bonding semen dengan menggunakan metode block squeeze pada interval kedalaman 1250 meter sampai 1251 meter dengan tujuan agar air tidak ikut terproduksi. Operasi penyemenan untuk memperbaiki bonding semen ini menggunakan 50 sak semen serta serta additive yang digunakan pada penyemanan antara lain adalah BAD-14L sebagai dispersant sebanyak 2.5 gals, BAR-18L sebagai retarder sebanyak 2 gals, BAL-22L sebagai fluid loss control sebanyak 50 gals, BAG-17L sebagai bonding agent sebanyak 30, dan BAF-26L sebagai anti foam sebanyak 1.5 gals operasi penyemenan ini memiliki desain semen TOC pada kedalaman 1177.48 meter dan menggunakan bubur semen sebanyak 10.65 bbl. Operasi pernyemenan ini membutuhkan waktu semen mengeras selama 15 jam. Setelah operasi penyemenan ini selesai dilakukan kembali uji tes sumur dengan tes positif yang menunjukan bawha semen berhasil karena semen tidak ada kebocaran.

S Squeeze cementing is a process of cementing wells by pumping cement slurry at the target point in the well. In this study, cementing was carried out twice in P well which aims to close zone O perforation zone and repair unfavorable cement bonding in well P. In this research, it will analyze the calculation of cement volume, calculation of displacement volume, press calculation which will be given and the costs that will be incurred in the squeeze cementing operation will be carried out as well as the cementing success test with a squeeze job test. The squeeze cementing process in P well both uses pumping with the squeeze hesitation method for the process. Sumur P is a gas production well with a final depth of 1354 meters and Sumur P is a directional well that will be moved because the existing zone of perforation has decreased. To open the layers in this well the O perforation zone that exists at intervals of 1318 meters to 1326 meters must be closed. At the close of the O perforation zone a squeeze cementing was carried out using the bradenhead method. In cementing the O perforation zone using 51 sacks of G grade cement and additives used BAD-14L as a dispersant of 2.55 gals, BAR-18L as a retarder of 2.04 gals, BAL-22L as fluid loss control as many as 51 gals, BAG -17L as bonding agent of 30.6, and BAF-26L as anti foam as 1.53 gals. The design of the cement used has TOC at a depth of 1251.41 meters, the cement slurry used is 10.79 bbl, water ahead is 30 bll, water behind is 5.7 bbl, and volume displacement is 17.88 bbl after cementing is complete the time needed for cement is 22 hours. then after the braking operation, it was followed by a positive test and followed by a CBl test and a poor result with a CBL value of 40-60 mV was obtained and it was decided to repair cement bonding using the block squeeze method at a depth interval of 1250 meters to 1251 meters with the aim so that water is not produced. The cementing operation to repair the cement bonding uses 50 sacks of cement and additives used in the sowing include BAD-14L as a 2.5 gals, BAR-18L as a 2 gals, BAL-22L as a 50 gals, BAG-17L as 30, and BAF-26L as 1.5 gals. The cementing operation has a design of TOC cement at a depth of 1177.48 meters and uses cement slurry of 10.65 bbl.. After the cementing operation the well test was completed again with a positive test.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?