DETAIL KOLEKSI

Rancangan perawatan bus transjakarta menggunakan pensekatan realibility centered maintenance di Perum Damri sbu busway koridor I & VIII


Oleh : Muhammad Aditya Saputra

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Iveline Anne Marie

Subyek : Public transportation;Bus maintenance;User satisfaction

Kata Kunci : nursing, fmeca, rcm, prevention replacement url, reliability


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_TI_06311063_Halaman-Judul.pdf 843.51
2. 2015_TA_TI_06311063_Daftar-Pustaka.pdf 525.91
3. 2015_TA_TI_06311063_Lampiran.pdf 2428.13

T Transportasi saat ini sudah berkembang sangat pesat dan merupakan bagian terpenting yang tidak dapat dipisahkan dan kehidupan manusia. PERUM DAMRI SBU Busway Koridor I & VIII merupakan perusahaan yang bergerak dibidang transportasi publik, dimana untuk melayani masyarakat setiap harinya dibutuhkan 60 armada bus untuk beroperasi. Dikarenakan semua armada bus harus beroperasi setiap harinya, dibutuhkan perawatan - perawatan terhadap bus dan komponen - komponennya untuk meminimalisirkan kerusakan agar bus tetap dalam kondisi yang baik sehingga dapat memenuhi kepuasan pengguna jasa transportasi busway. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, PERUM DAMRI SBU Busway Koridor I & VIII masih melakukan perawatan komponen bus secara corrective dimana perawatan dilakukan ketika komponen bus sudah mengalami kerusakan. Pihak perusahaan sudah memiliki jadwal perawatan hanya untuk penggantian oh, namun untuk jadwal penggantian komponen belum terjadwal. Oleh karena itu sistem perawatan dengan menggunakan pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM) dilakukan, dimana pendekatan ini dapat mengembangkan maintenance yang terjadwal (Ramli, 2012). Penelitian ber sarkan pada bus transjakarta koridor VIII. Dan data kerusakan selama 1 tahun diperole komponen kritis yaitu brake, roda dan steering. Tujuan yang ingin dicapai adalah berikan usulan kebijakan perawatan dengan pendekatan RCM. Nilai kritis dan n tingkat risiko setiap komponen diidentifikasi dengan Failure Mode and Effect Criticality Analysis (FMECA ). Penggunaan pendekatan RCM akan menghasilkan kebijakan tan untuk setiap kom nen kritis. Hasil kebijakan untuk seluruh komponen kritis dan scheduled discard task. Kebijakan tersebut mengharuskan penggantian komponen secara bersesuai dean interval waktu penggantian tertentu sebelum umur komponen habis. Interval waktu penggantian pencegahan untuk komponen brake adalah 370 jam atau 8064 km, komponen roda 1988 jam atau 41832 km dan komponen steering 661 jam atau 14112 km. Penjadwalan penggantian pencegahan ini memberikan peningkatan nilai reliabilitas komponen brake sebesar 70,5 % dan 0,256 menjadi 0,961, komponen roda sebesar 12,5 % dan 0,604 menjadi 0,186 dan komponen steering sebesar 59,5 % dan 0,193 menjadi 0,788.

T Transport is now growing very rapidly and is the most important part that can not be separated and human life. PERUM DAMRI SBU Busway Corridor I & VIII is a company engaged in public transportation, where to serve the community every day it takes 60 buses to operate. Since all bus fleets must operate on a daily basis, maintenance of buses and components is required to minimize damage to keep the bus in good condition to meet the user satisfaction of the busway transportation services. Based on the observations made, PERUM DAMRI SBU Busway Corridor I & VIII still performs corrective bus component maintenance where maintenance is done when the bus component has been damaged. The company already has a maintenance schedule only for oh replacement, but for scheduled replacement of unscheduled components. Therefore the maintenance system using Reliability Centered Maintenance (RCM) approach is done, where this approach can develop scheduled maintenance (Ramli, 2012). The research was conducted on Transjakarta bus corridor VIII. And damage data for 1 year diperole critical component that is brake, wheel and steering. The objective to be achieved is to provide treatment policy proposal with RCM approach. The critical values ​​and n risk levels of each component are identified by Failure Mode and Effect Criticality Analysis (FMECA). The use of the RCM approach will result in a tan policy for each critical nen kom. Policy results for all critical components and scheduled discard task. The policy requires the appropriate replacement of components and certain replacement time intervals before the component's life is exhausted. Preventive replacement time intervals for brake components are 370 hours or 8064 km, wheel components 1988 hours or 41832 km and steering components 661 hours or 14112 km. This precautionary replacement scheduling provides an increase in the reliability value of brake components by 70.5% and 0.256 to 0.961, wheel components by 12.5% ​​and 0.604 to 0.186 and steering components by 59.5% and 0.193 to 0.788.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?