DETAIL KOLEKSI

Studi laboratorium mengenai pemilihan zat additive shale control untuk penanggulangan swelling clay pada formasi shale montmorillontte


Oleh : Utama Galang Akbar

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Lestari Said

Pembimbing 2 : Onnie Ridaliani

Subyek : Laboratory studies;Additive Shale Control

Kata Kunci : laboratory studies, additive shale control, swelling clay


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TM_07112216_Halaman-judul.pdf 2473.65
2. 2016_TA_TM_07112216_Bab-1.pdf 669.01
3. 2016_TA_TM_07112216_Bab-2.pdf 1156.66
4. 2016_TA_TM_07112216_Bab-3.pdf 1512.01
5. 2016_TA_TM_07112216_Bab-4.pdf 2976.62
6. 2016_TA_TM_07112216_Bab-5.pdf 929.79
7. 2016_TA_TM_07112216_Bab-6.pdf 562.4
8. 2016_TA_TM_07112216_Daftar-pustaka.pdf 857
9. 2016_TA_TM_07112216_Lampiran.pdf 2794.91

D Dalam operasi pemboran, sering sekali dijumpai permasalahan pada saat pemboran melewati formasi yang mengandung shale reaktif. Salah satunya yaitu mineral clay jenis montmorillonite yang bersifat smectite.Untuk mengatasi masalah tersebut dibuat formulasi lumpur yang ditambahkan additive shale control. Oleh karna itu dilakukan pengujian untuk mengetahui additive shale control yang paling efektif dalam menangani masalah yang ditimbulkan akibat mineral clay jenis montmorillonite. Dengan melihat seberapa besar pengaruhnya terhadap rheology dalam menghadapi kontaminan clay jenis montmorillonite dan juga terhadap pengembangan clay. Sampel additive shale control yang akan diuji antara lain PHPA, Soltex, Polyamine dan Glikol. Pada penelitian yang dilakukan didapat hasil, terjadi kenaikan daya serapmineral montmorillonite dengan menggunakan air murni dan lumpur tanpa zatadditive, sedangkan lumpur formulasi yang ditambahkan zat additive PHPA dapat mengurangi pengembangannya. Namun zat additive shale control Polyamine lebih direkomendasikan karna hasil running linear swell meter yang tidak jauh berbeda dengan lumpur formulasi ditambah zat additive PHPA, tetapi mampu mempertahankan rheologi pada saat terjadi kontaminasi dari clay jenismontmorillonite. Additive Polyamine ini direkomendasikan untuk temperaturerendah pada sumur migas.

I In drilling operation we often encountered problem when drilling through formation contain reactive shale. One of them is montmorillonite clay minerals. To overcome this problem we need to make mud formulations were added with shale control additive. Because of that problem we need to examined to determine the most effective shale additive in addressing problems caused by montmorillonote. By examine how big the influence on rheology to deal with clay contamination from montmorillonite and the development of clay. Shale control additive sample to be tested are PHPA, Soltex, Polyamine and Glikol. In the study conducted obtained an increase in the absorbsion of montmorillonite by using pure water and mud with no additive, while mud withPHPA can decrease the swelling. However polyamine is recommended becausethe result of linear swell meter do not have any significant different from mudwith PHPA, but able to maintain rheology when being contaminated bymontmorillonite clay. Polyamine additive is recommended for low temperature oiland gas wells.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?