DETAIL KOLEKSI

Analisis kinerja bongkar muat curah kering pada terminal Muarajati pelabuhan Cirebon


Oleh : Fahril Rizky Haryadi

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Suwandi Saputro

Pembimbing 2 : Christina Sari

Subyek : Performance analysis;Berth occupancy ratio;Dry bulk;Port of Cirebon;Port productivity

Kata Kunci : dry bulk, berth occupancy ratio


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_SP_05113028_Halaman-Judul.pdf 823.36
2. 2017_TA_SP_05113028_Bab-1.pdf 593.05
3. 2017_TA_SP_05113028_Bab-2.pdf 2680.03
4. 2017_TA_SP_05113028_Bab-3.pdf 2936.07
5. 2017_TA_SP_05113028_Bab-4.pdf 2926.96
6. 2017_TA_SP_05113028_Bab-5.pdf 272.86
7. 2017_TA_SP_05113028_Daftar-Pustaka.pdf 201.46
8. 2017_TA_SP_05113028_Lampiran.pdf 64578.28

K Komoditi yang paling menonjol pada Pelabuhan Cirebon dihasilkan oleh batubara dengan presentase 80% bongkar muat batubara dan 20% berupa pupuk, gypsum dan aspal. Rencana PT.PELINDO II Cabang Cirebon untuk terus mengembangkan pelabuhan ini agar dapat menyerap pengguna jasa di wilayah jawa barat agar beralih dari Pelabuhan Tanjung Priok, membuat akan meningkatnya produktifitas dan permintaan pada pelabuhan ini yang pada nantinya akan menyebabkan ketidak efisiensinya alat yang ada. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dilakukan penelitian untuk menganalisa kinerja bongkar muat curah kering dalam beberapa tahun mendatang. Dalam melakukan analisa kinerja ini data yang dibutuhkan berupa fasilitas pelabuhan, waktu pelayanan pelabuhan, spesifikasi kapal, spesifikasi alat bongkar muat, arus kunjungan kapal, arus barang dan rangkuman kinerja pelabuhan. Pada data arus barang dan kunjungan kapal dilakukan pengolahan data terlebih dahulu untuk memprediksi besarnya data di tahun-tahun mendatang. Hasil dari analisa kinerja pada tahun 2017 nilai BOR yang di hasilkan mencapai 96,417% dimana dibutuhkan pengembangan pelabuhan. Setelah dilakukan pengembangan maka analisa kinerja pada tahun 2022 menunjukan nilai BOR 68,66% dan tahun 2027 mecapai 70,31% menggambarkan bahwa Pelabuhan Cirebon sudah memenuhi standar kinerja yang telah di tetapkan.

C Coal is the most prominent commodity in Port Cirebon with percentage of 80% loading and unloading in total; while the rest of 20% is in the form of fertilizer, gypsum and asphalt. PT.PELINDO II Cirebon plans to keep developing this port, aiming to attract service users in the western Java region to move from the Port of Tanjung Priok; so the productivity and demand at this port will subsequently increase, causing the inefficiency of existing equipment. Based on these problems, it is necessary to conduct a research regarding the performance of dry bulk loading and unloading in the next few years. In conducting this performance analysis, the required data are port facility, port service time, ship specification, loading and unloading tools specification, ship traffic flow, goods flow and harbor performance summary. On flow of goods and ship visits conducted data processing in advance to predict the amount of data in the coming years. And as the results of performance analysis in 2017, BOR value in yield reached 96.417% in which port development is required. After the development, performance in 2022 is predicted as 68,66% in BOR value and in 2027 reaches 70,31%, this illustrates that the Port of Cirebon has met the performance standards which have been set.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?