DETAIL KOLEKSI

Analisis stabilitas lereng memakai perkuatan soil nailing dengan bantuan perangkat lunak snap 2 (studi kasus pada basement green office park 3 BSD)

5.0


Oleh : Lodisa Epakuawan

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Hendro Yassin

Subyek : Retaining wall system;Soil nailing

Kata Kunci : soil nailing, SNAP 2, retaining wall system


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_SP_05113051_Halaman-Judul.pdf 1956.41
2. 2017_TA_SP_05113051_Bab-1.pdf 520.88
3. 2017_TA_SP_05113051_Bab-2.pdf 4321.9
4. 2017_TA_SP_05113051_Bab-3.pdf 3228.4
5. 2017_TA_SP_05113051_Bab-4.pdf 2895.29
6. 2017_TA_SP_05113051_Bab-5.pdf 246.84
7. 2017_TA_SP_05113051_Daftar-Pustaka.pdf 98.71
8. 2017_TA_SP_05113051_Lampiran.pdf 2088.2

I Indonesia merupakan negara yang memiliki kondisi geologis dan geografis yang beragam. Kondisi yang beragam tersebut membuat daerah berbukit dan lereng banyak digunakan sebagai tempat tinggal maupun prasarana transportasi. Di beberapa daerah banyak kondisi tanah dan lereng yang tidak stabil. Sehingga berpotensi terjadi longsor. Oleh karena itu, dibutuhkan perkuatan pada lereng yang berpotensi terjadi longsor tersebut. Soil Nailing merupakan salah satu sistem dinding penahan tanah (retaining wall) yang umum digunakan untuk perkuatan pada lereng. Selain digunakan untuk penahan tanah pada lereng, metode soil nailing juga dapat digunakan pada pemotongan jalan, pelebaran jalan di bawah batas jembatan yang ada, pintu terowongan, memperbaiki dan mengkonstruksi ulang struktur penahan (retaining structures) yang sudah ada, hybrid soil nail systems, Shored Mechanically Stabilized Earth (SMSE) walls. Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk lebih mendalami cara mendesain dinding penahan tanah dengan sistem soil nailing, (2) mengecek desain lapangan yang ada sesuai dengan standar Soil Nail Walls Reference Manual, (3) memberi rekomendasi desain yang sesuai dengan standar dan memenuhi safety factor. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi segala pihak untuk menghindari terjadinya keruntuhan facing dinding soil nail pada perencanaan dinding penahan tanah. Studi ini secara khusus membahas cara mendesain dinding soil nail, mendesain ulang Potongan A, dan memberikan rekomendasi desain sesuai dengan manual. Temuan penelitian ini adalah (1) Tebal facing yang separuh dari persyaratan, sehingga sudah ada gejala keruntuhan facing di lapangan. (2) Kondisi safety factor global dengan adanya nail menjadi lebih tinggi, dan dengan menggunakan desain rekomendasi didapatkan safety factor yang jauh lebih aman.

I Indonesia is a country with diverse geological and display conditions. These diverse conditions make hilly areas and slopes widely used as residential and transportation infrastructure. In some areas many soil and slopes condition that is unstable. So there is a sliding potential. Therefore, reinforcement is required on a longer slope. Soil Nailing is one of the retaining wall systems commonly used for reinforcement on slopes. Besides being used for land retaining on the slopes, soil nailing methods can also be used for road cutting, road widening under existing bridge boundaries, tunnel doors, repairing and reconstructing existing retaining structures, hybrid soil nail systems, Shored Mechanically Stabilized Earth (SMSE) walls. The objectives of this research are: (1) to further explore how to design retaining wall with soil nailing system, (2) check the existing field design according to Soil Nail Walls Reference Manual standard, (3) provide design recommendation that comply with standard and fulfill Safety factor. This research is expected to be a reference for all parties to avoid the collapse of soil wall facing nail on the planning of retaining wall. This study specifically discusses how to design soil nail walls, redesign Section A, and provide design recommendations according to the manual. The findings of this study are (1) Facing thickness half of the requirements, so that there are already symptoms of collapse facing in the field. (2) The condition of global safety factor in the presence of nail becomes higher, and by using the recommendation design, safety factor is much safer.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?