DETAIL KOLEKSI

Hubungan kepatuhan antenatal care dengan angka kematian ibu pada ibu hamil


Oleh : Syaiful Syukur

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1145

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Sutopo Widjaya

Subyek : prenatal care

Kata Kunci : antenatal care, maternal mortality


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_KD_03013248_Halaman-judul.pdf 1126.46
2. 2017_TA_KD_03013248_Bab-1-PEndahuluan.pdf 623.85
3. 2017_TA_KD_03013248_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 940.39
4. 2017_TA_KD_03013248_Bab-3-kerangka-konsep.pdf 619.58
5. 2017_TA_KD_03013248_Bab-4-Metode.pdf 794.31
6. 2017_TA_KD_03013248_Bab-5-Hasil.pdf 607
7. 2017_TA_KD_03013248_Bab-6-Pembahasan.pdf 532.12
8. 2017_TA_KD_03013248_Bab-7-Kesimpulan.pdf 527.63
9. 2017_TA_KD_03013248_Daftar-pustaka.pdf 537.14
10. 2017_TA_KD_03013248_Lampiran.pdf 1525.21

A Angka kematian ibu di Indonesia masih jauh lebih tinggi daripada negara Asia Tenggara lainnya. Penyebab langsung kematian ibu diantaranya adalah pendarahan, eklampsi, aborsi, infeksi, partus lama, dan lain-lain. Upaya menurunkan Angka Kematian Ibu sangat dibutuhkan pelayanan Antenatal Care (ANC) yang berkualitas sesuai standar kebijakan Pemerintah, yaitu sekurang-kurangnya 4 kali selama masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan antenatal care dengan angka ibu pada ibu hamil. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2017. Sampel dipilih dengan metode consecutive non-probability sampling berjumlah 226 responden yang dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah Indramayu provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan studi analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data sekunder (rekam medik). Untuk melihat hubungan antara kepatuhan ANC dan angka kematian digunakan uji Chi-square. Batas kemaknaan yang digunakan adalah p<0,05. Penelitian ini menunjukkan angka kematian ibu hamil sebanyak 55 kasus (24,3%), dan melakukan ANC <4 kali sebanyak 132 (58,4%). Hasil uji analisis menyatakan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik (p=0.783). Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kepatuhan ANC dengan angka kematian ibu.

T The maternal mortality rate in Indonesia is still much higher than other Southeast Asian countries. Direct causes of maternal death include bleeding, eclampsia, abortion, infection, prolonged labor, and others. Efforts to reduce the Maternal Mortality Rate are urgently needed for quality Antenatal Care (ANC) services according to Government policy standards, ie at least 4 times during pregnancy. This study aims to determine the relationship between antenatal care adherence and maternal rates in pregnant women. The study was conducted in May - July 2017. Samples were selected by consecutive non-probability sampling method totaling 226 respondents conducted by Indramayu Regional General Hospital in West Java province. The study used observational analytic studies with cross-sectional research design. Data collection was carried out using secondary data (medical records). To see the relationship between ANC compliance and mortality, Chi-square test was used. The significance limit used is p <0.05. This study shows the mortality rate of pregnant women as many as 55 cases (24.3%), and doing ANC <4 times as much as 132 (58.4%). The results of the analysis test stated that there was no statistically significant relationship (p = 0.783). This study shows that there is no relationship between ANC compliance with maternal mortality rates.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?