DETAIL KOLEKSI

Penatalaksanaan perforasi sinus maksilaris akibat ekstraksi gigi posterior rahang atas (Studi Pustaka)


Oleh : Jocelin Sintano

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.522 SIN p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : drg. Wintono Komarjadi, Sp.BM.

Subyek : Maxillary sinus perforation;Maxillary posterior teeth

Kata Kunci : extraction, maxillary sinus, oroantral communication, oroantral fistula.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_KG_04011100_Daftar-Pustaka.pdf 644.27
2. 2015_TA_KG_04011100_Bab-4.pdf 664.75
3. 2015_TA_KG_04011100_Bab-3.pdf 697.38
4. 2015_TA_KG_04011100_Bab-2.pdf 1080.86
5. 2015_TA_KG_04011100_Bab-1.pdf 676.87
6. 2015_TA_KG_04011100_Halaman-Judul.pdf 1772.87
7. 2015_TA_KG_04011100_Lampiran.pdf 629.3

P Perforasi sinus maksilaris, atau yang biasa disebut komunikasi oroantral merupakan salah satu komplikasi umum yang sering terjadi pada prosedur ekstraksi gigi posterior rahang atas. Hal ini dikarenakan kedekatan anatomis antara apeks akar gigi posterior rahang atas dengan dasar sinus maksilaris. Penatalaksanaan perforasi sinus maksilaris akibat ekstraksi gigi posterior rahang atas dapat dilakukan melalui perawatan segera maupun perawatan bedah. Beberapa contoh teknik dalam perawatan bedah untuk penutupan komunikasi oroantral maupun fistula oroantral antara lain adalah buccal flap, palatal flap, pedicled buccal fat pad flap, bone graft, fibrin glue, Bio-Oss-Bio-Guide Sandwich Technique, plat logam dari emas atau gold foil, Bioabsorbable Root Analogue, transplantasi molar ketiga atas, dan Guided Tissue Regeneration. Masing-masing teknik memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diperhitungkan oleh seorang dokter gigi dalam memilih jenis dan teknik perawatan yang sesuai untuk kasus komunikasi atau fistula oroantral tertentu.

M Maxillary sinus perforation or oroantral communication is one of the most common complication that happens after an extraction procedure on maxillary posterior teeth, because of the close relationship between the apex of maxillary posterior teeth and the maxillary sinus floor. The management of maxillary sinus perforation due to maxillary posterior teeth extraction can be done either by immediate treatment or surgical treatment. Several methods of surgical treatment for closure of oroantral communication or oroantral fistula are buccal flap, palatal flap, pedicled buccal fat pad flap, bone graft, fibrin glue, Bio-Oss-Bio-Guide Sandwich Technique, gold plate or gold foil, Bioabsorbable Root Analogue, third maxillary molar transplantation, and Guided Tissue Regeneration. Each technique has its own advantages and disadvantages that must be considered by the dentist while choosing the right type of treatment for a certain oroantral case.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?