DETAIL KOLEKSI

Estimasi sumberdaya uranium mengunakan metode kringing di sektor Lemajung,Kalan Kalimantan Barat


Oleh : Dionisia Dwi Swari Prima Pranatasari

Info Katalog

Nomor Panggil : 307/TT/2016

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Pancanita Novi Hartami

Pembimbing 2 : Charul Nas

Subyek : Drilling And Boring

Kata Kunci : Uranium, variogram, kriging, Relative Kriging Standard Deviasi (RKSD)


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TB_HALAMAN-JUDUL.pdf 1200.86
2. 2016_TA_TB_07312055_Bab-1.pdf 94.78
3. 2016_TA_TB_07312055_Bab-2.pdf 372.62
4. 2016_TA_TB_07312055_Bab-3.pdf 717.13
5. 2016_TA_TB_07312055_Bab-4.pdf 440.63
6. 2016_TA_TB_07312055_Bab-5.pdf 258.3
7. 2016_TA_TB_07312055_Bab-6.pdf 100.41
8. 2016_TA_TB_07312055_Bab-7.pdf 95.75
9. 2016_TA_TB_07312055_Daftar-Pustaka.pdf 139.53
10. 2016_TA_TB_07312055_LAMPIRAN.pdf 2304.74

M Mineralisasi Uranium di Indonesia berada di sektor Lemajung, desa Kalan, Kecamatan Ella llir, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Terbentuknya Uranium di sektor Lemajung ini karena adanya intrusi Granit Sukadana yang terjadi pada kapur akhir, sehingga membawa Uranium untuk mengalir dalam batuan metalanau ataupun metapelite sekistosan. Mineralisasi Uranium pada daerah ini berupa urat yang mengisi fraktur, breksi tektonik, dan sekistositas batuan. Kegiatan eksplorasi Uranium telah dilakukan oleh BATAN dari tahun 1977 hingga tahun 2013. Data yang dihasilkan dari kegiatan eksplorasi yaitu 51 lubang bor dengan kedalaman sampai 300 meter, data tersebut digunakan untuk membentuk model geologi, yang menjadi dasar bagi proses estimasi sumberdaya. Salah satu metode estimasi sumberdaya adalah metode Kriging menggunakan alat yaitu variogram. Estimasi sumberdaya Uranium yang digunakan pada penelitian ini hanya pada orebody 19 karena jumlah samplenya mencukupi dengan rata-rata kadar 0.084 %. Variogram yang dibuat secara vertikal sesuai arah dari mineralisasi dengan azimuth 700, dip 00,dan secara horizontal yang tegak lurus dengan mineralisasinya. Hasil dari penelitian didapat sumberdaya tertunjuk yaitu 766 ton dan sumberdaya tereka yaitu 6.521 ton dengan kadar 0,084% U3O8 dengan range 60 m. Sehingga agar didapatkan sumberdaya terukur harus merapatkan spasi lubang bor menjadi 13 m

U Uranium mineralization in Indonesia is in Lemajung sector, Kalan village, Ella llir subdistrict, Melawi regency, West Kalimantan. Uranium formation in this sector happened because Sukadana Granite intrusion that happened at the end of the chalk, so bring Uranium to flow in metapelite and metalanau sekistosan rocks. Uranium mineralization in this area is like veins that filling fractures, tectonic breccia, and sekistositas rocks. Exploration of Uranium have been conducted by BATAN from 1977 to 2013. The data generated from the exploration activity are 51 drill holes with depths up to 300 meters, the data used to establish a geological model, which became the basis for the process of resource estimation. One method of the resource estimation is Kriging method with tool is variogram. Resource estimation of Uranium that used in this study only in orebody 19, because the sample is sufficient with average content 0.084%. Variogram is made vertically in the direction of the mineralization with azimuth 700, dip 00, and horizontally perpendicular to mineralization. The results of the study there are 766 tonnes indicated resources and 6.521 tonnes inferred resources with content 0.084% U3O8 and range until 60 m. So in order to get a measured resource must tighten drill hole spacing to 13 m.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?