DETAIL KOLEKSI

Hubungan rhinitis alergika dengan produktivitas kerja pada pekerja pabrik kasur X


Oleh : Novia Putri Rachmadhani

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1510

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Titi Fauzia Moertolo

Subyek : Rhinitis - Allergic;Occupational health and safety

Kata Kunci : work productivity, allergic rhinitis, stanford presenteeism scale, ARIA


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_SKD_03015145_Halaman-judul.pdf 743.94
2. 2019_TA_SKD_03015145_Pengesahan.pdf 639.5
3. 2019_TA_SKD_03015145_Bab-1_Pendahuluan.pdf 611.69
4. 2019_TA_SKD_03015145_Bab-2_Tinjauan-literatur.pdf 829.23
5. 2019_TA_SKD_03015145_Bab-3_Kerangka-konsep.pdf 684.55
6. 2019_TA_SKD_03015145_Bab-4_Metode.pdf 870.5
7. 2019_TA_SKD_03015145_Bab-5_Hasil.pdf 666.59
8. 2019_TA_SKD_03015145_Bab-6_Pembahasan.pdf 740.93
9. 2019_TA_SKD_03015145_Bab-7_Kesimpulan.pdf 603.93
10. 2019_TA_SKD_03015145_Daftar-pustaka.pdf 693.15
11. 2019_TA_SKD_03015145_Lampiran.pdf 0.27

B Besarnya jumlah pekerja di Indonesia dan angka produktivitas kerja yang rendah menyebabkan perlunya perhatian pekerja dalam kesehatan dan keselamatan kerja.Salah satu penyebab terganggunya produktivitas kerja di lingkungan industri adalah rhinitis alergika. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan rhinitis alergika dengan produktivitas kerja. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan studi potong lintang yang mengikutsertakan 49 pekerja di Pabrik Kasur, Karawang Indonesia. Data untuk rhinitis alergika didapatkan dengan menggunakan kuesioner ARIA dan wawancara. Untuk produktivitas kerja didapat dengan menggunakan kuesioner Stanford Presenteeism Scale. Analisis data menggunakan SPSS for Windows versi 25 dengan tingkat kemaknaan 0,05. Sebanyak empat puluh sembilan responden telah mengikuti penelitian ini dan didapatkan hasil yaitu pekerja yang memiliki produktivitas kurang baik sebanyak 24,5%, memiliki produktivitas baik sebanyak 75,5%, yang terkategori RA sebanyak 57,1% dan yang memiliki produktivitas kurang baik serta terkategori RA sebanyak 39,3%. Secara uji statistik hubungan antara rhinitis alergika dengan produktivitas kerja didapatkan bermakna (p=0,014). Terdapat hubungan antara rhinitis alergika dengan produktivitas kerja pada pekerja pabrik Kasur.

T The large number of workers in Indonesia and a low number of productivity causes the need for workers attention in occupational health and safety. One of thecauses of disruption of work productivity in the environment industry is allergic rhinitis. Therefore, it is necessary to conduct research that aims to study the relationship of allergic rhinitis with work productivity. The design of this study was observational analysis with a cross-sectional study approach that included 49 workers at the Mattress Factory, Karawang Indonesia.Data for allergic rhinitis were obtained using the ARIA questionnaire andinterviews. For work productivity obtained by using the Stanford Presenteeism Scale questionnaire. Data analysis using SPSS for Windows version 25 with asignificance level of 0.05. Forty-nine respondents received this research and obtained results namelyworkers who had less productivity of 24.5%, had good productivity as much as75.5%, categorized RA by 57.1% and those who had less productivity with categorized RA as much as 39.3%. With a statistical test the relationship between allergic rhinitis and work productivity was obtained (p = 0.014). There is a relationship between allergic rhinitis and work productivity in Mattressfactory workers.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?