DETAIL KOLEKSI

Penaggulangan liquid loading dengan memperhatikan pola aliran pada lapangan KMB


Oleh : Antonia Ryenda Pratiwi

Info Katalog

Nomor Panggil : 1063/TP/2019

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Sisworini

Pembimbing 2 : Djunaedi Agus Wibowo

Subyek : Well drilling

Kata Kunci : liquid loading, gas well problems, gas well deliquification, velocity string, critical rate.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. TA_TM_071001400024_Halaman-judul.pdf 3125.03
2. TA_TM_071001400024_Bab-1.pdf 653.15
3. TA_TM_071001400024_Bab-2.pdf 1723.41
4. TA_TM_071001400024_Bab-3.pdf 1328
5. TA_TM_071001400024_Bab-4.pdf 1914.72
6. TA_TM_071001400024_Bab-5.pdf 733.37
7. TA_TM_071001400024_Daftar-pustaka.pdf 603.45
8. TA_TM_071001400024_Lampiran.pdf 1201.14

L Lapangan KMB terletak di wilayah Sumatra Selatan. Sumur ini pertama kali dilakukan eksplorasi pada tahun 1990, dan mulai berproduksi di tahun 1998. awalnya memiliki 6 sumur produksi yaitu KMB-1 , KMB-2 , KMB-3 , KMB-4 , KMB-4 ,KMB-5 dan KMB-6. Namun saat ini, Sumur KMB-2 dan dan KMB-4 saat ini dijadikan sebagai water disposal. Permasalahan produksi yang sering terjadi pada sumur gas adalah terakumulasinya liquid pada dasar sumur yang diakibatkan oleh menurunnya tekanan reservoir dan kemampuan gas untuk mengangkat cairan terhambat atau yang lebih dikenal dengan liquid loading.Untuk menganalisa permasalahan tersebut, perlu dilakukan beberapa tahapan analisa. Perlu diperhatikan sejarah produksi masing-masing sumur, analisa laju alir kritis dengan membandingkan laju alir rata-rata pada tahun 2017 dengan hasil analisa menggunakan metode Turner dan Coleman, analisa pola aliran multifasa di dalam tubing menggunakan metode Dunn and Ross untuk mengetahui kondisi aliran yang terjadi pada tubing produksi untuk menghindari sumur berhenti berproduksi secara tiba-tiba. Apabila sumur diindikasikan terjadi liquid loading maka akan dilakukan aplikasi velocity string dengan mensimulasikan ukuran tubing 1” , 1 ¼”, dan 1 ½”.Melihat sejarah produksi Lapangan KMB, Sumur KMB-5 dan KMB-6 cenderung memproduksikan air lebih besar dibandingkan Sumur KMB-1 dan KMB-3. Untuk mengatahui kondisi terjadinya unloading dilakukan analisa laju alir kritis dengan menggunakan metode Turner dan Coleman, dengan membandingkan laju alir aktual rata-rata selama satu tahun berproduksi Sumur KMB-1 dan KMB-3 masih berada diatas laju alir kritis. Sedangkan Sumur KMB-5 dan Sumur KMB-6 sudah berada dibawah laju alir kritis. Analisa berikutnya dengan mengetahui pola aliran multifasa di dalam tubing. Sumur KMB-1 pola alirannya mist flow, sedangkan Sumur KMB-3, KMB-5,dan KMB-6 sudah membentuk aliran slug flow. Pola aliran ini tidak menyebabkan sumur berhenti berproduksi, namun dapat mempercepat atau menimbulkan unloading. Sumur KMB-5 dan KMB-6 akan dilakukan optimasi dengan menggunakan aplikasi velocity string. Dari analisa yang dihasilkan Sumur KMB-5 dipilih ukuran tubing 1 ½” dan Sumur KMB-6 ukuran 1 ¼”.

K KMB field is located in South Sumatra. This well was first explored in 1990, and began production in 1998. Initially it had 6 production wells namely KMB-1, KMB-2, KMB-3, KMB-4, KMB-4, KMB-5 and KMB-6 . But now, the KMB-2 and KMB-4 wells are currently used as water disposal. The production problem that often occurs in gas wells is the accumulation of liquid at the bottom of the well caused by decreasing reservoir pressure and the ability of the gas to lift the blocked fluid or better known as liquid loading.To analyze these problems, several stages of analysis need to be done. It should be noted the production history of each well, analysis of critical flow rates by comparing the average flow rate in 2017 with the results of analysis using Turner and Coleman methods, analysis of multiphase flow patterns in tubing using the Dunn and Ross method to determine the flow conditions that occur in production tubing to prevent the well from suddenly producing. If the well is indicated to have a liquid loading, the velocity string application will be carried out by simulating tubing sizes 1 ", 1", and 1½ ".Looking at the production history of the KMB Field, the KMB-5 well and the KMB-6 well tend to produce more water than the KMB-1 and KMB-3 wells. To find out the condition of unloading, critical flow rate analysis was carried out using the Turner and Coleman method, by comparing the actual flow rate on average for one year of production of KMB-1 Wells and KMB-3 still above the critical flow rate. While the KMB-5 and KMB-6 wells are already below the critical flow rate. The next analysis is to find out the multiphase flow pattern in the tubing. KMB-1 well is flow flow pattern, while KMB-3 well, KMB-5, and KMB-6 well have formed slug flow flow. This flow pattern does not cause wells to stop producing, but can accelerate or cause unloading. KMB-5 and KMB-6 wells will be optimized by using the velocity string application. From the analysis produced KMB-5 wells, the size of 1 ½ "tubing and KMB-6 size 1 ¼" were chosen.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?