DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dan indeks massa tubuh pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Trisakti angkatan 2012-2013


Oleh : Atika Asrianti Taslim

Info Katalog

Nomor Panggil : 641.52 Tas h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Francis Silooy

Subyek : Breakfast - Healthlife;Body mass index

Kata Kunci : breakfast habits, body mass index.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_KD_03011048_Halaman-judul.pdf 5280.86
2. 2015_TA_KD_03011048_Bab-1-Pendahuluan.pdf 833.82
3. 2015_TA_KD_03011048_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 1274.47
4. 2015_TA_KD_03011048_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 937.41
5. 2015_TA_KD_03011048_Bab-4-Metode.pdf 1100.36
6. 2015_TA_KD_03011048_Bab-5-Hasil.pdf 1039.52
7. 2015_TA_KD_03011048_Bab-6-Pembahasan.pdf 842.32
8. 2015_TA_KD_03011048_Bab-7-Kesimpulan.pdf 823.91
9. 2015_TA_KD_03011048_Daftar-pustaka.pdf 1003.25
10. 2015_TA_KD_03011048_Lampiran.pdf 1942

I Indeks massa tubuh (IMT) khususnya overweight dan obesitas pada penduduk dunia terus mengalami peningkatan. Banyak penelitian telah menguji hubungan antara pola kebiasaan sarapan dan berat badan dan atau IMT pada dewasa, remaja, dan anak-anak. Sebagian besar penelitian menyatakan dengan makan sarapan berhubungan dengan berat badan yang lebih sehat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan IMT pada mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Dalam penelitian ini diambil sebanyak 144 mahasiswa dan mahasiswi yang masih aktif mengikuti perkuliahan. Pemilihan sampel dilakukan secara non-random dengan menggunakan metode consecutive sampling. Data penelitian diambil di Fakultas kedokteran Trisakti pada bulan September 2014 sampai dengan bulan Januari 2015. Analisis data menggunakan uji statistik univariat bivariat yang diolah menggunakan SPSS 21.00 for Windows.HASIL Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa sebanyak 21 orang (14.58%) IMT rendah, 82 orang (56.94%) IMT normal, dan sebanyak 41 orang (28.47%) IMT overweight. Ditemukan sebanyak 23 orang yang biasa sarapan pagi (15.97%) dan 121 orang lainnya tidak biasa sarapan pagi (84.03%). Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dan indeks massa tubuh. nilai p-value adalah sebesar 0.18. Penelitian ini menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dan indeks massa tubuh.

T The body mass index (BMI) especially overweight and obesity in the world population continues to increase. Many studies have examined the relationship between patterns of breakfast habits and weight and / or BMI in adults, adolescents and children. Most studies state that eating breakfast is associated with a healthier body weight. The purpose of this study was to find out whether there was a relationship between breakfast habits and BMI in students. The research design used was cross sectional. In this study 144 students and students were taken who were still actively participating in the lecture. The sample selection was done non-randomly using the consecutive sampling method. The research data was taken at the Trisakti Medical Faculty in September 2014 until January 2015. Analysis of data using bivariate univariate statistical tests processed using SPSS 21.00 for Windows. RESULTS The results of the analysis showed that 21 people (14.58%) had low BMI, 82 people (56.94%) Normal BMI, and as many as 41 people (28.47%) BMI overweight. Found as many as 23 people who used to have breakfast (15.97%) and 121 other people for breakfast (84.03%). There is no relationship between breakfast habits and body mass index. p-value is 0.18. This study showed no significant relationship between breakfast habits and body mass index.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?