DETAIL KOLEKSI

Pengukuran beban kerja mental karyawan dengan Nasa-TLX dan usaha penurunan beban kerja mental dengan terapi pijat dan terapi musik serta terapi quantum


Oleh : Nur Astriyani Amalia

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Dian Mardi

Pembimbing 2 : Winnie Septiani, ST,Msi

Subyek : Interpersonal relations;human physiology;communication technology;human error.

Kata Kunci : Mental Workload, NASA-TLX, Job Stress, Personality Type, Massage Therapy and Music, Quantum Therapy,


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_TI_06304184_Judul.pdf 1657.96
2. 2011_TA_TI_06304184_Abstrak.pdf 1417.61
3. 2011_TA_TI_06304184_Daftar-isi.pdf 3643.64
4. 2011_TA_TI_06304184_Daftar-pustaka.pdf 953.06

P PT. Asuransi Jasa Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang asuransi. Dalam suatu perusahaan asuransi, karyawan (tenaga penjual) adalah elemen terpenting perusahaan, karena maju tidaknya perusahaan asuransi tergantung pada pemasaran produknya. Fungsi karyawan di divisi pemasaran yang sangat penting dan tanggung jawab yang besar menyebabkan tekanan pada karyawan tersebut, sehingga menimbulkan beban tersendiri bagi karyawan. Penelitian diawali dengan melakukan identifikasi awal yaitu identifikasi aktivitas karyawan, identifikasi Tingkat Stres (TS) menggunakan Stress Diagnostic Survey (SDS), dan identifikasi Tipe Kepribadian (TK) menggunakan Dushkin-Mc. GrawHill Test. Hasil identifikasi awal diketahui bahwa karyawan lebih banyak melakukam aktivitas dengan sisi kognitif (mental), karyawan mengalami TS yang tinggi dengan rata-rata skor nilai 4,82 dan sebagian besar karyawan memiliki TK. A yang cenderung rentan terhadap stres dengan rata-rata skor nilai 65,45. Berdasarkan hasil identifikasi awal, maka penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis Beban Kerja Mental (BKM) karyawan dan mengusulkan intervensi ergonomi sebagai upaya perbaikan untuk menurunkan BKM. Pengukuran BKM dengan menggunakan metode NASA-TLX (NASA-Task Load Index). Hasil pengukuran BKM pada kondisi awal menunjukkan adanya BKM yang tinggi pada karyawan dengan skor nilai 82,67. Intervensi ergonomi sebagai usulan perbaikan yang dilakukan untuk menurunkan BKM adalah dengan penerapan Terapi Pijat dan Musik serta Terapi Quantum. Pada penerapannya Terapi Pijat dilakukan bersamaan dengan Terapi Musik. Terapi Pijat dan Musik ilakukan sebanyak tiga k.li sesuai dengan jenis musik yang sw digunakan, yaitu Terapi Pijat dan Musik P i p, Mus Jazz, dan Musik Klasik. Setelah penerapan Terapi Pijat dan Musik Pop, , ' ul4an pen• uran BKM dengan NASA-TLX yang menunjukkan rata-rata BKM 56,91 (penurunan 31,1. Terapi Pijat dan Musik Jazz rata-rata BKM 57,77 (penurunan 30,12%), dan Terapi Pijat dart Musik Klasik rata-rata BKM 58,72 (penurunan 28,97%). Rata-rata BKM setelah penerapan Terapi Pijat dan Musik masih menunjukkan penggolongan BKM "tinggi". sehingga dilakukan penerapan terapi yang lain yaitu Terapi Quantum. Setelah penerapan Quantum, rata-rata BKM menjadi 40,54 (penurunan 50,96%). Terapi Quaiiiiiin may menurunkan BKM karyawan. Dari perbandingan kinerja karyawan sebelum dan sesudah intervensi ergonomi, dapat dievaluasi dengan menggunakan data premi terjadi peningkatan premi bruto sebesar 23,66% setalah dilakukan perbaikan. Dari hasil uji Nilai Rataan membuktikan bahwa adanya perbedaan rata-rata BKM karyawan sebelum dan sesudah intervensi ergonomi.

P PT. Asuransi Jasa Indonesia is an insurance company. In an insurance company, the employee (salesman) is the most important element that always must be guarded and maintained. The research began with early identification that consist of indentification employees' activity, identification of Stress Level (TS) use the Stress Diagnostic Survey (SDS), and identification of Personality Type (TK) use the Dushkin-Mc.GrawHill Test. Results found that early identification of employees to do more activities with cognitive (mental) side, employees experience a high TS with an average score of 4.82 and most employees have a TK A with an average score of 65.45. Based on the results of initial identification, this research aims to measure and analyze Mental Workload (BKM) and propose ergonomic interventions as an attempt to reduce BKM repair employees. BKM measurements using NASA-TLX. The measurement results BKM on initial conditions indicates the existence of BKM high value on employees with a score of 82.67. Proposed improvements to reduce the BKM from employee is with implementation of Massage Therapy and Music also Quantum Therapy. Practical implementations of massage therapy is conducted in conjunction with music therapy. Massage Therapy and Music conducted three times according to the type of music used, the Massage Therapy and Pop Music, Jazz Music, and Classic Music. After application of Massage Therapy and Pop Music, measured by NASA-TLX BKM showing average BKM 56.91 (31.16% decrease), Massage Therapy and Jazz Music BKM average of 57.77 (30.12% d crease) Massage Therapy and Classic Music BKM average of 58.72 (28.97% decrease). M ave e after the application of Massage Therapy and Music still shows the classi tion BKM • h", so that Quantum Therapy is carried out. After the application of turn Therapy, th .erage becomes 40.54 BKM (decrease 50,96%). Quantum therapy can reduce the BKM employees. Quantum therapy can reduce the BKM employees. From the comparison of employee performance before and after repair, can lig. evaluated using premium data increasedgross premiums amounted to 23.66% after ergonomic intervension. Frog*, Average Value Test the result prove there is the difference in avarage BKM employees before and after ergonomic intervension.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?