DETAIL KOLEKSI

Penalaan nilai frekuensi intstrumen musik pada metode rekaman


Oleh : Fendy Prasetiyo

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Suhartati Agoes

Subyek : Signal processing - digital techniques;Frequency distribution;Sound recording

Kata Kunci : digital audio recording, frequency, music, signal,


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_EL_06206012_1_Halaman-Judul.pdf 4821.91
2. 2011_TA_EL_06206012_7_Daftar-Pustaka.pdf 766.15
3. 2011_TA_EL_06206012_8_Lampiran.pdf 23836.25

T Teknologi rekaman dalam bidang musik telah dimulai sejak awal abad ke dua puluh sampai sekarang. Dalam prosesnya, perkembangan teknologi rekaman dari tahun ke tahun sangat cepat. Terutama di Indonesia, masalah-masalah dalam teknologi rekaman musik belum dipandang sebagai suatu pengetahuan secara serius, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan musik. Padahal saat ini telah banyak studio-studio rekaman yang terus aktif dalam melakukan rekaman¬rekaman musik. Pada saat merekam banyak sekali kendala-kendala suara pada saat merekam dan sulit mencari suara yang terbaik, salah satunya adalah noise. Metode sistem rekaman ini menggunakan komponen recorder seperti power mixer, preamplifier, dan Analog to Digital Converter (ADC) serta menggunakan instrumen alat musik yaitu piano dan bass, sedangkan untuk perangkat lunak yang digunakan adalah audio editor gold versi 9.2.15. Hasil simulasi menunjukkan bahwa frekuensi suara piano terbaik adalah saat power mixer tuning +20 dan +26 dan saat pre amp tuning +15 dan +20 dengan nilai frekuensi tangga nada do: 431 Hz, re: 460 Hz, mi: 500 Hz, fa: 511 Hz, sol: 556 Hz, la: 605 Hz, si: 659 Hz. Sedangkan untuk frekuensi suara bass terbaik adalah saat power mixer tuning +20 dan +26 dan saat pre amp tuning +15 dan +20, dengan nilai frekuensi tangga nada do: 328 Hz, re: 357 Hz, mi: 388 Hz, fa: 405 Hz, sol: 450 Hz, la: 490 Hz, si: 556 Hz. Apabila semua komponen recorder dinyalakan maka hasilnya akan lebih baik dibandingkan jika ada salah satu komponen yang dimatikan, walaupun noise yang dihasilkan akan semakin besar.

R Recording technology in the field of music has started since the beginning of the twentieth century until now. In the process, the development of recording technology from year to year was very quickly. Especially in Indonesia, the problems in music recording technology has not been viewed as a knowledge seriously, especially in music education institutions. Yet when this has been a lot of recording studios that continue to be active in doing music recordings. At the time of recording a lot of noise barriers at the time of recording and hard to find the best voice, one of which is noise. The method uses a recording system components such as power mixers recorders, preamplifiers, and Analog to Digital Converter (ADC) as well as musical instruments using the piano and bass, while for the software used is an audio editor gold 9.2.15 version. The simulation results show that the frequency of the best piano sound is when the power mixer tuning at +20 and +26 and pre amp tuning +15 and +20 with value scales do frequency: 431 Hz, re: 460 Hz, mi: 500 Hz, fa: 511 Hz, the sol: 556 Hz, la: 605 Hz, the: 659 Hz. As for the frequency bass sounds best is when the power mixer tuning of +20 and +26 and +15 as pre amp tuning and +20, with a frequency value scales do: 328 Hz, re: 357 Hz, mi: 388 Hz, fa: 405 Hz, sol: 450 Hz, la: 490 Hz, the: 556 Hz. If all the components of recorder is turned on then the result will be better than if there is one component that is turned off, although the noise generated will be greater

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?