DETAIL KOLEKSI

Penentuan ukuran lot optimal produk cover comp engine sprocket 11360-12G00 dengan mempertimbangkan jaminan mutu dan rework pada PT. Wijaya Karya - Intrade


Oleh : Risya Danastri S Putri

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Tiena G. Amran

Pembimbing 2 : Iveline Anne Marie

Subyek : Production control - Data processing;Production management - Quality control;Inventory control

Kata Kunci : determining optimal, cover comp engine, sprocket 11360-25G00, quality assurance, quality rework.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_TI_06307070_1_Halaman-Judul.pdf 6490.62
2. 2011_TA_TI_06307070_2_Bab-1.pdf 2046.48
3. 2011_TA_TI_06307070_3_Bab-2.pdf 10891.01
4. 2011_TA_TI_06307070_4_Bab-3.pdf 5161.36
5. 2011_TA_TI_06307070_5_Bab-4.pdf 10052.52
6. 2011_TA_TI_06307070_6_Bab-5.pdf 10474.51
7. 2011_TA_TI_06307070_7_Bab-6.pdf 10130.58
8. 2011_TA_TI_06307070_8_Bab-7.pdf 739.62
9. 2011_TA_TI_06307070_9_Daftar-Pustaka.pdf 673.8
10. 2011_TA_TI_06307070_10_Lampiran.pdf 2130.26

P PT WiKa-Intrade merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur yang menghasilkan komponen motor. Penelitian ini difokuskan pada produk yang memiliki permintaan terbesar. Permasalahan pada PT Wika-Intrade adalah ukuran lot produksi dan pemesanan bahan baku masih belum optimal, sehingga biaya yang dikeluarkan perusahaan saat ini cukup besar. Tidak semua produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baiksehingga perusahaan harus melakukan proses rework dan hanya dapat dikirimkan ke konsumen bila telah lobos spesifikasi. Perusahaan memerlukan suatu model yang dapat mengendalikan sistem perencanaan dan pengendalian bahan baku untuk kebutuhan produksi agar dapat selalu memenuhi kebutuhan konsumen yang mempertimbangkan jaminan mutu dan rework . Tujuan darn penelitian ini adalah untuk memberikan usulan sistem perencanaan dan pengendalian bahan baku untuk kebutuhan produksi dengan menentukan ukuran lot produksi dan ukuran pemesanan bahan baku yang optimal dengan total biaya yang minimum. Pada makalah ini perusahaan dapat memilih tiga alternatif usulan model yang mempertimbangkan jaminan mutu dan rework yaitu (a) single purchase multiple delivery (SPMD), (b) single purchase single delivery (SPSD), (c) lot-for-lot (LFL) . Pada masing-masing model ditentukan jumlah pemesanan dan jumlah ukuran produksi yang optimal serta biaya total. Masing-masing model dievaluasi untuk mendapatkan biaya total untuk sistem yang minimum. Dengan model yang digunakan saat ini perusahaan mengeluarkan biaya sebesar Rp 10.063.263.769,- sedangkan dengan model usulan (a)biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 7.935.892.359,- dengan alternatif (b) Rp 7.934.760.794,-dan alternatif (c) sebesar Rp 7.938.552.417,-. Penghematan pada total biaya system antara model yang digunakan saat ini dengan model usulan (b) yaitu Single Purchase Single Delivery (SPSD) adalah sebesar 26.83%, sehingga perusahaan disarankan untuk menggunakan model usulan Single Purchase Single Delivery (SPSD).

P PT WIKA-Intrade is a company engaged in the manufacturing industry producing motorcycle components. This study focused on products that have the greatest demand. Problems on PT Wika Intrade is the lot size and ordering the production of raw materials is still not optimal, so the cost incurred by the company today is very big. Not all the products have good quality, so the company must do rework process and can only be delivered to the consumer when it has escaped the specification. The company needs a model that can control the system of planning and control of raw materials for production needs in order to always meet the needs of consumers who consider quality assurance and rework. The purpose of this study is to provide the proposed system of planning and control of raw materials for production needs to determine the lot size production and size of the optimal ordering of raw materials with a minimum total cost. In this paper, companies can choose the three proposed alternative models that consider quality assurance and rework, namely (a) Single Purchase Multiple Delivery (SPMD), (b) Single Purchase Single Delivery (SPSD), (c) Lot-for-Lot (LFL ). In each model determined the number of bookings and the number of the optimal size of production and the total cost. Each model was evaluated to obtain the total cost for a minimum system. With models in use today the company issued a fee of Rp 10,063,263,769, -where as with the proposed model (a) the expenses incurred amounted to Rp 7,935,892,359, - with alternative (b) Rp 7,934,760,794,- and the alternative (c) of Rp 7,938,552,417, -. Savings on the total cost of the system between the models currently used by the proposed model (b) the Single Purchase Single Delivery (SPSD) is at 26.83%, so companies are advised to use the model proposed Single Purchase Single Delivery.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?