DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara kombinasi obat antipsikotik dan frekuensi merokok pada pada pasien skizofrenia


Oleh : Muhamad Faizal

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.898-FAI-h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Erita Istriana

Subyek : Antipsychotic drugs;Smoking

Kata Kunci : combination, drugs, antipsychotics, frequency, smoking


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_SKD_03011197_Halaman-judul.pdf 740.68
2. 2015_TA_SKD_03011197_Pengesahan.pdf 606.47
3. 2015_TA_SKD_03011197_Bab-1_Pendahuluan.pdf 560.13
4. 2015_TA_SKD_03011197_Bab-2_Tinjauan-literatur.pdf 629.24
5. 2015_TA_SKD_03011197_Bab-3_Kerangka-konsep.pdf 580.84
6. 2015_TA_SKD_03011197_Bab-4_Metode.pdf 596.52
7. 2015_TA_SKD_03011197_Bab-5_Hasil.pdf 547.29
8. 2015_TA_SKD_03011197_Bab-6_Pembahasan.pdf 536.25
9. 2015_TA_SKD_03011197_Bab-7_Kesimpulan.pdf 526.2
10. 2015_TA_SKD_03011197_Daftar-pustaka.pdf 538.07
11. 2015_TA_SKD_03011197_Lampiran.pdf 1281.95

K Kurang efektifnya monoterapi obat antipsikotik menjadi alasan untukmenggunakan kombinasi obat antipsikotik . Salah satu resiko penggunaankombinasi obat antipsikotik adalah peningkatan dari efek samping obat. Beberapapenelitian melaporkan bahwa pasien skizofrenia cenderung menghisap rokoklebih banyak setelah mendapat obat antipsikotik dosis tinggi. Nikotinmeningkatkan kadar dopamin di dalam otak, yang menurunkan efek sampingpengobatan antipsikotik seperti tremor, depresi, penglihatan yang kabur,kegelisahan, kekakuan otot atau gejala negatif dan defisit kognitif yang terkaitpenyakitnya.METODEPenelitian ini menggunakan studi observasional dengan desain potong lintangdengan jumlah sampel 103 orang pasien skizofrenia di rumah sakit jiwa drSoeharto Heerdjan Jakarta Barat. Data dikumpulkan dengan melakukanwawancara yang meliputi usia, jenis kelamin, status perkawinan, tingkatpendidikan, pekerjaan dan frekuensi merokok. Data kombinasi obat antipsikotikpasien diperoleh dari data di rumah sakit jiwa dr Soeharto Heerdjan. Analisis datamenggunakan SPSS versi 20 dengan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya0,05.HASILAnalisis dengan menggunakan uji chi-square menunjukan tidak terdapathubungan yang bermakna antara kombinasi obat antipsikotik dan frekuensimerokok (p=0,094).KESIMPULANDapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara kombinasi obat antipsikotikdan frekuensi merokok pada pasien skizofrenia.

T The lack of efficacy in antipsychotic drugs as a monotherapy is the reason whycombined therapies are used. One of the risks of using combined antipsychoticdrugs is an increase in adverse effects. A few studies suggest that schizophrenicpatients are likely to smoke more cigarettes after receiving a high dose of antipsychoticdrugs. Nicotine increases the level of dopamine in the brain, whichdecreases the adverse effects of anti-psychotic therapies such as tremors,depression, blurred vision, anxiety, muscle stiffness, negative symptoms, andcognitive deficiency related to the disease.METHODSThis study uses an observational study with cross-sectional design with a sampleof 103 schizophrenic patients in a mental hospital Dr. Soeharto Heerdjan WestJakarta. Data were collected by interview which includes age, gender, maritalstatus, education level, occupation and smoking frequency. Data antipsychoticdrug combination is obtained from the data of patients in mental hospitals Dr.Suharto Heerdjan. Data analysis using SPSS version 20 with significance levelused as 0.05.THE RESULTSAnalysis using chi-square test showed no significant association betweenantipsychotic drug combination and frequency of smoking (p = 0.094).CONCLUSIONThere is no relationship between a combination of antipsychotic drugs and thefrequency of smoking in schizophrenic patients.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?