DETAIL KOLEKSI

Tinjauan yuridis tindak pidana memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar dan memenuhi standar farmakope Indonesia (studi kasus putusan no.09/PID.SUS/2014/PN.PCT)


Oleh : Eky Rhizky

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Vience Ratna Multiwijaya

Subyek : Practical Pharmacy - Law - Indonesia

Kata Kunci : criminal law, criminal act, distribute pharmaceutical preparations without a marketing authorization


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_HK_01009164_Halaman-Judul.pdf 2648.55
2. 2016_TA_HK_01009164_Bab1.pdf 972.96
3. 2016_TA_HK_01009164_Bab2.pdf 1164.51
4. 2016_TA_HK_01009164_Bab3.pdf 861.92
5. 2016_TA_HK_01009164_Bab4.pdf 932.02
6. 2016_TA_HK_01009164_Bab5.pdf 810.76
7. 2016_TA_HK_01009164_Daftar-Pustaka.pdf 817.82
8. 2016_TA_HK_01009164_Lampiran.pdf 1573.16

T Tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi berupa kosmetik adalah barangsiapa dengan sengaja memproduksi dan/atau mengedarkan sediaan farmasi berupa kosmetika yang tidak memenuhi persyaratan dan tidak memiliki izin edar. Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar dipidana dengan pidana penjara dan denda. Pokok permasalahan yang diangkat adalah apakah perbuatan pelaku telah memenuhi atau tidak unsur-unsur Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 dan bagaimanakah bentuk penyertaan dalam tindak pidana memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar dan memenuhi standar Farmakope Indonesia? Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan data diolah secara kualitatif dan penarikan kesimpulan menggunakan logika deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tindak pldana mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar yang dilakukan terdakwa telah memenuhi unsur-unsur yang terkandung dalam Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yaitu : setiap orang, dengan sengaja, mengedarkan sediaan farmasi, tidak memiliki izin edar. Dalam perkara ini terdapat penyertaan dalam bentuk turut serta melakukan perbuatan (medepleg~r).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?