DETAIL KOLEKSI

Pekerjaan Dokter Gigi yang Terinfeksi Hepatitis B ditinjau dari Sudut Pandang Etika (Studi Pustaka)


Oleh : Dewi Kartika Patra

Info Katalog

Nomor Panggil : 174.2 Pat p

Penerbit : FKG - UsaKTI

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Dr. Danny Wiradharma, S.H., M.S.

Subyek : Ethics

Kata Kunci : Hepatitis B, Standard Precautions, Indonesia Code of Ethical Dentistry, HBV, CDC


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_KG_TA_04010059_Daftar-Pustaka.pdf 676.17
2. 2014_KG_TA_04010059_Bab-4.pdf 634.04
3. 2014_KG_TA_04010059_Bab-3.pdf 784.84
4. 2014_KG_TA_04010059_Bab-2.pdf 1165.01
5. 2014_KG_TA_04010059_Bab-1.pdf 659.33
6. 2014_KG_TA_04010059_Halaman-Judul.pdf 1286.1

H Hepatitis B adalah penyakit hati yang berbahaya karena bila tidak sembuh akan menjadi hepatitis kronis, sirosis hati atau kanker hati yang semuanya dapat menimbulkan kematian. Dokter gigi yang pekerjaannya selalu berkontak dengan saliva dan darah, dituntut untuk waspada dalam melakukan upaya pencegahan semaksimal dengan melakukan kewajiban yang telah di atur di dalam Kode Etik Kedokteran Gigi Indonesia. Sterilisasi peralatan kesehatan gigi merupakan salah satu tindakan kewaspadaan standar yang perlu diterapkan pada semua pasien. Dengan kewaspadaan standar ini setidaknya dokter gigi dapat terhindar dari kemungkinan tertular atau menularkan infeksi virus hepatitis B. Bagi dokter gigi dan mahasiswa terinfeksi HBV kronis yang menerapkan standar pengendalian infeksi dengan benar, tidak perlu dibatasi dalam praktik dan studi mereka karena status infeksi HBV. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika merekomendasikan batas ambang HBV DNA yang aman untuk berpraktik adalah 1000 IU/mL (5000 GE/mL).

H Hepatitis B is a serious problem because if the disease not cured can be a chronic hepatitis, cirrhosis of the liver or liver cancer which can eventually lead to death. In their works, dentist always have contact with the saliva and blood, are required to do their duty for prevent cross infection that has been set in Indonesia Code of Ethical Dentistry. Sterilization of dental equipment is one of the standard precautions that need to be applied to all patients. With this standard precautions dentist at least can avoid the possibility of contracting or transmitting hepatitis B virus infection. For chronic HBV-infected dentists and students who conform to current standards for infection control, HBV infection status alone does not require any curtailing of their practices or study. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) recommends value of serum HBV DNA considered safe for practice is less than 1000 IU/mL (5000 GE/mL).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?