DETAIL KOLEKSI

Uji aktivitas nano kitosan eksoskeleton kumbang tanduk (xylotrupes gideon L) terhadap stanphylococcus aereus (Laporan Penelitian)


Oleh : Novitasari

Info Katalog

Nomor Panggil : 611.018 NOV u

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Komariah, S.Si., M.Biomed

Subyek : Antifungal activity - nano chitosan antifungal effect;Anesthesia - dentistry

Kata Kunci : nano chitosan, Rhinoceros Bettle, Staphylococcus aureus, SEM, PSA, inhibition zone


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_KG_04011170_Halaman-Judul.pdf 1910.64
2. 2015_TA_KG_04011170_Bab-1.pdf 2932.96
3. 2015_TA_KG_04011170_Bab-2.pdf 2948.73
4. 2015_TA_KG_04011170_Bab-3.pdf 2929.27
5. 2015_TA_KG_04011170_Bab-4.pdf 2943.14
6. 2015_TA_KG_04011170_Bab-5.pdf 2940.19
7. 2015_TA_KG_04011170_Bab-6.pdf 2937.48
8. 2015_TA_KG_04011170_Bab-7.pdf 2926.39
9. 2015_TA_KG_04011170_Daftar-Pustaka.pdf 2934.54
10. 2015_TA_KG_04011170_Lampiran.pdf 2951.44

N Nano kitosan merupakan modifikasi fisik kitosan yang memiliki peran dalammenghambat pertumbuhan mikroorganisme, termasuk bakteri patogen di dalammulut, seperti Staphylococcus aureus yang menyebabkan infeksi abses apikalisakut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik kitosan darieksoskeleton kumbang tanduk yang telah dilakukan modifikasi fisik menjadinano partikel, dan menguji efektivitas nano kitosan sebagai antibakteri dalammenghambat pertumbuhan S.aureus. Pengujian partikel nano menggunakan ujiParticle Size Analyzer (PSA) dan uji Scanning Electron Microscope (SEM),sedangkan untuk uji efektivitas nano kitosan dilakukkan dengan metode difusimenggunakan kertas cakram, dengan konsentrasi 3000 ppm, 1500 ppm, 750 ppm,375 ppm, 250 ppm, dan 188 ppm. Berdasarkan hasil uji PSA membuktikan hasilmodifikasi fisik kitosan memiliki ukuran partikel nano dengan rata-rata ukuranpartikel sebesar 296,75 nm, gambaran mikroskopis dapat dilihat menggunakan ujiSEM pada pembesaran 1000x. Uji efektivitas nano kitosan dalam menghambatpertumbuhan S.aureus dapat dilihat dengan perbedaan diameter zona yangterbentuk pada beberapa konsentrasi nano kitosan. Berdasarkan uji statistikmenunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (P<0,05) pada masing-masingkonsentrasi, hal ini membuktikan bahwa modifikasi fisik kitosan kumbang tandukmenjadi nano partikel dapat menghambat pertumbuhan S.aureus, yangmemperlihatkan semakin tinggi konsentrasi nano kitosan yang digunakanberbanding lurus dengan zona hambat yang terbentuk. Pada penelitian inikonsentrasi yang membentuk zona hambat tertinggi pada 3000 ppm dankonsentrasi terendah pada 188 ppm.

N Nano chitosan is a physical modification of chitosan which posses antibacterialcapability, including Staphylococcus aureus, a bacteria which resides in ourmouth that can trigger the occurrence of infectious diseases, which is acute apicalabscess. This research was to evaluate whether the chitosan from exoskeletonRhinoceros beetle after physical modification has the characteristics ofnanoparticles and carried out to know the activity of nano chitosan in inhibitingthe growth of Staphylococcus aureus. Testing nanoparticles using Particle SizeAnalyzer (PSA) test and Scanning Electron Microscope (SEM), whereas to testthe effectiveness of nano chitosan by using diffussion methods, withconcentration 3000 ppm, 1500 ppm, 750 ppm, 375 ppm, 250 ppm, and 188 ppm.PSA test result obtained average particle diameter was 296.75 nm, themicroscopic picture can be viewed using SEM test with 1000x magnification. Theefectiveness test of nano chitosan in inhibiting S.aureus growth can be seen by thedifference in diameter zone formed at several concentration of nano chitosan.Based on statistical analysis showed a significant difference (P<0.05) at eachconcentration, this proves that the physical modification of nano chitosanRhinoceros beetle can inhibit the growth of S.aureus, which showed higherconcentration of nano chitosan used directly proportional to the inhibition zoneformed. In this study, the highest inhibition zone at 3000 ppm and the lowestconcentration at 188 ppm.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?