DETAIL KOLEKSI

Hubungan usia dengan atrisi gigi berdasarkan teori atrisi lovejoy (Laporan penelitian)


Oleh : Theressa Yolanda

Info Katalog

Nomor Panggil : 614.1 Yol h

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : drg. Alphonsus R. Q. DFM.

Subyek : Forensic

Kata Kunci : Attrition, Lovejoy, Indonesia, Identification, Age Estim ation


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_KG_04011212_Halaman-Judul.pdf 1272.73
2. 2015_TA_KG_04011212_Bab-1-Pendahuluan.pdf 622.29
3. 2015_TA_KG_04011212_Bab-2-Tinjauan-Pustaka.pdf 943.52
4. 2015_TA_KG_04011212_Bab-3-Kerangka-Teori-dan-Hipotesis.pdf 631.12
5. 2015_TA_KG_04011212_Bab-4-Metode-Penelitian.pdf 659.6
6. 2015_TA_KG_04011212_Bab-5-Hasil-Penelitian.pdf 656.98
7. 2015_TA_KG_04011212_Bab-6-Pembahasan.pdf 601.77
8. 2015_TA_KG_04011212_Bab-7-Kesimpulan-dan-Saran.pdf 590.55
9. 2015_TA_KG_04011212_Daftar-Pustaka.pdf 602.05
10. 2015_TA_KG_04011212_Lampiran.pdf 1939.27

S Salah satu cara dalam mengidentifikasi individu yang tidak dikenali adalah dengan penentuan usia. Lovejoy mengembangkan suatu teori penentuan usia berdasarkan derajat atrisi seseorang . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa akurat penentuan usia melalui teori atrisi dari Lovejoy pada orang Indonesia. Dilakukan pemeriksaan intraoral dengan bantuan scoring pada dua puluh lima sampel berusia antara 25 sampai 50 tahun yang terdiri dari lima kelompok umur dengan persyaratan tertentu. Scoring dibuat untuk membantu penentuan derajat atrisi yang nantinya akan di intepretasikan untuk dilakukan perbandingan dengan ketentuan sesuai teori Lovejoy. Hasil menunjukan bahwa semua sampel orang Indonesia memperlihatkan fase atrisi yang lebih muda 2 fase pada usia 25-35 tahun dan lebih muda 1 fase pada usia 35-50 tahun. Hal ini menunjukan bahwa derajat atrisi orang Indonesia lebih rendah yang dapat disebabkan karena pengaruh perbedaan ras, pola makan dan gaya hidup. Dengan demikian disimpulkan bahwa derajat atrisi Indonesia menurut standar atrisi Lovejoy adalah lebih ringan dibandingkan populasi yang digunakan oleh Lovejoy . Oleh karenanya, apabila teori ini digunakan untuk menentukan usia orang Indonesia perlu dilakukan penyesuaian.

I Individual age estimation is one way to identify an unknown corpse . Lovejoy develop a theory on how to determine the age of a person based on the degree of attrition. The purpose of this research is to find out the accuracy of Lovejoy’s age estimation theory for Indonesian people. Intraoral examination is carried out with the help of scoring on twenty-five sample aged between 25-50 years old that is divided into five different age group with certain requirements. Scoring helps to determine the degree of attrition which later will be interpreted so that it can be compared with the Lovejoy’s theory. Result shows that all the sample of Indonesian people shows two phase younger degree of attrition at the age of 25-35 years old. And one phase younger at the age of 35-50 years old , which means the degree of attrition of the Indonesian is lower due to the influence of differences in race, diet and lifestyle. Thus concluded that the degree of attrition in Indonesian people is lighter than the population used by Lovejoy. So, it is necessary to adjust the phase of attrition if this theory is being use to determine the age of the Indonesian people.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?