DETAIL KOLEKSI

Efisiensi penyisihan ion khrom heksavalen dari limbah industri elektroplating menggunakan resin penukar ion


Oleh : Sofia Febrianty

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 1998

Pembimbing 1 : re.nat H. Widyatmoko

Pembimbing 2 : Budirahardjo

Subyek : Wastewater treatment;Water - Quality control

Kata Kunci : industrial waste, reversible


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 1998_TA_STL_08292031_Halaman-Judul.pdf 1120.54
2. 1998_TA_STL_08292031_Bab-1.pdf 750.43
3. 1998_TA_STL_08292031_Bab-2.pdf 1609.53
4. 1998_TA_STL_08292031_Bab-3.pdf 869.63
5. 1998_TA_STL_08292031_Bab-4.pdf 3620.24
6. 1998_TA_STL_08292031_Bab-5.pdf 655.37
7. 1998_TA_STL_08292031_Daftar-Pustaka.pdf 689.53
8. 1998_TA_STL_08292031_Lampiran.pdf 2098.31

A Air limbah yang mengandung logam berat khrom heksavalen adalah termasuk kedalam limbah B-3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). lndustri yang menghasilkan limbah khrom heksavalen adalah industri elektroplating. Salah satu altematif pengolahan sebelum air limbah menggunakan resin penukar ion. Resin yang telah digunakan dapat Dari penelitian awal yang dilakukan adalah penelitian secara batch diketahui bahwa proses penukaran ion, baik selama penyisihan maupun regenerasi, dipengaruhi faktor kimiawi dan fisik, seperti ion yang ditukarkan, lama dan kecepatan pengadukan, waktu kontak (waktu detensi), konsentrasi larutan yang akan disisihkan, dan kehadiran ion lain. Proses penukaran ion dalam penyisihan dan regenerasi berlangsung efektif dengan dilakukan pengadukan cepat pada awal pencampuran. Reaksi penukaran ion berlangsung pada waktu yang singkat, yaitu 30 menit. Semakin pekat konsentrasi air limbah maka banyaknya ion yang dapat ditukarkan menjadi terbatas dan reaksi penukaran ion akan bersifat dapat-balik (reversible). Kehadiran ion lain dalam larutan akan menganggu proses penyisihandan regenerasi pada pengolahan limbah industri elektroplating.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?