DETAIL KOLEKSI

Pengendalian kegagalan proses produksi perangkat penggerak empat roda dengan menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan sistem pakar di PT. Hofz Indonesia


Oleh : Adrian Setyabudi

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Johnson Saragih

Pembimbing 2 : Dedy Sugiarto

Subyek : Quality control;Failure analysis (Engineering);Reliability (Engineering)

Kata Kunci : control of production process failure, four wheel drive device, FMEA method


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_TI_06307040_1_Halaman-Judul.pdf 7241.74
2. 2011_TA_TI_06307040_2_Bab-1.pdf 3290.83
3. 2011_TA_TI_06307040_3_Bab-2.pdf 9973.36
4. 2011_TA_TI_06307040_4_Bab-3.pdf 2999.21
5. 2011_TA_TI_06307040_5_Bab-4.pdf 16802.74
6. 2011_TA_TI_06307040_6_Bab-5.pdf 24916.14
7. 2011_TA_TI_06307040_7_Bab-6.pdf 1342.9
8. 2011_TA_TI_06307040_8_Daftar-Pustaka.pdf 639.59
9. 2011_TA_TI_06307040_9_Lampiran.pdf 4435.6

S Sejalan dengan berkembangnya sektor perkebunan dan pertambangan , maka kebutuhan akan kendaraan angkutan truck ringan yang menggunakan tenaga empat roda (atau lebih dikenal dengan sebutan Four Wheel Drive) meningkat dengan tajam . PT. HOFZ Indonesia memproduksi kendaraan angkutan truck ringan dengan sistem penggerak empat roda dan membuat sebagian besar komponen sistem penggerak empat roda tersebut di dalam negeri sehingga ketersediaan komponen menjadi mudah dan dapat memuaskan pelanggan.PT. HOFZ Indonesia merupakan perusahaan pertama yang dapat membuat komponen perangkat penggerak empat roda di dalam negeri. Dalam proses produksi , perangkat penggerak empat roda ini ditemukan beberapa kecacatan sehingga dapat menggangu sistem produksinya . Oleh karena itu, PT.HOFZ Indonesia ingin mengetahui apa yang mengakibatkan kecacatan atau kualitas yang rendah dari produk akhir yang dihasilkan. Untuk mengetahui sebab dari kecacatan produk, pertama-tama perlu diadakan identifikasi permasalahan dengan cara melakukan wawancara kepada kepala divisi produksi perusahaan sehingga dapat dilakukan penelitian menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Dengan metode ini, kita dapat mengetahui penyebab dari kegagaJan proses sehlngga dapat dilakukan tindakan perbaikan untuk mengatasi masalah kegagalan proses yang dihadapi perusahaan. NiJai RPN didapatkan dengan melakukan perhitungan perkalian antara nilai severity, occurrence, dan delectability, kemudian dipilih nilai RPN yang tertinggi, lalu basil dari FMEA akan direfleksikan ke daJam sistem pakar/expert sistem dengau menggunakan decision tree.Pada akhir proses pengolahan data, dapat ditarik kesimpufan bahwa pada FMEA terdapat 3 proses yang memiliki nilai RPN tertinggi yaitu 'proses boring pada trunjon (RPN : 192); 'proses facing, drilling,boring,(RPN: 168) dan 'incoming material'(RPN: 120).Expert system akan menyimpan kepakaran seorang pakar dan akan memberikan kemudahan kepada penggunanya untuk mengoperasikan program ini. Expert system ini menggunakan software Winexsys, dimana program in.i dapat menjadi sumber infonnasi untuk para pekerja di perosahaan tersebut unruk memudahkan proses pencarian informasi dan proses pengambilan keputusan dalam menghadapi berbagai masalah daiam proses produksi• tanpa barus berbobungan langsung dengan pakamya.

I In line with the expansion of the plantation and mining sectors, the need for light truck vehicles using four-wheeled power (or better known as Four Wheel Drive) increases sharply. PT. HOFZ Indonesia produces light truck transportation vehicles with four wheel drive system and makes most of the four-wheel drive system in the country so that the availability of components becomes easy and can satisfy customers. HOFZ Indonesia is the first company to manufacture four wheel drive components in the country. In the production process, four wheel drive device was found several defects that can disrupt the production system. Therefore, PT.HOFZ Indonesia wants to know what causes the disability or low quality of the final product produced. To find out the cause of product defect, first need to be identified problem by doing interview to head of production division of company so that can be done research using method of Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). With this method, we can know the cause of the tasks of the process so that corrective action can be taken to overcome the problem of process failure faced by the company. NiJai RPN is obtained by calculating the multiplication of severity, occurrence, and delectability value, then choosing the highest RPN value, then the result of FMEA will be reflected to the expert system system by using the decision tree. At the end of the data processing process can be drawn conclusion that in FMEA there are 3 processes that have the highest RPN value ie 'boring process on trunjon (RPN: 192); 'process facing, drilling, boring, (RPN: 168) and' incoming material '(RPN: 120) .Expert system will store expert expertise and will make it easy for users to operate this program. This expert system uses Winexsys software, where the program can be a source of information for workers in the company to facilitate the information retrieval process and decision-making process in dealing with various problems in the production process.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?