DETAIL KOLEKSI

Analisa pengembangan sektor basis di Wilayah Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT


Oleh : Siti Hawa Fitrah Eke

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Aidid A. Gafar

Pembimbing 2 : Vita Elysia

Subyek : Area development;Overlay method

Kata Kunci : development, base Sector


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_PW_08311029_Halaman-judul.pdf 1306.87

K Kabupaten Flores Timur, merupakan kabupaten kepulauan yang terdiri dari 3 pulau utama, salah satunya adalah Pulau Solor. Dengan luas wilayah < 2000 Km2 . Pulau Solor tergolong sebagai pulau kecil yang meliputi Kecamatan Solor Timur, Kecamatan Solor Barat dan Kecamatan Solor Selatan. Pertumbuhan ekonomi masing-masing kecamatan yang relatif rendah, serta sebagian masyarakat memustukan untuk merantau ke luar wilayah Pulau Solor mencerminkan pengembangan sektor-sektor ekonomi terutama sektor-sektor yang menjadi basis yang telah diarahkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Flores Timur belum optimal. Perlu adanya pengembangan sektor basis di wilayah Pulau Solor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta menumbuhkan kegiatan-kegaiatanekonomi yang terkait dengan sektor basis di wilayah Pulau Solor agar masyarakat dapat secara mandiri memenuhi kebutuhan dasarnya serta nyaman untuk menetap di wilayahnya sendiri. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis pengembangan sektor basis di wilayah Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT berdasarkan potensi dan kendala pengembangan dan penyebarannya dalam ruang wilayah Pulau Solor. Analisis dalam penelitian ini terkait dengan analisis potensi dan kendala pengembangan sektor basis di wilayah Pulau Solor terdiri dari aspek kependudukan, kebijakan dan spasial serta identifikasi kesesuaian lahan masing-masing sektor basis dalam ruang wilayah Pulau Solor. Dari hasil analisis potensi dan kendala dari aspek kependudukan, dimana potensi terdiri atas kapadatan penduduk rendah terkait dengan persebaran permukiman yang rendah sehingga ketersediaan lahan untuk penggunaan lahan masih tersedia, mata pencaharian penduduk yang berorientasi pada pertaniandan perikanan, kendala terletak kualitas sumberdaya yang rendah dari tingkat pendidikan karena tidak didukung oleh ketersediaan infrastruktur yang memadai, dari aspek kebijakan potensi dari kebijakan RTRW Kabupaten Flores Timur telah ditetapakan arahan kegiatan utama di Pulau Solor, penetapan Pulau Solor termasuk dalam sub wilayah laut terpadu oleh RTRW Provinsi NTT diharapkan dapat mendorong potensi perikanan dan kelautan wilayah Pulau Solor, kendalanya terdapat pada penjabaran beberapa sektor basis dalam ruang wilayah Pulau Solor belum secara rinci. Aspek spasial, potensi secara umum kondisi fisik wilayah Pulau Solor sesuai untuk pengembangan sektor-sektor basis dalam ruang wilayah Pulau Solor, sedang kendalanya kurang berkembangnya transportasi darat di wilayah PulauSolor. Berdasarkan aspek kependudukan, aspek kebijakan dan aspek spasial, sektor basis yang sesuai dengan wilayah Pulau Solor, dan terutama untuk dikembangkan sektor perikanan dan kehutanan.

R Regency of East Flores, is an archipelagic district consisting of 3 main islands, one of which is Solor Island. With an area of ​​<2000 Km2. Solor Island is classified as a small island covering East Solor Subdistrict, West Solor District and South Solor Subdistrict. Economic growth of each sub-district is relatively low, as well as some communities memoukan to wander outside the area of ​​Solor Island reflects the development of economic sectors, especially the sectors that have been based on the East Flores District Spatial Plan has not been optimal. There is a need to develop a base sector in the Solor Island region to promote economic growth and foster activitieseconomics related to the base sector in the Solor Island area so that people can independently meet their basic needs and are comfortable to settle in their own territory. The purpose of this research is to analyze the development of base sector in Solor Island area, East Flores regency, NTT Province based on the potential and constraints of its development and its spreading in Solor Island area space. The analysis in this research is related to the analysis of potential and obstacles of the development of base sector in Solor Island area consist of demography, policy and spatial aspects as well as identification of land suitability of each base sector in Solor Island area space. From the analysis of the potential and constraints of the population aspect, where the potential consists of low population density associated with low settlement distribution so that the availability of land for land use is still available, the livelihoods of the population oriented to agriculture and fisheries, the constraints lie in the low resource quality of the education level because it is not supported by the availability of adequate infrastructure, from the policy aspect of the policy potential of RTRW Kabupaten Flores Timur has set the main activity directives on Solor Island, the determination of Solor Island is included in the integrated marine sub-region by RTRW NTT Province is expected to encourage fishery and marine potential of Solor Island area, the obstacles are found in the explanation of some basic sectors in Solor Island area space not yet detailed. Spatial aspect, the general potential of Solor Island's physical condition is suitable for the development of base sectors in Solor Island area, while the constraints of underdevelopment of land transportation in the island regionSolor. Based on demographic aspect, policy aspect and spatial aspect, base sector in accordance with Solor Island area, and especially for developed fishery and forestry sector. Google Terjemahan untuk Bisnis:Perangkat PenerjemahPenerjemah Situs Web

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?