DETAIL KOLEKSI

The development plan of final processing facility using sanitary landfill method (case study C and E zone Rawa Kucing final processing facility, Tangerang city)


Oleh : Lingkan Claudia Poluakan

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Pramiati Purwaningrum

Pembimbing 2 : Dwi Indrawati

Subyek : Sanitary landfills

Kata Kunci : final processing facility, sanitary landfill, area method, Tangerang city


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TL_082001300025_Halaman-Judul.pdf 803.42
2. 2018_TA_TL_082001300025_Bab-1.pdf 62.91
3. 2018_TA_TL_082001300025_Bab-2.pdf 5936.9
4. 2018_TA_TL_082001300025_Bab-3.pdf 1563.82
5. 2018_TA_TL_082001300025_Bab-4.pdf 588.93
6. 2018_TA_TL_082001300025_Bab-5.pdf 1718.94
7. 2018_TA_TL_082001300025_Bab-6.pdf 229.23
8. 2018_TA_TL_082001300025_Bab-7.pdf 78.25
9. 2018_TA_TL_082001300025_Bab-8.pdf 57.88
10. 2018_TA_TL_082001300025_Daftar-Pustaka.pdf 56.88
11. 2018_TA_TL_082001300025_Lampiran.pdf 2593.37

K Kota Tangerang merupakan salah satu kota di Provinsi Banten dengan luas 164,55 km2, memiliki jumlah penduduk sebesar 2.047.105 jiwa pada Tahun 2015 dan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,62% tiap tahunnya. Penduduk yang padat menyebabkan penambahan volume sampah, sehingga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang memadai sangat diperlukan. Tempat Pemrosesan Akhir Rawa Kucing adalah TPA yang melayani Kota Tangerang dengan luas wilayah 37,7 hektar, terbagi menjadi tiga zona landfill dan fasilitas penunjang TPA. Hasil penilaian kelayakan lokasi TPA berdasarkan Integrated Risk Based Approach (IRBA) adalah sebesar 578,03 yang berarti bahwa berarti TPA Rawa Kucing termasuk pada kategori sedang. Oleh karena itu, TPA Rawa Kucing dapat diteruskan atau direhabilitasi menjadi lahan urug terkendali secara bertahap. Zona C dan E TPA Rawa Kucing sebagai landfill baru direncanakan menggunakan metode sanitary landfill sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Nomor 3 Tahun 2013. Zona C dan E mempunyai luas 49.791 m2, didesain menggunakan metode area sebagai metode pengurukan sampah. Umur Zona C dan E adalah 226 hari. Kebutuhan tanah penutup di Tahun 2017 adalah sebanyak 314,77 m3/hari dan Tahun 2018 sebanyak 324,19 m3/hari. Pipa leachate di Zona C dan E dipasang dengan metode cabang, menggunakan pipa PVC berdiameter 75 mm untuk pipa sekunder dan 100-300 mm untuk pipa primer. Pipa gas Zona C dan E berupa pipa vertikal, menggunakan pipa HDPE sebanyak 22 buah. Biaya total yang dibutuhkan untuk membangun Zona C dan E adalah sebesar Rp 160.827.034.356 dan biaya operasional sebesar Rp 939.903.649. Pembangunan Zona C dan E adalah perencanaan TPA Rawa Kucing pada jangka pendek (2017-2018). Perencanaan jangka menengah Tahun 2018-2021 adalah dengan perencanaan landfill mining, sedangkan untuk jangka panjang pada Tahun 2022-2026 adalah dengan reusable sanitary landfill dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah.

T Tangerang City is one of the cities in Banten Province with an area of 164,55 km2, a population of 2.047.105 in 2015 and population growth rate of 2,62% per year. The dense population causes an increase in the volume of waste, so an adequate Final Processing Facility is necessary. Rawa Kucing Final Processing Facility serves the city of Tangerang with an area of 37,7 hectares, divided into three landfills and support facilities. The result of feasibility study of landfill location based on Integrated Risk Based Approach (IRBA) is 578,03 which means Rawa Kucing Final Processing Facility is included in medium category. Therefore, Rawa Kucing Final Processing Facility can be continued or rehabilitated into a sanitary landfill gradually. C and E Zone at Rawa Kucing Final Processing Facility is planned to use sanitary landfill method based on the Regulation of Minister of Public Works Number 3 Year 2013. C and E Zone has an area of 49.791 m2. C and E Zone is designed using the area method as the waste pile-up method. The landfill age is 226 days with the waste pile-up starting September 2017. Soil cover requirement in 2017 is 314,77 m3/day and 2018 as much as 324,19 m3/day. Leachate pipes in C and E Zone is using PVC pipes of diameter 75 mm for the secondary pipes and 100-300 mm for the primary pipes. The leachate pipe system is using the branch method. Gas pipe at Zone C and E is using a vertical method, using HDPE pipes that consist of 22 pipes. The total cost that needed to build the C and E Zone is Rp 160.827.034.356 and a total operational cost of Rp 939.903.649. Construction of C and E Zone is the short term planning of Rawa Kucing Final Processing Facility in 2017-2018. The middle term planning in 20182021 is with landfill mining planning, and for the long term planning in 2022-2026 is by reusable sanitary landfill and Waste-to-Energy Plant.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?