DETAIL KOLEKSI

Desain interior Museum Perangko Indonesia Jl. Lapangan Banteng no.2 Jakarta Pusat


Oleh : Rachmania

Info Katalog

Nomor Panggil : 0006/DI/2010

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2010

Pembimbing 1 : Asih Retno D

Pembimbing 2 : Ati Waliati S

Subyek : Museum - Interior design

Kata Kunci : museum, stamps, information, communication, culture

M Museum merupakan suatu tempat yang didalamnya terjadi aktivitas mengumpulkan, merawat, dan memamerkan koleksi yang dimiliki dengan tujuan untuk mengkonservasi benda atau koleksi tersebut, menyampaikannya sebagai sarana edukasi, dan juga sebagai tempat alternatif rekreasi yang juga dapat menghibur pengunjung. Museum merupakan tempat yang dapat dimasuki semua orang tanpa adanya batasan. Tetapi pada kenyataannya saat ini, museum menjadi tempat kesekian untuk dikunjungi dan sering kali hanya menjadi tempat yang didatangi seseorang sekali dalam seumur hidup.Menikmati prangko identik mengenal peradaban bangsa itu sendiri. Begitu panjang sejarahnya sehingga sungguh rugi bila kita tidak mengenal seluk beluk tentang prangko. Koleksi yang dipamerkan dalam museum Ini adalah prangko yang berasal dari Indonesia.Ketika prangko belum ada, biaya pengiriman surat ditanggung oleh si penerima surat. Kemudian cara ini dihentikan karena orang yang dikirimi surat menolak untuk membayar. Dari situ munculah prangko pertama bernama ’The Penny Black’, yang bergambar wajah Ratu Victoria. Prangko ini dibuat oleh seorang pekerja Dinas Perpajakan Inggris bernama Sir Rowland Hill, yang terbit perdana pada tahun 1840 di Inggris.Berbagai macam gambar prangko menjadi daya tarik tersendiri. Selain menjadi alat pembayaran surat menyurat, prangko juga berfungsi sebagai alat informasi suatau negara dan selalu memiliki pesan-pesan penting berupa nasihat dan petuah bagi manusia dalam setiap gambarnya.Maka disediakanlah Museum Prangko yang berusaha untuk menjaga serta memamerkan berbagai jenis prangko yang terdapat di Indonesia agar kesenian ini dapat tetap bertahan dan tidak hanya menjadi sejarah di negeri sendiri akibat manusianya yang tidak peduli dengan hasil olahan hasil budayanya sendiri.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?