DETAIL KOLEKSI

Lansekap Monumen Yogya Kembali perancangan ruang terbuka sebagai sarana edukasi rekreatif (the landscape of Monumen Yogya Kembali open space design as recreative education feature)


Oleh : Putri Kharisma Utami

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2007

Pembimbing 1 : Ida Bagus Rabindra

Pembimbing 2 : Silia

Subyek : Open space - Yogyakarta;Natural monuments - Yogyakarta

Kata Kunci : landscape design, Monumen Yogya Kembali, open space design, recreational education facilities


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2007_TA_STL_08103018_Halaman-judul.pdf 831.83
2. 2007_TA_STL_08103018_Bab-1.pdf 367.28
3. 2007_TA_STL_08103018_Bab-2.pdf 2940.23
4. 2007_TA_STL_08103018_Bab-3.pdf 1389.87
5. 2007_TA_STL_08103018_Bab-4.pdf 845.57
6. 2007_TA_STL_08103018_Bab-5.pdf 1970.07
7. 2007_TA_STL_08103018_Bab-6.pdf 3192.77
8. 2007_TA_STL_08103018_Daftar-pustaka.pdf 66.13
9. 2007_TA_STL_08103018_Lampiran.pdf 3105.95

D Daerah Istimewa Jogjakarta dikenal kaya akan nilai-nilai sejarahnya, dikarenakan Jogjakarta pemah menjadi pengganti lbukota Republik Indonesia sementara ketika masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI. Selain sebagai kota pendiclikan clan kota perjuangan, Jogjakarta juga tidak terlepas dari keberadaan Kraton Ngayogyakarta, yang memiliki makna serta simbol-simbol budaya yang amat mempengaruhi kehidupan masyarakatnya.Pembangunan clan pengembangan Monumen Jogja Kembali yang diprakarsai oleh Sultan Hamengkubuwono IX dan Mantan Presiden Soeharto adalah sebagai salah satu upaya Pemerintah Daerah Kota Jogjakarta di dalam mengenang peristiwa 'Jogja Kembali' yang mengangkat nilai-nilai sejarah clan patriotisme perjuangan bangsa Indonesia di dalam menghadapi intervensi dari luar. Keberadaannya yang berada pada satu aksis garis lurus dengan Laut Selatan - Kraton - Gunung Merapi merupakan suatu ciri tersendiri yang sarat akan nilai budaya, din menjadi potensi tapak yang dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mengembangkan sebuah lansekap monumen tunggal, yang selain dapat berfungsi sebagai Ruang Terbuka Kota juga dapat menonjolkan bangunan monumen serta simbol dan makna nasionalisme yang terkandung di dalamnya, sehingga tujuan edukasi monumen dapat tereapai kepada masyarakat dengan pendekatan kegiatan yang bersifat rekreatif.Konsep pendekatan perancangan mengacu kepada tema Nation Building, yaitu usaha untuk membangun kembali serta meningkatkan citra Nasionalisme terhadap bangsa Indonesia, dengan cara penyelarasan ruang terbuka terhadap bangunan Monumen. Konsep tersebut menjadi koridor di dalam perancangan Lansekap Monumen Jogja Kembali dikaitkan dengan potensi serta kendala tapak yang ada.-

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?