DETAIL KOLEKSI

Penentuan prioritas pengerjaan proyek dan penjadwalan dengan Metode Analytical Hierarchy Process (APH)/ Critical Path Method (CPM) di PT. Bangtelindo


Oleh : Anggur Aulia Anggana

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2008

Pembimbing 1 : Parwadi

Subyek : Production scheduling;Critical path analysis

Kata Kunci : project work, scheduling, Analytical Hierarchy Process (APH) Method, Critical Path Method (CPM), PT.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2008_TA_TI_06301068_Halaman-Judul.pdf 5306.7
2. 2008_TA_TI_06301068_Bab-1.pdf 2084.74
3. 2008_TA_TI_06301068_Bab-2.pdf 10896.21
4. 2008_TA_TI_06301068_Bab-3.pdf 2155.73
5. 2008_TA_TI_06301068_Bab-4.pdf 22644.42
6. 2008_TA_TI_06301068_Bab-5.pdf 3781.25
7. 2008_TA_TI_06301068_Bab-6.pdf 1379.89
8. 2008_TA_TI_06301068_Daftar-Pustaka.pdf 1134.53
9. 2008_TA_TI_06301068_Lampiran.pdf 7494.6

P PT. Bangtelindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa instalasi dan pemeliharaan sarana telekomunikasi. Dalam pelaksanaannya, sebuah perusahaan jasa kontraktor haruslah mempunyai suatu tolak ukur atau kriteria sebelum menerima sebuah proyek dan mempunyai penjadwalan kerja yang baik. Perusahaan ini tidak mempunyai suatu tolak ukur atau acuan dalam menentukan prioritas dari proyek yang akan dikerjakan, dan hanya melakukan penjadwalan dengan perkiraan waktu saja.Beberapa tawaran proyek yang datang kepada PT. Bangtelindo harus ditentukan prioritasnya berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan atau komitmen dari perusahaan, dan dalam pengerjaannya harus dilakukan penjadwalan yang akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kriteria yang menjadi tolak ukur perusahaan dalam menentukan prioritas dan penjadwalan waktu dari proyek tersebut.Penentuan prioritas ditentukan dengan menggunankan metode Analytical Hierarchy Process (Al-1P). Pengerjaan metode ini diawali dengan melakukan wawancara dengan pakar untuk mengetahui kriteria, subkriteria dan alternatif. Lalu dilakukan pengisian kuesioner yang akan dihitung bobotnya dengan menggunakan matriks berpasangan. Kriteria yang menjadi tolak ukur adalah kelayakan teknis dengan subkriterianya jenis proyek, durasi, pemberi kerja, peluang kerjasama, lokasi dan risiko dan kelayakan ekonomis dengan subkriterianya nilai proyek, estimasi profit dan cara pembayaran. Dari hasil pembobotan didapatkan bahwa prioritas utama adalah pengkondisian ruang kerja dengan bobot 0,3858, lalu renovasi gedung dengan bobot 0,1870, lalu relokasi menara bobotnya 0,1611, lalu pengoperasian dan pemeliharaan gedung 0,1450 dan terakhir maintenance site sebesar 0,1212.Setelah diketahui prioritasnya, lalu dilakukan penjadwalan dengan Critical Path Method (CPM). Dengan pertama nrrliggukan urutan aktivitas, membuat jejaring, perhitungan jalur kritis dan penjadwalan waktu. Dari hasil CPM dapat terlihat durasi pengkondisian ruang kerja selama 15 hari, renovasi gedung 30 hari, relokasi menara 80 hari, jasa pengoperasian dan pemeliharaan gedung 12 hari, dan Maintenance site 20 hari, penghematan total pengerjaan secara keseluruhan adalah 43 hari.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?