DETAIL KOLEKSI

Efek ekstrak kelopak bunga rosella (hibiscus sabdariffa l.) terhadap densitas biofilm fusobacterium nucleatum dan porphyromonas gingivalis (in vitro) (laporan penelitian)


Oleh : James Sebastian

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.904.1 JAM e

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Dr. drg. Armelia Sari, M. Kes.

Subyek : Dentistry - Oral Surgery

Kata Kunci : Roselle flower, hibiscus sabdariffa L., fusobacterium nucleatum, porphyromonas gingivalis, biofilm.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_KG_040001500088_Halaman-Judul.pdf 714.86
2. 2019_TA_KG_040001500088_Bab-1.pdf 620.26
3. 2019_TA_KG_040001500088_Bab-2.pdf 884.63
4. 2019_TA_KG_040001500088_Bab-3.pdf 679
5. 2019_TA_KG_040001500088_Bab-4.pdf 679.18
6. 2019_TA_KG_040001500088_Bab-5.pdf 914.29
7. 2019_TA_KG_040001500088_Bab-6.pdf 628.79
8. 2019_TA_KG_040001500088_Bab-7.pdf 603.82
9. 2019_TA_KG_040001500088_Daftar-Pustaka.pdf 634.09
10. 2019_TA_KG_040001500088_Lampiran.pdf 3024.32

P Penyakit periodontal merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang menjadi masalah penting dan sering ditemukan di seluruh dunia terutama di Indonesia. Fusobacterium nucleatum dan Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri red complex yang berperan penting dalam patogenesis penyakit periodontal. Terapi penyakit periodontal dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti kontrol plak dan penggunaan obat kumur antimikroba. Alternatif terapi periodontal bisa dilakukan dengan penggunaan obat herbal yang sedang diteliti salah satunya seperti bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) yang sudah banyak digunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, pencegahan penyakit jantung, dll. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap densitas biofilm monospesies F. nucleatum, monospesies P. gingivalis, dan multispesies F. nucleatum dan P. gingivalis secara in vitro. Pengukuran densitas biofilm dilakukan dengan metode biofilm assay dimana bakteri-bakteri tersebut dibiakan dalam 96 well-plate selama 3x24 jam kemudian ditetesi ekstrak kelopak bunga rosella dengan konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12.5%, 6.25%, 3.125%, 1.5%, medium Brain Heart Infusion (BHI) broth (kontrol negatif) dan klorheksidin glukonat 0,2% (kontrol positif). Well-plate tersebut diinkubasi selama 1 jam, 6 jam, dan 24 jam pada suhu 37℃ kemudian diberi pewarnaan crystal violet. Densitas biofilm diukur dengan microplate reader. Hasil pengukuran optical density (OD) menunjukan bahwa setiap konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosella dapat menghambat densitas biofilm monospesies P. gingivalis, monospesies F. nucleatum, dan multispesies. Konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosella 100% memiliki daya hambat terbesar untuk masa inkubasi 1 jam, 6 jam, dan 24 jam. Hasil uji statistik dengan uji ANOVA satu jalan menunjukan bahwa ekstrak kelopak bunga rosella memiliki perbedaan yang bermakna (p<0,05) terhadap densitas biofilm monospesies F. nucleatum, monospesies P. gingivalis, dan multispesies. Hasil uji ini menunjukan bahwa ekstrak kelopak bunga rosella dapat menghambat densitas biofilm seluruh bakteri.

P Periodontal disease is one of the most important oral health problems in the world especially in Indonesia. Fusobacterium nucleatum and Porphyromonas gingivalis are include as red complex bacteria that are pivotal in the pathogenesis of periodontal disease. Therapy of periodontal disease can be done by various ways such as plaque control and application of antimicrobial mouth wash. Alternative of periodontal therapy is possible to do by using of herbal plants such as roselle flower (Hibiscus sabdariffa L.) that has been used for increasing body immune, preventing heart disease, etc. This research aims to determine the effect of roselle flower petals extract (Hibiscus sabdariffa L.) on biofilm’s density of monospecies F. nucleatum, monospecies P. gingivalis, and multispecies F. nucleatum and P. gingivalis in vitro. Measurement of biofilm’s density is done with biofilm assay method which is all of those bacteria were cultured inside the 96 well-plate for 3x24 hours. Different concentrations of roselle flower petals extract (100%, 50%, 25%, 12.5% , 6.25%, 3.125%, and 1.5%), Brain Heart Infusion (BHI) broth (negative control), and 0.2% chlorhexidine gluconate (positive control) were added and the well-plate were incubated for 1 hour, 6 hours, and 24 hours at 37℃. Biofilms in the well-plate were stained using crystal violet and optical density was measured using a microplate reader. Results of measurement optical density showed that every concentration of roselle flower petals extract could inhibit the biofilm’s density of monospecies F. nucleatum, monospecies P. gingivalis, and multispecies. The extract concentration with the highest inhibition activity is 100% for 1 hour, 6 hours, and 24 hours. Statistical analysis using one way-ANOVA showed that roselle flower petals extract have significant difference (p<0,05) with biofilm’s density of monospecies F. nucleatum, monospecies P. gingivalis, and multispecies.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?