DETAIL KOLEKSI

Efek penurunan produksi estrogen terhadap saliva dan jaringan periodontal pada wanita menopause (studi pustaka)


Oleh : Asri Liza Utami

Info Katalog

Nomor Panggil : 612.3 ASR e

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Drg. Budi Kurniadhi, M.Sc

Subyek : Dentistry;Oral - Periodontal

Kata Kunci : menopause, estrogen, saliva, periodontal tissue


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_KG_04007017_Halaman-Judul.pdf 3285.11
2. 2011_TA_KG_04007017_Bab-1.pdf 1879.39
3. 2011_TA_KG_04007017_Bab-2.pdf 8264.04
4. 2011_TA_KG_04007017_Bab-3.pdf 2297.07
5. 2011_TA_KG_04007017_Bab-4.pdf 1215.87
6. 2011_TA_KG_04007017_Daftar-Pustaka.pdf 1663.69

M Menopause merupakan proses fisiologis pada wanita yang terjadi pada usia 47-55 tahun, ditandai dengan berhentinya produksi hormon estrogen utama oleh ovarium. Hormon estrogen berfungsi sebagai regulator pertumbuhan, diferensiasi, daya tahan atau berfungsi pada banyak sistem organ. Efek-efek dari hormon estrogen dimensiasi oleh reseptor estrogen. Reseptor estrogen alfa dan beta terdapat pada saliva dan jaringan periodontal. Pada saliva, berkurangnya produksi estrogen saat menopause mengakibatkan xerostomia yang dapat menimbulkan keluluhan mulut terasa kering, sering merasa haus, kesulitan pada pemakaian gigi tiruan lepasan, kesulitan mengunyah, sensasi rasa terbakar, gangguan penerimaan rasa, dan keadaan xerostomia ini dapat menyerang gigi dan menimbulkan karises servikalis. Sedangkan pada jaringan periodontal, berkurangnya kadar estrogen dihubungkan dengan peningkatan resorbsi tulang alveolar, kehilangan perlekatan jaringan periodontal, peningkatan keparahan penyakit periodontal dan berujung pada kehilangan gigi.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?