DETAIL KOLEKSI

Keterlibatan furkasi kelas III pada gigi molar pertama mandibula dan hemiseksi sebagai pilihan perawatannya (studi pustaka)


Oleh : Irene Meilisa Halim

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.632 IRE k

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2009

Pembimbing 1 : drg. R. Setiyohadi, Sp. Perio.

Subyek : Dentistry - Furcation involvement;Dentistry - Periodontology

Kata Kunci : through-and-through furcation involvement, interadicular area, mandibular first molar, hemisection


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2009_TA_KG_04006081_Halaman-Judul.pdf 812.53

K Keterlibatan furkasi adalah keadaan patologis yang berawal dari akumulasi plak bakteri di daerah interadikuler. Keberadaan plak bakteri dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan terjadinya peradangan jaringan periodontal. Periodontitis yang menahun menyebabkan tulang alveolar di daerah interadikuler mengalami resorpsi ke arah apikal, dan apabila dibiarkan tanpa perawatan, pada akhirnya daerah furkasi akan tersingkap dan terlihat secara klinis. Keterlibatan furkasi paling sering ditemukan pada gigi molar pertama mandibula. Faktor predisposisi utama keterlibatan furkasi adalah anatomi daerah furkasi gigi molar yang kompleks dan cenderung tertutup untuk akses pembersihan sehari-hari. Derajat kerusakan tulang pada kasus keterlibatan furkasi menentukan pilihan perawatan yang digunakan; semakin besar kerusakan tulang yang dialami, maka semakin ekstensif perawatan yang dibutuhkan. Keterlibatan furkasi kelas III merupakan suatu keadaan dimana tulang alveolar di daerah interadikuler mengalami resorpsi sedemikian rupa sehingga probe dapat menembus sepanjang dimensi bukolingual gigi. Pada kasus kehilangan tulang yang ekstensif, terapi pembedahan merupakan pilthan utama. Hemiseksi adalah terapi pembedahan yang bertujuan untak membuang bagian gigi yang terinfeksi, dan mempertahankan bagian gigi yang masih sehat selama mungkin di dalam mulut dengan bantuan protesa. Prosedur hemiseksi yang rumit dan menuntut kunjungan berkala dari pasien mengakibatkan hanya gigi dan pasien dengan indikasi tertentu yang dapat dirawat dengan teknik ini. Tanpa mengesampingkan indikasi yang telah dipenuhi, terapi hemiseksi tetap beresiko mengalami kegagalan. Penyebab utama kegagalan tersebut adalah fraktur akar dan kegagalan perawatan endodontik.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?