DETAIL KOLEKSI

Hubungan lama hemodialisis dengan insomnia pada pasien hemodialisis


Oleh : Ajeng Dhian Andari

Info Katalog

Nomor Panggil : S 970

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Fransisca Chondro

Subyek : Insomnia;Hemodialysis

Kata Kunci : insomnia, hemodialysis, sleep disorders


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_KD_03013012_Halaman-judul.pdf 949.62
2. 2017_TA_KD_03013012_Bab-1-Pendahuluan.pdf 698.37
3. 2017_TA_KD_03013012_Bab-2-tinjauan-literatur.pdf 747.4
4. 2017_TA_KD_03013012_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 690.6
5. 2017_TA_KD_03013012_Bab-4-Metode.pdf 722.3
6. 2017_TA_KD_03013012_Bab-5-Hasil.pdf 662.74
7. 2017_TA_KD_03013012_Bab-6-Pembahsan.pdf 675.05
8. 2017_TA_KD_03013012_Bab-7-Kesimpulan.pdf 667.95
9. 2017_TA_KD_03013012_Daftar-pustaka.pdf 651.3
10. 2017_TA_KD_03013012_Lampiran.pdf 1325.53

I Insomnia adalah gangguan tidur yang paling umum, dengan prevalensi sebesar 4-64% dari populasi. Prevalensi insomnia lebih besar pada pasien hemodialisis yang dilaporkan berada pada urutan 45-59%. Terapi hemodialisis dapat menyebabkan berbagai gejala komplikasi. Ada 30 gejala komplikasi yang berbeda yang dapat muncul setelah pasien menjalani hemodialisis, dua yang paling umum adalah kurang tidur dan masalah dalam aktivitas seksual. Berdasarkan penelitian sebelumnya, penulis tertarik untuk mengevaluasi prevalensi pasien hemodialisis insomnia, dan untuk memahami lebih lanjut hubungan antara insomnia dengan hemodialisis di Klinik Hemodialisis Muslimat NU Cipta Husada. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 90hemodialisis pasien di Klinik Hemodialisis Muslimat NU Cipta Husada. Data dikumpulkan menggunakan Insomnia Symptom Questionnaire (ISQ). Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square dan Kolmogorov-Smirnov menggunakan SPSS 23rd version. Uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara panjang hemodialisis dan insomnia pada pasien hemodialisis (p = 0,206). Insomnia mungkin terjadi pada responden yang telah diobati dengan hemodialisis selama> 12 bulan. Tidak ada hubungan yang signifikan antara panjang hemodialisis dan pasien hemodialisis insomniain.

I Insomnia is the most common sleep disorder, with the prevalence as big as 4-64%of the population. The prevalence of insomnia is bigger on hemodialysis patientsthat is reported to be in the order of 45-59%. Hemodialysis therapy can causemany symptoms of complications. There are 30 different symptoms ofcomplications that could appear after a patient go through hemodialysis, the mostcommon two being sleep deprivation and problems in sexual activities. Based onprevious research, the writer is interested in evaluating the prevalence of insomniaon hemodialysis patients, and to understand further the relation between insomniawith hemodialysis in Klinik Hemodialisis Muslimat NU Cipta Husada. This research is an analytical study with cross-sectional approach that includes 90hemodialysis patients in Klinik Hemodialisis Muslimat NU Cipta Husada. Datawas collected using Insomnia Symptom Questionnaire (ISQ). Data analysis isdone by univariate analysis and bivariate analysis with Chi-Square test andKolmogorov-Smirnov using SPSS 23rd version. Chi-Square test shows that there is no significant relationship between length ofhemodialysis and insomnia in hemodialysis patients (p = 0,206). Insomniaunlikely occurred in respondents who have been treated with hemodialysis for≥12 months. There is no significant relationship between length of hemodialysis and insomniain hemodialysis patients.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?