DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan untuk mengidentifikasi terjadinya kegagalan proses produksi engine valve tipe 0c060 pada seksi forging dengan menggunakan metode failure mode and effect analysis (FMEA) & expert system di PT. Federal Nittan Industries


Oleh : Rinando

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Dedy Sugiarto

Pembimbing 2 : Johnson Saragih

Subyek : Quality control;Production process identification

Kata Kunci : failure mode and effect analysis (FMEA), xpert system, at PT. Federal Nittan Industries


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_TI_06306084_1_Halaman-Judul.pdf 6899.27
2. 2011_TA_TI_06306084_2_Bab-1.pdf 3340.23
3. 2011_TA_TI_06306084_3_Bab-2.pdf 9953.7
4. 2011_TA_TI_06306084_4_Bab-3.pdf 2621.42
5. 2011_TA_TI_06306084_5_Bab-4.pdf 14970.35
6. 2011_TA_TI_06306084_6_Bab-5.pdf 14806.55
7. 2011_TA_TI_06306084_7_Bab-6.pdf 1062.2
8. 2011_TA_TI_06306084_8_Daftar-Pustaka.pdf 682.26
9. 2011_TA_TI_06306084_9_Lampiran.pdf 31893.95

P PT. Federal Nittan Industries merupakan perusahaan terbesar di indonesia yang memproduksil 5 jenis valve atau klep yang digunakan untuk semua jenis mobil dan motor. Kualitas dari produk yang dihasilkan hams sangat diperhatikan oleh perusahaan. Persentase cacat tertinggi terdapat pada produksi valve tipe 0C060 IN, yaitu sebesar 1,34%. Tingginya persentase cacat pada produk ini, menyebabkan perusahaan harus melakukan identifikasi kegagalan proses produksi valve tipe 0C060 IN. Penelitian yang dilakukan ini memliki tujuan antara lain melakukan identifikasi terhadap kegagalan pada proses produksi lalu menentukan solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini. Pada tahap pengidentifikasian kegagalan proses ini dilakukan dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), lalu untuk tahap solusi dari penyelesaian masalah menggunakan metode sistem pakar. Pada tahap menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dilakukan identifikasi mengenai jenis dan efek dari kegagalan pada proses, tingkat keparahan pada kegagalan (severity), penyebab dari kegagalan, frekuensi terjadinya kegagalan (occurance), kontrol yang dilakukan oleh perusahaan, serta tingkat kesuli an dalam melakukan deteksi dari kegagalan proses (detection). Setelah membuat FMEA, maka tahap lanjutnya dilakukan perhitungan nilai Risk Priority Number (RPN) dengan cara mengali severity, occurance, dan detection, yang gunanya untuk menentukan proses mana yang mengalami kegagalan tertinggi. Dari perhitungan RPN, didapat nilai RPN tertinggi adalah 168 pada proses forging press dan electric upsetter dan 160 pada proses electric upsetter dan forginh press. Hasil dari tabel FMEA (Failure Mode and nalysis gunakaa untuk merancang suatu sistem pakar. Tahapan - tahapan yang digunakan dalam perancangan suatu sistem pakar adalah akuisisi pengetahuan, representasi pengetahuan, kemudian mesin inferensi. Penggunaan decision tree dilakukan pada tahap representasi pada penelitian ini. Dalam aplikasinya, perancangan sistem pakar menggunakan software visual basic 6.0. Pembuatan sistem pakar ini mengambil pengetahuan dari pakar pada perusahaan, yaitu manajer produksi dan manajer quality control. Adanya sistem pakar ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan tentang permasalahan proses produksi tanpa menunggu pakar. Sistem pakar yang telah dibangun dapat digunakan untuk melakukan identifikasi terhadap 6 efek kegagalan proses, 9 jenis kegagalan yang terjadi, serta 16 penyebab kegagalan pada proses. Sistem pakar ini mempunyai 25 qualifiers dan 16 solusi penyelesaian masalah dari kegagalan.

P PT. Federal Nittan Industries is the largest company in Indonesia producing 5 types of valves or valves used for all types of cars and motorcycles. The quality of the products produced must be highly regarded by the company. The highest defect percentage is in the production of valve type 0C060 IN, which is 1.34%. The high percentage of defects in this product, causing the company must identify the failure of the production process valve type 0C060 IN. This research has objectives, among others, to identify the failure of the production process and then determine the solution to solve this problem. In the process of identifying the failure process is done by Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method, then for the solution stage of problem solving using expert system method. The Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method identifies the types and effects of process failure, severity, failure, occurrence, control of the firm, and the level of failure hard to detect from process failure (detection). After creating FMEA, the next stage is calculated Risk Priority Number (RPN) value by multiplying severity, occurance, and detection, which is useful to determine which process has the highest failure. From the calculation of RPN, obtained the highest RPN value is 168 on forging press and electric upsetter and 160 on the process of electric upsetter and forginh press. Results from the FMEA table (Failure Mode and nalysis gunakaa) to design an expert system The steps used in the design of an expert system are the acquisition of knowledge, knowledge representation, and the inference machine The use of decision tree is done in the representation stage of this research. , expert system design using visual basic 6.0 software This expert system development takes the expert knowledge of the company, the production manager and the quality control manager.The existence of this expert system is expected to assist the company in making decisions about the problem of production process without waiting for expert Expert system which has been built can be used to identify 6 effects of process failure, 9 types of failures that occur, and 16 causes of failure in the process.This expert system has 25 qualifiers and 16 solutions to the problem of failure.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?