DETAIL KOLEKSI

Perencanaan kebutuhan bahan menggunakan metode net least period cost (nlpc) dengan led time yang bersifat probabilistik pada PT. Mitsubishi Krama Yudha Motors & Manufacturing


Oleh : Stephanie Amanda Talaway

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2008

Pembimbing 1 : Sumiharni Batubara

Subyek : Manufacture;Industrial engineering

Kata Kunci : manufacture, probability, material handling, production control, PT. Mitsubishi Krama Yudha Motors &


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2008_TA_TI_06303124_Halaman-Judul.pdf 6782.7
2. 2008_TA_TI_06303124_Bab-1.pdf 1816.44
3. 2008_TA_TI_06303124_Bab-2.pdf 7527.64
4. 2008_TA_TI_06303124_Bab-3.pdf 2133.56
5. 2008_TA_TI_06303124_Bab-4.pdf 4936.72
6. 2008_TA_TI_06303124_Bab-5.pdf 49862.45
7. 2008_TA_TI_06303124_Bab-6.pdf 11205.86
8. 2008_TA_TI_06303124_Bab-7.pdf 3909.17
9. 2008_TA_TI_06303124_Daftar-Pustaka.pdf 678.14
10. 2008_TA_TI_06303124_Lampiran.pdf 20081.85

P PT. Mitsubishi Krama Yudha Motors& Manufacturing (PT.MKM) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang berdiri di tahun 1973 dan mengalami perkembangan pesat hingga kini. PT.MKM saat ini memfokuskan produksinya di Indonesia, pada penjualan truk dan telah memiliki pasar yang tetap serta menerima cukup banyak permintaan setiap bulannya. Seiring dengan perkembangannya, PT.MKM menghasilkan semakin banyak produk truk dan spare part nya. Produksi yang semakin meningkat akibat banyaknya perminta memberikan konsekuensi bagi perusahaan untuk terns memperbaiki perencanaan produksi dan pengendalian persediaan, baik bahan baku, barang setengah jadi maupun barang jadi .Salah satu pengembangan dari divisi Stamping PT.MKM, adalah membuat model baru dari Pintu (Front Door) Colt Diesel. Permintaan untuk produk ini cukup banyak namun bervariasi dan tidak tetap setiap harinya. Jumlah permintaan yang banyak menuntut perusahaan untuk memenuhi permintaan konsumen tepat waktu. Akan tetapi dalam kenyataannya, perusahaan sering mengalami keterlambatan dalam kedatangan material, meskipun telah memesan 7 hari sebelum digunak akibatnya produksi menjad i terhenti dan perusahaan seringkali tidak dapat memenuhi seluruh permintaan . Hal ini menjadi masalah bagi perusahaan dalam menentukan ukuran lot yang tepat, karena selama ini perusahaan menentukan ukuran lot berdasarkan pengalaman dan hingga kini masih terns terjadi kegagalan pencapaian target produksi akibat kedatangan material tidak sesuai dengan perencanaan yang dilakukan.Penelitian ini mencoba menyelesaikan permasalahan perusahaan, yakni membantumembuat perencanaan material dengan penentuan ukuran lot berdasarkan metode heuristic. Tugas akhir ini menentukan ukuran pemesanan, dengan menggunakan metode Net Least Period Cost (nLPC dan nLPC(i)) dimana ukuran lot ditetapkan dengan mempertimbangkan biaya rata-rata yang keluar di setiap periode. Metode ini merupakan pengembangan dari metode Least Period Cost (LPC) atau Silver Meal, dengan perbedaan dalam memperlakukanperiode dengan demand nol (zero demand) dan cara pengambilan keputusan (tie breaking). Perencanaan material ini juga menangani permasalahan perusahaan dengan memberlakukan lead time dan safety stock yang bersifat probabilistik .Penelitian ini, membandingkan metode nLPC dan nLPC(i) dengan metode LPC.Metode nLPC dan nLPC(i) memberikan total biaya yang lebih rendah khususnya untuk part TDF lL/R dan TDF 2L/R yakni sebesar Rp.10,279,631.42 danRp. 10,007,287.40, sedangkan LPC memberikan biaya untuk kedua part ini sebesar Rp.14,769,563.01 dan Rp.14,840,967.25. Hal ini menunjuk metode nLPC atau nLPC(i), menentukan ukuran pemesanan yang lebih baik, karena memberikan total biaya yang lebih rend.ah. Perencanaan material yang dila.lrukan juga membantu mengatasi masalah kegagalan pencapaian target produksi, karena menggunakan lead time yang berbeda untuk setiap part dan menyediakan safety stock untuk mencegah stockout. Diharapkaan perusahaan dapat menggunakan penelitian ini dalam melakukan perbaikan perencanaan material untuk produk ini maupun prduk lainnya.

P PT. Mitsubishi Krama Yudha Motors& Manufacturing (PT.MKM) is a company of automat ive industry, founded in 1973 and growing larger up until now. Today, they are focusing on Indonesia for truck industry an find themselves really established . During the time, since the firt launch, PT.MKM has already increased the ammount of production including it's spare part. As concquence, they have to improve their production planning and inventory control.One of their development was from division Stamping of PT.MKM, a model of Colt Diesel front door.The demand of this product has shown a big number which flowsfluctuatively. Big demand needs a really good service, such as delivering products to consumer's hand right in time. But, practically , they has found themselves many times facing delayed material supply, which automatically troubled the production flow.It also effects the lotting procces, make it difficult to point out the right size. Considering they have been doing it based on experience, so it leads to failure of achieving production target by failing to synchronize the planned production with the actual one.This research means to solve the problem by making material planning with heuristic method to consider the lot sizing. The lotting process uses Net Least Period Cost (nLPC an nLPC(i)) which also considering the average cost per day. This is the reccorection of Least Period Cost (LPC) or Silver Meai which differs in treating period of zero demand and in decision making (tie breaking). This mterial planning also helpscompany with generating lead time and safety stock probabilistically .This researh compare the nLPC and nLPC(i) method with LPC method . nLPCand nLPC(i) method are given a lower total cost, for part TDF lL/R and TDF 2L/R, is Rp.10,279,631.42 and Rp. 10,007,287.40,, but LPC are given a total cost for both is Rp.14,769,563.01 and Rp.14,840,967.25. This result has showed that the bettter lot size given by nLPC or nLPC(i) method with the lower average cost per period. Materials planning also help in solving the problem for failure achieving production target, because it's used different lead time for each part and prepare a safety stock to avoid a stockout. Hopefully this research could be useful for company to resolve problems in material planning for this product or others.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?