DETAIL KOLEKSI

Desain synectics kelom geulis hasil karya industri rumahan di Tasikmalaya untuk meningkatkan daya saing pemasaran : tahun ke 4 dari rencana 5 tahun


Oleh : Ganal Rudiyanto, Eveline C. Soesetio, Dodi Setianto

Info Katalog

Penerbit : Lemlit - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Halaman : vii, 56 p.

Subyek : Product design;Advertising

Kata Kunci : design synectics, kelom geulis, home industry work, marketing competitiveness:


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_LP_DP_Desain-Synectic-Kelom.pdf 62575.58

D Di tasikmalaya terdapat banyak industri kelom (sandal) tradisional khas Indonesia. Industri rumahan ini belum dikelola dan dikembangan dengan serius untuk masyarakat strata menengah dan atas. Peluang untuk dikembangkan ke arah tersebut sangat besar agar dicintai seperti produk tradisional seperti batik, tenun, garmen, tas. Para produsen perlu menangkap peluang itu dengan jalan melakukan inovasi desain kelom baru yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat kelas atas. Pengembangan Industri lebih difokuskan pada variasi desain yang eksklusif dengan menggunakan asesoris bordir, payet, permata, warna, yang gemerlap. Perbaikan lainnta pada teknologi konstruksi, pengawetan kayu dengan tungku untuk menghasilkan kelom yang lebih kuat. Dari data kependudukan, anggota masyarakat Indonesia kelas menengah sekitar 84 juta dan kelas atas 20 juta. Dari segi demografi itu menunjukkan betapa besar potensi pasar yang dapat digarap. Jumlah Industri rumahan kelom di Tasikmalaya lebih dari 50 perusahaan, industri-industri tradisional ini kurang memiliki kemampuan kuat untuk membenahi diri untuk bersaing dengan produk luar. Untuk meningkatkan kreativitas inovasi desain, pemerintah perlu bekerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki program studi seni rupa dan desain untuk melakukan pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan. Tujuannya untuk mensejahterakan perajin, dan kelompok masyarakart lainnya yang terlibat dalam industri kriya ini.

T There are many Indonesian traditional clogs industries in Tasikmalaya. This home industry has not managed and developed seriously for the middle and upper strata of society. Opportunities to be developed in this direction is very large in order to be loved as traditional products such as batik, weaving, garment, bag. Product beyond this clogs good appreciated by the public. The producers need to improve this opportunity by way innovating new clogs design that fits the lifestyle of the high society. More focused on the industrial development of exclusive design variations by using accessories embroidery, sequins, gems, colors, sparkling. Other improvements in construction technology, wood preservation with furnance to produce clogs more robust. Of the population data, memberd of the Indonesian community of about 84 million middle-class and upper -class 20 million. In terms of demographics shows just how big the potential market that can be tilled. Number of home industry in Tasikmalaya clogs more than 50 companies, industries have traditionally lacked strong ability to transform itself to compete with foreign products. To enhance creativity design innovation, governments need to work closely with universities that have courses of art and design to do the coaching and training of sustained. The goal is for the welfare of the craftsmans, and other community groups involved in this craft industry.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?