DETAIL KOLEKSI

Analisis potensi ekonomi Kabupaten/Kota yang tertinggal di Provinsi Kalimantan Selatan


Oleh : Muhammad Nawawi

Info Katalog

File Jurnal : 00000000000000016838.pdf

Nomor Panggil : 021.151.008

Penerbit : FEB - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Dini Hariyanti

Subyek : Economic development;Economic conditions

Kata Kunci : gross regional domestic product, economic potential, tipologi klassen, location quotient , and shif


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_EP_021151008_Halaman-Judul.pdf 1317
2. 2019_TA_EP_021151008_Bab-1.pdf 813.08
3. 2019_TA_EP_021151008_Bab-2.pdf 899.2
4. 2019_TA_EP_021151008_Bab-3.pdf 781.65
5. 2019_TA_EP_021151008_Bab-4.pdf 1472.16
6. 2019_TA_EP_021151008_Bab-5.pdf 526.96
7. 2019_TA_EP_021151008_Daftar-Pustaka.pdf 650.51
8. 2019_TA_EP_021151008_Lampiran.pdf 1065.78

S Setiap daerah dituntut untuk selalu meningkatkan berbagai sektor potensi daerahnya dan pada dasarnya memiliki potensi ekonomi yang berbeda-beda karena adanya perbedaan pada struktur ekonomi masing-masing daerah. Provinsi Kalimantan Timur merupakan provinsi yang memiliki pendapatan terbesar bahkan lebih dari 50 persen kontribusi Pulau Kalimantan berasal dari provinsi tersebut. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki besaran kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total pendapatan provinsinya adalah yang paling mandiri yaitu sebesar 58,30% dibandingkan provinsi lainnya. Keunggulan tersebut merupakan kesempatan bagi Provinsi Kalimantan Selatan untuk menggali potensi ekonominya agar lebih produktif. Studi ini bertujuan untuk menganalisa daerah wilayah tertinggal dalam Provinsi Kalimantan Selatan dengan periode waktu pengamatan dari tahun 2013-2017. Selanjutnya, akan diidentifikasi sektor apa saja yang menjadi sektor unggulan dan potensial untuk dikembangkan agar pemerintah daerah yang termasuk wilayah tertinggal dapat membuat kebijakan-kebijakan yang lebih tepat dengan tujuan meningkatkan kemajuan provinsi tersebut dan kesejahteraan masyarakat dapat dicapai. Metode analisis yang digunakan dalam peneletian ini adalah Tipologi Klassen, Location Quotient (LQ), dan Shift Share Analysis (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat sektor yang merupakan sektor unggulan untuk dikembangankan di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar di antaranya yaitu sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, dan sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum.

E Each region is required to always improve the various sectors of its regional potential and essentially have different economic potential due to differences in the economic structures of each region. East Kalimantan Province is the province that has the largest income even more than 50 percent of the contribution of Kalimantan Island originated from the province. South Kalimantan Province has a contribution of regional genuine revenue (PAD) to the total provincial revenue is the most independent of 58.30% compared to other provinces. This advantage is an opportunity for the province of South Kalimantan to explore its economic potential to be more productive. This study aims to analyse the regions left in South Kalimantan province with an observation time period from 2013-2017. Furthermore, it will be identified which sectors are the superior and potential sectors to be developed so that local governments including lagging territories can make more precise policies with the aim of improving their progress. The province and the welfare of the public can be achieved. The methods of analysis used in this study are Tipologi Klassen, Location Quotient (LQ), and Shift Share Analysis (SSA). The results showed that the four sectors that are the flagship sector to be developed in Tanah Laut District and Banjar Regency include the agriculture, forestry, and fisheries sectors, the 0large trade and retail sectors; Car and motorcycle repair, and accommodation and food supply sector.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?