DETAIL KOLEKSI

Kajian pola burder -spasi dan stan off pada peledakan thru seam blast di pit barat leighton wahan Kalimantan Selatan


Oleh : Jessica Novia

Info Katalog

Nomor Panggil : 258/TT/2015

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Hermanto Saliman

Subyek : Blasting

Kata Kunci : thru seam blast (TSB), stand off, pola burden x spasi, digging rate


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TB_07310023_HALAMAN-JUDUL.pdf 751.71
2. 2016_TA_TB_07310023_BAB-I.pdf 96.39
3. 2016_TA_TB_07310023_BAB-II.pdf 850
4. 2016_TA_TB_07310023_BAB-III.pdf 1149.01
5. 2016_TA_TB_07310023_BAB-IV.pdf 189.26
6. 2016_TA_TB_07310023_BAB-V.pdf 683.98
7. 2016_TA_TB_07310023_BAB-VI.pdf 364.19
8. 2016_TA_TB_07310023_BAB-VII.pdf 87.57
9. 2016_TA_TB_07310023_Daftar-Pustaka.pdf 136.17
10. 2016_TA_TB_07310023_Lampiran.pdf 952.78

P Pada pertengahan tahun 2014, seringkali material hasil peledakan memiliki fragmentasi yang buruk dan sulit digali (hard dig) terutama lapisan interburden antara seam 7 dan 8 pada PT Wahana Baratama (WBM) yang secara tidak langsung, akan menyebabkan penurunan produktivitas alat gali. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan uji coba perubahan pola burden x spasi dari 7,5 m x 8,5 m (pada lokasi TSB 490 B1 dan 490 B2) menjadi 8,0 m x 9,0 m (pada lokasi TSB 490 C1 dan 490 C2) dan pengurangan panjang kolom stand off (stemming di bawah lapisan batubara) sebesar 25 % (pada lokasi TSB 490 B1 dan 490 C1) dari normal (pada lokasi TSB 490 B2 dan 490 C2). Analisis dilakukan pada hasil powder factor (PF), fragmentasi dan digging rate. Hasil analisis uji coba didapatkan perhitungan PF secara aktual pada keempat lokasi menunjukkan hasil memuaskan karena masuk pada batas yang diberikan PT WBM yaitu 0,3-0,32 kg/bcm. Untuk perhitungan fragmentasi teoritis, dilakukan perhitungan secara manual menggunakan Kuz-Ram Model yang hasilnya pola burden x spasi 8,0 m x 9,0 m dapat digunakan dengan hasil 58,91 cm, dimana batas fragmentasi yang diijinkan oleh PT WBM sebesar 60 cm. Pada hasil digging rate didapat hasil yang memuaskan pada keempat lokasi karena melampaui Key Performance Index (KPI) pada PT WBM yaitu sebesar 1.200 bcm/jam. Pola yang mengalami peningkatan pada ketiga parameter adalah pola 8,0 m x 9,0 m dengan panjang kolom stand off normal.

I In the middle of 2014, it is often the result of blasting material has poor fragmentation and difficult to dig (hard dig) especially interburden layer between the seam 7 and 8 at PT Wahana Baratama (WBM) that indirectly, will lead to a decrease in productivity of excavator. To overcome these problems, trials conducted changing patterns of burden x spacing from 7.5 m x 8.5 m (at the location of TSB 490 B1 and B2) to 8.0 mx 9.0 m (at the location of TSB 490 C1 and C2 ) and reduction of stand-off column length (stemming below the coal seam) by 25% (at the location of TSB 490 B1 and C1) of normal (at the location of TSB 490 B2 and C2). Analysis was performed on the results of powder factor (PF), fragmentation and digging rate. The results of the analysis of trials obtained PF actual calculations on the four sites showed satisfactory results because it goes to the limits given by PT WBM is 0.3 to 0.32 kg/bcm. For the calculation of the theoretical fragmentation, manually performed calculations using the Kuz-Ram Model results are patterns burden x spacing of 8.0 m x 9.0 m can be used with the result of 58.91 cm, where the fragmentation limit permitted by PT WBM is 60 cm. In digging rate results obtained satisfactory results in all four locations because it exceeds the Key Performance Index (KPI) at PT WBM that is equal to 1.200 bcm/hour. Patterns that have increased in the third parameter is the pattern of 8.0 m x 9.0 m with normal stand-off column length.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?