DETAIL KOLEKSI

Tinjauan yuridis mengenai tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan dilakukan secara bersama-sama (studi kasus putusan nomor:943/PID.B/2014/PN.JKT.UTR)


Oleh : Ajeng Eka Suryani

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Vience Ratna Multiwijaya

Subyek : Criminal Law - Theft

Kata Kunci : criminal law, criminal act, trime of theft, theft by weighting


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_HK_01011398_Halaman-Judul.pdf 3038.76
2. 2016_TA_HK_01011398_Bab-1.pdf 491.65
3. 2016_TA_HK_01011398_Bab-2.pdf 666.28
4. 2016_TA_HK_01011398_Bab-3.pdf 430.51
5. 2016_TA_HK_01011398_Bab-4.pdf 462.11
6. 2016_TA_HK_01011398_Bab-5.pdf 406.07
7. 2016_TA_HK_01011398_Daftar-Pustaka.pdf 410.31
8. 2016_TA_HK_01011398_Lampiran.pdf 8066.38

T Tindak pidana pencurian dalam keadaan yang memberatkan adalah barangsiapa melakukan pencurian dalam sebuah rumah pada malam hari dan dilakukan secara bersama-sama. Oleh karena itu peneliti mengambil pokok permasalahan :Apakah perbuatan pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan sudah atau belum memenuhi unsur-unsur Pasal 363 Ayat (2) dalam KUHP pada studi kasus Putusan Nomor : 943/ Pid.B. /2014/PN.JKT.UTR dan Apa bentuk penyertaan dalam kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang dilakukan bersama-sama. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian Yuridis Normatif yang bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan data diolah secara kualitatif dengan menggunakan penarikan kesimpulan logika deduktif. Kesimpulan penelitian menunjukan bahwa dengan terpenuhinya semua unsur yang terdapat dalam Pasal 363 ayat (2) KUHP. Sehingga pemidanaan yang dijatuhkan kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) bulan dan bentuk penyertaan dalam kasus yaitu medeplegen atau turut serta dengan menggunakan pemberat pidana karena pencurian ini mempunyai unsur tambahan tidak hanya unsur pokok yang ada di Pasal 362 KUHP tetapi menggunakan delik Dikualifisir yaitu ada unsur tambahan di Pasal 363 ayat (2) KUHP.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?