DETAIL KOLEKSI

Studi kelayakan perancangan jaringan WiMAX untuk daerah DKI Jakarta


Oleh : Jeans Fiesta Purnama

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Samuel HT

Subyek : Wireless Lans

Kata Kunci : network design, network WiMAX, Jakarta


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_EL_06206007_1_Halaman-Judul.pdf 1719.31
2. 2011_TA_EL_06206007_7_Daftar-Pustaka.pdf 891.4
3. 2011_TA_EL_06206007_8_Lampiran.pdf 753.65

P Perkembangan teknologi telekomunikasi di Indonesia sangatlah pesat,ditinjau dengan peningkatan kebutuhan akan berkomunikasi di manapun dan kapanpun. Hal ini membawa Indonesia untuk turut serta mengadopsi teknologi Broadband Wireless Access (BWA) sebagai solusi yang dapat mendukung akses informasi dengan kecepatan tinggi di manapun dan kapanpun kita berada. Teknologi BWA mengalami perkembangan yang cukup signifikan, Setelah adanya teknologi Wireless Fidelity ( WiFi ) yang telah digunakan di berbagai tempat di Indonesia maka Standar IEEE 802.16 mengembangkan Worldwide Interoperability for Microwave Access atau sering disebut WiMAX sebagai solusi keterbatasan WiFi yang memiliki kelemahan pada daerah jangkauannya yaitu hanya 100 m. Dalam Tugas Akhir ini akan dilakukan studi kelayakan perancangan jaringan WiMAX/4G untuk daerah DKI Jakarta. Perancangan jaringan WiMAX ini disesuaikan dengan karakteristik Provinsi DKI Jakarta sebagai salah satu daerah high density. Dan Tugas Akhir ini dapat diketahui bagaimana tahap-tahap perancangan jaringan WiMAX di daerah DKI Jakarta Dan hasil perencanaan jaringan WiMAX dapat diambil kesimpulan bahwa total shared bandwidth yang diperlukan untuk melayani pelanggan WiMAX di DKI Jakarta adalah 16543,53 Mbps. Total bandwidth yang diperlukan untuk melayani pelanggan telephony adalah 691,2 Mbps. Jadi jumlah base station yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan WiMAX di DKI Jakarta jika dihitung dan sisi kapasitas adalah 144 base station, sedangkan jumlah base station yang dihitung dan sisi coverage adalah 34 base station. Untuk memenuhi kebutuhan coverage dan kapasitas maka jumlah base station yang digunakan adalah 144 base station

T The development of telecommunications technology in Indonesia is extremely rapid, which can be reviewed with the increased need to communicate anywhere and anytime. This led Indonesia to participate adopt Broadband Wireless Access (BWA) as a solution that can support high-speed access to information wherever and whenever we are. BWA technology has developed significantly, after the technology Wireless Fidelity (WiFi) that has been used in various places in Indonesia, the IEEE 802.16 developed a Worldwide Interoperability for Microwave Access or WiMAX is often referred to as a solution to the weakness of the WiFi coverage area that can only reach 100 m. In this final assignment , feasibility study will be conducted on WiMAX/4G network design for high density areas. WiMAX network design analysis is tailored to the characteristics of DKI Jakarta as one of the high density areas. From this final assignment, we can know how the design stages of WiMAX networks in high density areas. From the result of WiMAX networks planning can be concluded that the total shared bandwidth needed to serve customers of WiMAX in DKI Jakarta is 16543.53 Mbps. The total bandwidth needed to serve customers telephony is 691.2 Mbps. So the number of base stations needed to serve customers of WiMAX in Jakarta if calculated from the base station capacity is 144, while the number of base stations are calculated from the base station coverage is 34. To meet the needs of coverage and capacity, the number of base stations used is 144 base stations.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?