DETAIL KOLEKSI

Identifikasi masalah lingkungan industri pengolahan rambut di Kabupaten Purbalingga


Oleh : Niken Purbaningrum

Info Katalog

Nomor Panggil : 083.47

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2009

Pembimbing 1 : Endrawati Fatimah

Pembimbing 2 : Hayati Sari Hasibuan

Subyek : Environmental impact;Pollution

Kata Kunci : hair industry, liquid waste, environment


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2009_TA_PL_08304007_Halaman-judul.pdf 942.07
2. 2009_TA_PL_08304007_Bab-1.pdf 827.98
3. 2009_TA_PL_08304007_Bab-2.pdf 1046.46
4. 2009_TA_PL_08304007_Bab-3.pdf 1914.66
5. 2009_TA_PL_08304007_Bab-4.pdf 1663.5
6. 2009_TA_PL_08304007_Bab-5.pdf 705.13
7. 2009_TA_PL_08304007_Daftar-pustaka.pdf 624.57
8. 2009_TA_PL_08304007_Lampiran.pdf 656.36

P Pembangunan sektor industri di Indonesia terus dilakukan karena diharapkan sektor industri mampu tumbuh sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi Indonesia. Sektor industri terus berkembang dengan cepat dan berkembang meluas sehingga memberikan pengaruh yang nyata dalam pembangunan nasional.lndustri pengolahan rambut merupakan komoditi unggulan di Kabupaten Purbalingga yang terus berkembang. Pasar industri ini tidak hanya dalam negeri, tetapi sudah mampu menembus pasar luar negeri. Di sisi lain, perkembangan industri pengolahan rambut berdampak pada lingkungan karena pada proses produksi menggunakan zat kimia. Limbah hasil produksi langsung dibuang ke sungai tanpa mengalami proses pengolahan terlebih dahulu. Limbah cair yang dihasilkan mencemari wilayah disekitar sungai Klawing dan sungai Serayu. Limbah cair yang dihasilkan mengandung limbah 83 yaitu natrium sulfite, ammonia, chlor, hidrogen peroksida, dan melanin. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas air sungai, bahwa sungai Klawing mengandung chlor sebanyak 68,08 mg/L sedangkan baku mutu hanya 2 mg/L. Setiap hari industri pengolahan rambut menghasilkan limbah sebanyak 29.792 liter per hari.Oleh karena itu, perlu adanya upaya penanggulangan masalah lingkungan. Salah satu upayanya dengan pengelolaan limbah cair tersebut dari dihasilkan sampai penimbunan.

I Industrial development in Indonesia keep abreast and expetide to grow, so it can be the economy main stream in Indonesia. Industrial sector is growing fast and trading that giving real influence to national development.Hair industry is a main commodity in Kabupaten Purbalingga that grow continuity. That kind of industry can reach the international market as well as national market. In other side, the development of hair industry causing the environment effect, because the production process using certain of chemistry that can be dangerous the environment. The processing waste is discard straight into the river experienced certain treatment. Liquid waste there are produce the areas around the Klawing and Serayu river. The liquid waste contain dangerous chemistry that is natrium sulfite, ammonia, chlor, hydrogen perokside, and melanin. Based on measure of water river quality, Klawing river contain chlor 68,08 mg/L, meanwhile standard for river only 2 mg/L. Everyday hair industry discard liquid waste amount 29.792 liter each day.So need some action to overcome the environment problem. Some treatment for liquid waste with dangerous chemistry is from cradle to grave.Keyword : hair industry, liquid waste, environment

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?