DETAIL KOLEKSI

Desain interior Hotel Alila di Surakarta Jawa Tengah


Oleh : Siti Febrina Rahmadani

Info Katalog

Nomor Panggil : 0011/DI/2017

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : F.Melani Jofatma

Pembimbing 2 : Azis Trirtaadmadja

Subyek : Hotels and motels - Decoration;Hotels and motels - Designs and plans

Kata Kunci : interior design, Hotel Alila, Surakarta


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_DI_09112042_Halaman-Judul.pdf 627.61
2. 2017_TA_DI_09112042_Bab-1.pdf 248.51

S Solo adalah salah satu kota di Jawa tengah yang merupakan salah satu kota wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), karena selain memiliki budaya yang masih kuat juga memiliki industri kreatif yang potensial. Solo melengkapi perkembangannya terutama dalam infrastruktur, yaitu dengan membangun berbagai fasilitas penunjang bagi pariwisata dan bisnis. Hal tersebut karena semakin banyak pendatang yang datang ke kota Solo, baik dari dalam negeri maupun dari mancanegara untuk keperluan bisnis atau hanya sekedar berlibur. Untuk itu dibutuhkan fasilitas akomodasi sebagai tempat menginap, salah satunya adalah hotel Alila Solo yang merupakan hotel bisnis bintang lima. Proyek Tugas Akhir ini adalah proyek perancangan redesign dengan studi kasus Hotel Alila Solo. Proses perancangan ini melalui beberapa tahap, dari mulai tahap pengumpulan data literatur, survey lapangan, analisa, membuat konsep, membuat keputusan desain, sampai dengan tahap visualisasi berupa gambar kerja dan gambar presentasi serta maket.Konsep yang dipilih adalah “Down Memory Lane” yaitu konsep yang ingin menonjolkan sebuah desain hotel dengan identitas kota Solo. Konsep tersebut merupakan penggabungan antara budaya Solo dan budaya Kolonial Belanda. Konsep tersebut diterapkan dalam tata rumah Jawa, bentuk-bentuk ornamen, dan tata warna sehingga mencerminkan suasana yang khas Solo. Hasil akhir yang diharapkan adalah sebuah hotel bisnis yang mengutamakan aspek fungsional namun tidak melupakan aspek estetika. Desain hotel yang memiliki ciri khas budaya Solo dengan suasana yang nyaman akan membuat para tamu yang datang terutama dari kalangan bisnisman ataupun wisatawan akan terkesan dan akan datang kembali.

S Solo as one of the cities in Central Java serves as one of the MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) tourism cities. It is because the city has a strong culture likewise, it has the potential of creative industries. In order to cope with the fast development, in terms of infrastructure, local government has built a wide range of facilities for tourism and business. This is because a growing number of immigrants coming for business or leisure purposes from both domestic and abroad.The selected concept for this final project is “Down Memory Lane” as a way to highlight a hotel design capturing the identity of the city. The concept tries to combine between the culture of Solo and the culture of Dutch Colonial. The concept was applied on the Javanese traditional house, forms of the ornament, and the scheme of the color that reflected a distinctive atmosphere of Solo. As the final result, it is expected that a business hotel should primarily focus on the functional aspect by considering the aesthetic aspect. The hotel design depicted a typical culture of Solo with a cozy atmosphere will impress the guests who are mainly businessmen or tourists to return to Solo.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?