DETAIL KOLEKSI

Analisis ketersediaan air tanah berdasarkan daerah resapan dan curah hujan untuk kebutuhan kecamatan Cilandak, kota madya Jakarta Selatan


Oleh : Roni Yunus

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Abdurrachman Assegaf

Subyek : Physiography - Geology;Groundwater - Geology

Kata Kunci : groundwater, geological conditions, South Jakarta


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_GT_07212195_Halaman-judul.pdf 1269.46
2. 2016_TA_GT_07212195_Bab-1.pdf 917.61
3. 2016_TA_GT_07212195_Bab-2.pdf 1116.65
4. 2016_TA_GT_07212195_Bab-3.pdf 1178.48
5. 2016_TA_GT_07212195_Bab-4.pdf 1356.18
6. 2016_TA_GT_07212195_Bab-5.pdf 550.91
7. 2016_TA_GT_07212195_Daftar-Pustaka.pdf 713.32
8. 2016_TA_GT_07212195_Lampiran.pdf 74948.04

D Daerah Studi terletak dalam wilayah Kecamatan Cilandak, Kodya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan Kordinat UTM, lokasi penelitian terletak pada zona 9295014 – 9308790 (Selatan-Utara) dan 693565 – 707445 (Barat-Timur). Lokasi penelitian memliki luas 6 Km2 mencakup 1/3 dari luas Kecamatan Cilandak, Kodya Jakarta Selatan. Sebagai akibat dari pertambahan penduduk setiap tahunnya dan terus berkurangnya daerah resapan akibat pembangunan yang terus berkembang, menyebabkan adanya peningkatan kebutuhan airtanah setiap tahunnya yang cenderung tidak sesuai dengan ketersediaan airtanah. Keterbatasan penyediaan jaringan dan kurangnya minat penduduk memakai air oleh PAM Jaya (PT Aetra dan PT Palyja) menambah ketergantungan terhadap pemakaian airtanah. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena sumber daya airtanah yang dipergunakan sangat tergantung oleh iklim, kondisi geologi, dan kondisi lingkungan. Untuk mengetahui ketersediaan airtanah maka perlu diketahui volume curah hujan yang terserap menjadi cadangan airtanah. Kemudian kita juga harus mengetahui daerah-daerah yang berperan sebagai daerah resapan dan nilai infiltrasi dari suatu daerah itu sendiri. Berdasarkan hal tersebut maka pengamatan kondisi muka airtanah pada sumur airtanah perlu dilakukan. Sumur airtanah terdiri atas sumur gali dan sumur pantek yang tersebar dalam daerah studi yang sekiranya memiliki kepadatan penduduk relatif padat dengan kebutuhan air yang hanya berasal dari pemakaian airtanah. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, maka perlu dilakukan suatu kebijakan dalam pemakaian airtanah secara optimal serta dilakukan analisis dalam menentukan jumlah ketersediaaan airtanah dengan jumlah kebutuhan air oleh penduduk. Sehingga hasil analisis dapat dipakai dalam menentukan solusi untuk menghindari pemakaian

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?